Selasa, 21 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 11:11

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Pemberontak Serang Pangkalan Militer Thailand, 17 Tewas

Militer Thailand mengatakan 17 pemberontak tewas Rabu pagi (13/2) dalam serangan terhadap sebuah pangkalan militer di bagian selatan negara itu.

Para relawan mengangkat jenazah seorang korban serangan di propinsi Narathiwat, Thailand (13/2). Sedikitnya 17 orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.
Para relawan mengangkat jenazah seorang korban serangan di propinsi Narathiwat, Thailand (13/2). Sedikitnya 17 orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.
UKURAN HURUF - +
Jurubicara militer Thailand Pramote Promin mengatakan sedikitnya 60 pria bersenjata menyerbu pangkalan militer di bagian selatan Thailand. Militer Thailand yang sebelumnya telah memperoleh informasi terkait serangan tersebut, telah siap menghadapi serangan dan berhasil memukul mundur para pemberontak.

Promin juga mengatakan bahwa beberapa tentara Thailand luka-luka dalam pertempuran sengit itu. Belum diketahui dengan pasti siapa yang berada dibalik serangan itu atau mengapa serangan itu terjadi.
 
Penduduk Thailand sebagian besar beragama Budha, tetapi tiga provinsi di Thailand selatan dekat perbatasan dengan Malaysia berpenduduk mayoritas Muslim.
Di daerah-daerah tersebut sering terjadi pemberontakan yang menuntut otonomi lebih besar sejak tahun 2004.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Respon AS terhadap Konflik Rohingya - Liputan Berita VOA

Seperti di tanah air, aksi kekerasan terhadap Muslim Rohingya juga mendapat perhatian dari pemerintah maupun sebagian rakyat Amerika Serikat. Presiden Barack Obama meminta pemerintah Burma yang juga dikenal sebagai Myanmar serius merespon serangan dan relokasi paksa warga Rohingya. Amerika berharap berbagai konflik etnis di negara yang baru berdemokrasi tersebut bisa segera diatasi. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang wanita mempersiapkan upacara tradisional Gwan-Rye di Seoul, Korea Selatan. Upacara ini diadakan bagi anak laki-laki dan perempuan yang menginjak usia 20 tahun, sebagai individu yang independen.
  • Sebuah balon udara jatuh ke tanah setelah bertabrakan dengan yang lain selama perjalanan di Cappadocia, Turki. Dua wisatawan Brazil tewas dan 23 orang lainnya terluka akibat tabrakan dua balon udara tersebut.
  • Perempuan dan anak-anak antri untuk mengambil air dari keran di sebuah kamp bagi para pengungsi di kota al-Mazraq, provinsi Hajja, Yaman barat laut.
  • Badai tornado (puting beliung) hampir menyentuh tanah di dekat South Haven, di negara bagian Kansas, AS.
  • Para fotografer bekerja selama sesi pemotretan untuk film "Blood Ties" di Festival Film Cannes ke-66 di Cannes, Prancis.
  • Seorang wanita mengenakan gaun dari bunga segar yang dirancang oleh desainer Zita Elze, berpose untuk difoto di sebuah taman pada pameran bunga Chelsea, di London, Inggris.
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (tengah) dan isterinya Ri Sol-ju saat berkunjung ke kamp anak-anak 'Pyongyang Myohyangsan' yang terletak di kaki Gunung Myohyang di Provinsi Phyongan Utara (foto courtesy: KCNA).
  • Pekerja mendorong sebuah rakit bambu besar, sementara yang lain mencoba membongkar bagian-bagian rakit bambu itu di Sittwe, negara bagian Rakhine, Burma.
  • Para pebalap sepeda naik tanjakan dalam etape ke-15 sepanjang 146 km, lomba balap sepeda Giro d'Italia di perbatasan Italia-Perancis.
  • Para anggota kelompok Castellers "Vila de Gracia" mulai membentuk menara manusia yang disebut "castell" di lingkungan Barcelona Gracia, di Catalonia, Spanyol.
Lainnya