Rabu, 22 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 12:23

Berita / Dunia / Afrika

Pemberontak Republik Demokratik Kongo Masuki Goma

Para pejuang pemberontak di Republik Demokratik Kongo (DRC) telah memasuki bagian timur Goma, setelah berhari-hari mendesak mundur tentara pemerintah dan pasukan penjaga perdamaian PBB dari kota itu.

Para pejuang pemberontak M23 berdiri di luar rumah kayu di desa Kanyarucinya, 6 kilometer dari Goma,  di  wilayah timur Republik Demokratik Kongo (DRC) (18/11).
Para pejuang pemberontak M23 berdiri di luar rumah kayu di desa Kanyarucinya, 6 kilometer dari Goma, di wilayah timur Republik Demokratik Kongo (DRC) (18/11).
UKURAN HURUF - +
Saksi mata mengatakan Selasa (20/11) pejuang M23 bergerak menuju pusat Goma dari bandara kota, yang terletak di sisi timur Goma dekat perbatasan Rwanda. Laporan media Barat mengutip seorang pejabat PBB yang mengatakan pemberontak telah menguasai bandara.

Para pakar DRC dan PBB mengatakan Rwanda mendukung pemberontak M23, tapi Rwanda telah berulang kali membantah tuduhan itu.

Menteri Informasi DRC Lambert Mende mengatakan kepada VOA hari Selasa bahwa sanksi terhadap Rwanda diperlukan untuk mengakhiri pertempuran.

Duta besar Prancis untuk PBB, Gerard Araud, Senin mengatakan Perancis akan mengajukan resolusi yang mengutuk M23 dan menyerukan sanksi terhadap pemimpin kelompok pemberontak itu.

Pemberontak Senin menuntut agar pemerintah terbuka perundingan perdamaian dalam waktu 24 jam atau pertempuran berlanjut di sekitar kota di timur itu. Pemerintah DRC dengan cepat menolak permintaan itu. Mende mengatakan DRC tidak akan bernegosiasi dengan M23, dan pembicaraan seharusnya melibatkan Rwanda.

Pada hari Senin, PBB mengatakan pasukan penjaga perdamaian akan tinggal di daerah itu untuk melindungi warga sipil, tapi petugas lainnya akan meninggalkan Goma.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Diaspora Indonesia Selamat dari Tornado - Liputan Berita VOA

Amerika kembali dilanda bencana. Hari Senin kemarin, Amerika, tepatnya dekat Oklahoma city, negara bagian Oklahoma, diserang angin tornado yang menyapu bersih berbagai bangunan yang dilalui. Angin topan yang berkekuatan 320 km per jam itu menyebabkan 24 tewas termasuk termasuk anak-anak, bagaimana dengan warga Indonesia di wilayah itu? Selengkapnya ikuti laporan tim VOA berikut ini.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya