Rabu, 19 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 09:53

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Pejabat Palang Merah: Korban Gempa di Burma Meningkat

Para pejabat Palang Merah mengatakan korban tewas akibat gempa yang menghantam kota terbesar kedua di Burma telah meningkat menjadi 26, Selasa (13/11).

Jembatan Yadanatheinga yang sedang dalam pembangunaan saat terjadinya gempa, nampak ambruk di sungai Irrawaddy, Burma (12/11). Korban gempa dilaporkan meningkat hingga 26 orang hingga hari ini.
Jembatan Yadanatheinga yang sedang dalam pembangunaan saat terjadinya gempa, nampak ambruk di sungai Irrawaddy, Burma (12/11). Korban gempa dilaporkan meningkat hingga 26 orang hingga hari ini.
UKURAN HURUF - +
Jumlah korban tewas akibat gempa bumi kuat yang melanda Burma utara hari Minggu telah naik menjadi 26, lebih dari dua kali lipat dari jumlah yang dilaporkan sebelumnya.

Para pejabat Palang Merah mengatakan hari Selasa (13/11) bahwa 230 orang luka-luka dan 12 lainnya masih hilang akibat gempa berkekuatan 6,8 pada skala Richter yang menghantam dekat Mandalay, kota terbesar kedua di Burma.

Beberapa gempa susulan yang kuat mengguncang negara di Asia tenggara itu. Hari Selasa, gempa berkekuatan 4,8 pada skala Richter mengguncang ibukota administratif, Naypyidaw, tetapi tidak ada laporan mengenai orang yang cedera atau kerusakan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Obama Dikecam Dunia Atas Program Mata-Mata - Liputan Berita VOA, 19 Juni 2013

Seiring pertemuan pemimpin negara-negara G-8 yang kini berlangsung di Irlandia Utara, muncul pembocoran informasi baru terkait program mata-mata yang dilakukan pemerintah Obama, atas metadata email dan panggilan telpon. Program yang dilakukan untuk mencegah aksi terror ini dikecam karena dianggap melanggar hak privasi warga dunia. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA dari Washington DC.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang tentara NATO berjalan dengan kaki palsu menuju helikopter, setelah upacara serah terima keamanan dari pasukan NATO kepada pasukan Afghanistan di luar ibukota Kabul.
  • Seorang anak Bangladesh melemparkan seekor kambing dari sebuah perahu di Sungai Buriganga di Dhaka.
  • Seorang gadis mengatur boneka animasi di sebuah lapangan di Lingen, Jerman timur, menjelang upaya memecahkan rekor baru yang akan dilakukan bersama dengan sekitar 600 murid sekolah.
  • Seorang polisi militer menggunakan semprotan merica ke arah seorang pengunjuk rasa selama demonstrasi soal kondisi ekonomi di Rio de Janeiro, Brazil.
  • PM Shinzo Abe Jepang (kiri belakang) menyentuh tangan Presiden Rusia Vladimir Putin saat mereka berjalan bersama Kanselir Jerman Angela Merkel dalam acara KTT G-8 di resor Lough Erne di Enniskillen, Irlandia Utara.
  • Seorang pria membaca koran di Lapangan Royal Enclosure pada hari pertama menjelang festival balap kuda di kota Ascot, Inggris selatan.
  • Foto udara dari Paris Air Show ke-50, di bandara Le Bourget dekat Paris, Perancis.
  • Para pemain kelompok sirkus Eoloh melakukan latihan yang terbuka untuk media di gedung Nuevo Teatro Alcala di Madrid, Spanyol.
  • Para seniman melakukan atraksi pada festival api tahunan di Kyiv, Ukraina.
Lainnya