Kamis, 27 Nopember 2014 Waktu UTC: 02:45

Berita / Politik

PBB: Jumlah Korupsi di Afghanistan Meningkat

Menurut PBB, suap yang dibayarkan di Afghanistan tahun 2012 jumlahnya mencapai hampir seperempat dari keseluruhan bantuan yang dijanjikan oleh masyarakat internasional.

Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengecam suap besar-besaran yang dibayar oleh kontraktor asing kepada para pejabat pemerintah Afghanistan (foto: dok).
Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengecam suap besar-besaran yang dibayar oleh kontraktor asing kepada para pejabat pemerintah Afghanistan (foto: dok).
Sharon Behn
Survei terbaru PBB mendapati bahwa separuh dari populasi orang dewasa di Afghanistan menyuap pejabat publik setidaknya sekali tahun lalu, turun 9 persen dari tahun 2009. Namun, jumlah suap yang dibayarkan kepada pejabat publik meningkat 40 persen menjadi 3,9 miliar dolar. Ini artinya warga miskin semakin kurang mampu dari sebelumnya untuk mendapatkan layanan publik.

Menurut Jean-Luc Lemahieu, kepala bidang Narkoba dan Kejahatan PBB di Afghanistan, total suap yang dibayar oleh warga Afghanistan pada tahun 2012 dua kali lipat pendapatan yang dihasilkan oleh pemerintah Afghanistan pada tahun 2010 dan 2011 untuk menyediakan pelayanan publik.

"Tak seorang pun di negara ini atau yang tertarik dengan negara ini akan menyangkal fakta bahwa korupsi adalah masalah utama yang merongrong pelayanan publik dan merupakan citra yang melekat pada pemerintah," tuturnya.

Lemahieu menunjukkan bahwa survei itu bahkan tidak memperhitungkan korupsi politik tingkat tinggi.

PBB mengatakan, korupsi mencakup penyuapan, penggelapan, penyalahgunaan kekuasaan dan nepotisme, mulai dari pejabat tinggi pemerintah sampai ke pejabat tingkat rendah yang bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat mereka sendiri.

Salah satu bidang yang mengalami peningkatan korupsi adalah pendidikan. Menurut laporan tersebut, lebih dari separuh dari mereka yang disurvei mengatakan bahwa mereka telah menyuap seorang guru tahun 2012.

Tetapi Mohammad Rafi Amini, Direktur Lembaga Anti-Korupsi Pemerintah Afghanistan, mengatakan pemerintah telah membuat beberapa kemajuan.

Ia mengatakan bahwa dalam survei ini ada bidang-bidang di mana tingkat korupsi tinggi dan bidang lain di mana tingkat korupsi rendah, dan bahkan menurun 9 persen, sehingga ia berpikir ini bisa menjadi berita positif bagi rakyat Afghanistan.

Suap adalah hal yang umum di seluruh masyarakat Afghanistan, dan laporan PBB mencatat bahwa penyuapan telah menjadi gaya hidup yang dimaklumi di negara ini. Tetapi suap yang dibayarkan kepada sektor pemerintah sejauh ini adalah hal yang paling umum.

Presiden Afghanistan Hamid Karzai menyalahkan masyarakat internasional bagi banyak korupsi, mengatakan korupsi itu skalanya jauh lebih kecil dibandingkan dengan suap besar-besaran yang dibayar oleh kontraktor asing kepada para pejabat pemerintah Afghanistan.

Menurut survei itu, warga Afghanistan menganggap masalah korupsi sebagai masalah terbesar kedua yang melanda negara itu, setelah gangguan keamanan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook