Rabu, 19 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 15:35

Berita / Dunia

PBB: Jumlah Warga Sipil yang Tewas di Afghanistan Turun 12 Persen

Misi PBB di Afghanistan mengatakan serangan udara oleh koalisi yang dipimpin Amerika menewaskan 126 warga sipil tahun lalu, penurunan hampir 50 persen dari tahun sebelumnya.

Anak-anak Afghanistan berlarian melintasi sebuah sungai kering di dekat desa Qandaro, Lembah Sungai Pech, propinsi Kunar, Afghanistan untuk menghindari tembakan (Foto: dok). Misi PBB di Afghanistan mengatakan jumlah warga sipil yang tewas di Afghanistan turun 12 persen dibanding tahun lalu.
Anak-anak Afghanistan berlarian melintasi sebuah sungai kering di dekat desa Qandaro, Lembah Sungai Pech, propinsi Kunar, Afghanistan untuk menghindari tembakan (Foto: dok). Misi PBB di Afghanistan mengatakan jumlah warga sipil yang tewas di Afghanistan turun 12 persen dibanding tahun lalu.
UKURAN HURUF - +
Laporan hari Selasa itu muncul sehari setelah Presiden Hamid Karzai melarang pasukan Afghanistan meminta bantuan pesawat udara ditengah kemarahan atas tewasnya lima anak-anak, empat orang perempuan dan seorang laki-laki dalam serangan pekan lalu.

Laporan itu mengatakan jumlah keseluruhan warga sipil yang tewas tahun 2012 turun 12 persen menjadi 2.754. Tetapi laporan itu menyatakan keprihatinan mengenai korban warga sipil dan pelanggaran hak azasi manusia, kecenderungan yang mengkhawatirkan selagi Amerika dan sekutu bersiap-siap untuk menarik pasukan tempur selambat-lambatnya akhir tahun 2014.

Laporan itu juga mengatakan Taliban dan pemberontak lainnya meningkatkan serangan terhadap warga sipil dan bertanggung jawab atas 81 persen warga sipil yang tewas tahun lalu.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Obama Dikecam Dunia Atas Program Mata-Mata - Liputan Berita VOA

Seiring pertemuan pemimpin negara-negara G8 yang kini berlangsung di Irlandia Utara, muncul pembocoran informasi baru terkait program mata-mata yang dilakukan pemerintah Obama, atas metadata email dan panggilan telpon. Program yang dilakukan untuk mencegah aksi terror ini dikecam karena dianggap melanggar hak privasi warga dunia. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA dari Washington DC.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang tentara NATO berjalan dengan kaki palsu menuju helikopter, setelah upacara serah terima keamanan dari pasukan NATO kepada pasukan Afghanistan di luar ibukota Kabul.
  • Seorang anak Bangladesh melemparkan seekor kambing dari sebuah perahu di Sungai Buriganga di Dhaka.
  • Seorang gadis mengatur boneka animasi di sebuah lapangan di Lingen, Jerman timur, menjelang upaya memecahkan rekor baru yang akan dilakukan bersama dengan sekitar 600 murid sekolah.
  • Seorang polisi militer menggunakan semprotan merica ke arah seorang pengunjuk rasa selama demonstrasi soal kondisi ekonomi di Rio de Janeiro, Brazil.
  • PM Shinzo Abe Jepang (kiri belakang) menyentuh tangan Presiden Rusia Vladimir Putin saat mereka berjalan bersama Kanselir Jerman Angela Merkel dalam acara KTT G-8 di resor Lough Erne di Enniskillen, Irlandia Utara.
  • Seorang pria membaca koran di Lapangan Royal Enclosure pada hari pertama menjelang festival balap kuda di kota Ascot, Inggris selatan.
  • Foto udara dari Paris Air Show ke-50, di bandara Le Bourget dekat Paris, Perancis.
  • Para pemain kelompok sirkus Eoloh melakukan latihan yang terbuka untuk media di gedung Nuevo Teatro Alcala di Madrid, Spanyol.
  • Para seniman melakukan atraksi pada festival api tahunan di Kyiv, Ukraina.
Lainnya