Rabu, 01 Juni 2016 Waktu: 12:27

    Berita / Dunia

    PBB Desak Thailand Tak Deportasi Pengungsi Muslim Rohingya

    Badan Urusan Pengungsi PBB, UNHCR, mengimbau pemerintah Thailand agar tidak mendeportasi sekelompok pengungsi Muslim Rohingya, Kamis (3/1).

    Sebuah kapal bermuatan 73 orang pengungsi muslim Rohingya dikawal oleh pihak berwenang di lepas pantai Phuket, selatan Thailand (1/1).
    Sebuah kapal bermuatan 73 orang pengungsi muslim Rohingya dikawal oleh pihak berwenang di lepas pantai Phuket, selatan Thailand (1/1).
    Jurubicara UNHCR, Vivian Tan,  memberitahu VOA bahwa rombongan pengungsi yang kabarnya melarikan diri dari kekerasan antar-golongan agama dan penindasan di negara bagian Rakhine, Burma barat, kemungkinan akan menghadapi hukuman sekembalinya mereka di Burma.

    Tan mengatakan para pejabat PBB akan mengadakan pertemuan dengan pihak berwenang Thailand hari Kamis dalam usaha untuk dapat menemui para pengungsi itu supaya dapat mengetahui siapa mereka dan apa yang mereka butuhkan.

    Para pejabat Thailand mengatakan hari Rabu rombongan ke-73 orang pengungsi itu, termasuk wanita dan anak-anak, harus dipulangkan melalui jalan darat ke Burma, tetapi status mereka saat ini tidak diketahui.

    Para pengungsi itu ditahan oleh pihak berwenang Thailand pekan ini setelah mereka ditemukan terkatung-katung dalam kapal kecil yang penuh penumpang di lepas pantai kota wisata Phuket, jauh dari tujuan akhir mereka, Malaysia.

    Lihat Juga

    PBB: Jumlah Korban Tewas di Laut Tengah Naik Drastis Pekan Lalu

    Sekitar 880 migran dan pengungsi dilaporkan tewas ketika berupaya menyeberangi Laut Tengah selama pekan lalu. Selengkapnya

    Trump Kumpulkan $5,6 Juta untuk Kelompok Veteran AS

    Calon presiden Partai Republik Donald Trump mengatakan, sumbangan bernilai 5,6 juta dolar itu bisa bertambah dan “tidak satu dolarpun ” diambil sebagai biaya administratif. Selengkapnya

    Kerry Menuju Paris untuk Mulai Lagi Pembicaraan Timur Tengah

    Ada secercah harapan bagi perdamaian di Timur Tengah, dengan pernyataan Menteri Pertahanan baru Israel, Avigdor Lieberman yang mendukung solusi "dua negara untuk dua bangsa." Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Komentar-komentar
         
    Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

    Ikuti Kami