Sabtu, 25 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 11:34

Berita / Dunia / Afrika

Pemberontak Somalia Klaim Eksekusi Tentara Kenya

Kelompok pemberontak al-Shabab di Somalia telah mengeksekusi seorang tentara Kenya (14/2) dan mengancam akan membunuh lima sandera lainnya jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Tentara Kenya mengangkat sebuah peluncur roket saat berjaga di wilayah Tabda, Somalia (Foto: dok). Kelompok al-Shabab Somalia menyatakan telah mengeksekusi seorang tentara Kenya (14/2) dan mengancam akan membunuh lima sandera lainnya apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi pemerintah Kenya.
Tentara Kenya mengangkat sebuah peluncur roket saat berjaga di wilayah Tabda, Somalia (Foto: dok). Kelompok al-Shabab Somalia menyatakan telah mengeksekusi seorang tentara Kenya (14/2) dan mengancam akan membunuh lima sandera lainnya apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi pemerintah Kenya.
UKURAN HURUF - +
Dalam pernyataannya, kelompok terkait al-Qaida mengatakan, mereka telah mengeksekusi seorang tentara Kenya, Kamis tengah malam (14/2) setelah pemerintah Kenya tidak memenuhi tenggat waktu pembebasan para tahanan yang ditahan atas tuduhan melakukan aksi terorisme.

Kelompok itu  mengatakan akan membunuh lima sandera Kenya lain yang masih tersisa dalam waktu 72 jam jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. Kenya mengatakan, negara itu tidak akan bernegosiasi dengan kelompok itu dan bahwa tidak ada satupun tentaranya yang diyakini ditahan oleh al-Shabab.

Kelompok yang dituduh melakukan serangkaian penculikan dan serangan teroris itu berusaha untuk menerapkan versi keras Hukum Islam di Somalia. Kenya tahun lalu melancarkan operasi militer lintas perbatasan untuk memburu para pemberontak itu  menyusul serangan terhadap wilayah Kenya.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya