Senin, 30 Mei 2016 Waktu: 02:10

    Berita / Dunia

    PBB, AS Desak Burma Hentikan Serangan Udara di Kachin

    AS dan PBB mendesak pemerintah Burma agar menghentikan serangan udaranya terhadap pemberontak di negara bagian Kachin, Burma utara.

    Sekjen PBB Ban Ki-moon (Foto: dok).
    Sekjen PBB Ban Ki-moon (Foto: dok).
    Amerika dan PBB mendesak pemerintah Burma agar menghentikan operasi serangan udaranya terhadap pemberontak di negara bagian Kachin, Burma utara, di mana eskalasi kekerasan mengancam proses reformasi di negara itu.

    Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Victoria Nuland mengatakan Washington "sangat risau" oleh penggunaan kekuatan udara pemerintah, dan menyerukan perundingan yang akan ke arah diakhirinya pertempuran.

    Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon hari Rabu mengimbau Burma agar menahan diri dari tindakan apapun yang dapat membahayakan nyawa warga sipil atau memicu konflik lebih lanjut di negara bagian Kachin.

    Sebuah pernyataan PBB mengatakan permusuhan sekarang ini antara pasukan pemerintah dan pejuang pemberontak dari Organisasi Kemerdekaan Kachin telah menyebabkan "pengungsian besar-besaran warga sipil yang terus membutuhkan bantuan kemanusiaan."

    Dalam wawancara hari Rabu dengan VOA, seorang juru bicara pemerintah mengakui bahwa "jet-jet pelatihan" digunakan dalam serangan terhadap posisi pemberontak dalam pertempuran yang dimulai pekan lalu. Pejabat-pejabat lain pada awalnya membantah dilancarkannya serangan-serangan itu.

    Lihat Juga

    Keluarga Sopir Taksi Pakistan yang Tewas Gugat Pejabat AS

    Keluarga seorang sopir taksi, yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak Amerika pekan lalu terhadap pemimpin Taliban Afghanistan, telah dengan resmi mengadukan para pejabat Amerika yang tidak disebut namanya kepada kepolisian. Selengkapnya

    Pasukan Keamanan Irak Kepung Fallujah

    Fallujah, satu basis Sunni, telah dikuasai ISIS lebih lama daripada kota lain di Irak, dan laskarnya diyakini telah sangat bercokol kuat di kota tersebut. Selengkapnya

    WHO: Afrika Barat Lebih Mampu Tanggulangi Wabah Masa Depan

    Ebola telah membunuh lebih dari 11 ribu orang dalam 3 negara Afrika Barat yang paling berat dilanda wabah itu sebelum waktunya WHO menyatakan penularan virus Ebola sudah berakhir menjelang akhir tahun lalu. Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Komentar-komentar
         
    Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

    Ikuti Kami