Minggu, 26 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 05:07

Berita / Dunia

PBB Desak Thailand Tak Deportasi Pengungsi Muslim Rohingya

Badan Urusan Pengungsi PBB, UNHCR, mengimbau pemerintah Thailand agar tidak mendeportasi sekelompok pengungsi Muslim Rohingya, Kamis (3/1).

Sebuah kapal bermuatan 73 orang pengungsi muslim Rohingya dikawal oleh pihak berwenang di lepas pantai Phuket, selatan Thailand (1/1).
Sebuah kapal bermuatan 73 orang pengungsi muslim Rohingya dikawal oleh pihak berwenang di lepas pantai Phuket, selatan Thailand (1/1).
UKURAN HURUF - +
Jurubicara UNHCR, Vivian Tan,  memberitahu VOA bahwa rombongan pengungsi yang kabarnya melarikan diri dari kekerasan antar-golongan agama dan penindasan di negara bagian Rakhine, Burma barat, kemungkinan akan menghadapi hukuman sekembalinya mereka di Burma.

Tan mengatakan para pejabat PBB akan mengadakan pertemuan dengan pihak berwenang Thailand hari Kamis dalam usaha untuk dapat menemui para pengungsi itu supaya dapat mengetahui siapa mereka dan apa yang mereka butuhkan.

Para pejabat Thailand mengatakan hari Rabu rombongan ke-73 orang pengungsi itu, termasuk wanita dan anak-anak, harus dipulangkan melalui jalan darat ke Burma, tetapi status mereka saat ini tidak diketahui.

Para pengungsi itu ditahan oleh pihak berwenang Thailand pekan ini setelah mereka ditemukan terkatung-katung dalam kapal kecil yang penuh penumpang di lepas pantai kota wisata Phuket, jauh dari tujuan akhir mereka, Malaysia.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya