Sabtu, 25 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 12:57

Berita / Dunia / Afrika

Pemberontak Kongo Tuntut Bicara dengan Presiden Kabila

Para pemberontak yang menguasai Goma, sebuah kota di Republik Demokratik Kongo (DRC), telah menolak seruan untuk mundur dari kota itu dan menuntut bicara dengan Presiden Kongo Joseph Kabila.

Para pemberontak Kongo berpatroli di jalanan wilayah Sake, 25 kilometer dari utara Goma sesaat setalah berhasil merebut kota tersebut dari pemerintah DRC (Foto: dok). Para pemberontak menolak seruan mundur dari wilayah tersebut dan menuntut bicara dengan Presiden Kongo, Joseph Kabli.
Para pemberontak Kongo berpatroli di jalanan wilayah Sake, 25 kilometer dari utara Goma sesaat setalah berhasil merebut kota tersebut dari pemerintah DRC (Foto: dok). Para pemberontak menolak seruan mundur dari wilayah tersebut dan menuntut bicara dengan Presiden Kongo, Joseph Kabli.
UKURAN HURUF - +
Ketua sayap politik kelompok pemberontak M-23, uskup Jean-Marie Runiga, mengatakan kepada Reuters, para pemberontak akan bertahan di Goma, menunggu berlangsungnya perundingan.

Rabu lalu, Kabila mengeluarkan pernyataan bersama -- dengan Presiden Rwanda Paul Kagame dan Presiden Uganda Yoweri Museveni -- yang menyerukan agar kelompok pemberontak itu menghentikan serangannya dan mundur dari Goma. Mereka juga mengatakan pemerintah DRC telah berjanji untuk menyelidiki penyebab konflik itu.

Presiden Uganda dan presiden Rwanda menyuarakan dukungan bagi pemerintah DRC, sementara para pemberontak hari Rabu bersumpah akan menggulingkan pemerintah itu.

DRC menuduh Rwanda dan Uganda mendukung M23, sebuah tuduhan yang dibantah kedua negara.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya