Rabu, 26 Nopember 2014 Waktu UTC: 06:23

Berita / Politik

Kenya Kerahkan Pasukan untuk Buru Pembunuh 40 Polisi

Pemerintah Kenya telah mengirim pasukan ke wilayah Barat Laut Negara itu, di mana lebih dari 40 polisi tewas, dalam sebuah penyerbuan akhir minggu lalu.

Kepala Polisi Kenya, Mathew Kirai Iteere memberikan keterangan pers. Kenya menuduh pencuri ternak Turkana melakukan serangan yang menewaskan lebih dari 40 polisi (13/11).
Kepala Polisi Kenya, Mathew Kirai Iteere memberikan keterangan pers. Kenya menuduh pencuri ternak Turkana melakukan serangan yang menewaskan lebih dari 40 polisi (13/11).
Gabe Joselow
Kenya mengirim pasukan ke wilayah barat laut negara itu, di mana lebih dari 40 polisi tewas, dalam sebuah penyerbuan akhir minggu lalu. Pasukan Pertahanan Kenya (KDF) mulai menyisir daerah-daerah di kabupaten Samburu, untuk mencari pencuri ternak Turkana, yang dituduh sebagai pelaku serangan mematikan terhadap polisi-polisi itu.
 
Dewan Keamanan Nasional Kenya memerintahkan pengiriman pasukan itu guna membantu polisi yang kalah ketika disergap di Lembah Suguta hari Sabtu lalu.
 
Sewaktu helikopter militer mulai mengitari wilayah itu Kamis lalu, ratusan penduduk mulai melarikan diri dari daerah Samburu, takut menjadi sasaran serangan militer itu.
 
Seorang anggota parlemen dari Turkana, Josephat Nanok, mencela operasi itu, disamping dua anggota lainnya dari wilayah itu, dalam sebuah konferensi pers hari Kamis.  
 
“Sekarang ini pasukan KDF telah digelar ke seluruh Turkana dan Samburu. Penduduk setempat khawatir kalau anak-anak, perempuan, dan remaja tak berdosa akan tersiksa. Pengerahan itu adalah tindakan yang salah, karena membuktikan bahwa aparat keamanan dalam negeri gagal total,” ujarnya.
 
Jurubicara Kementrian Pertahanan, Bogita Ongeri mengatakan kepada VOA bahwa pengerahan pasukan itu perlu. Katanya, serangan terhadap polisi itu tidak dapat dianggap remeh.
Ia menyatakan, pasukan itu mendapat petunjuk dari pihak berwenang setempat, dan tujuan mereka menemukan siapa yang bertanggungjawab atas pembunuhan itu.
 
“Kami tidak mengincar penduduk dalam operasi semacam ini, sebab penjahat adalah penjahat, dan kami menghadapi penjahat, bukan penduduk sipil yang tak berdosa,” tegas Ongeri.
 
Untuk meyakinkan para politisi yang cemas, Ongeri mengatakan, KDF bekerja sama dengan pemerintah lokal dan provinsi, serta mengikuti peraturan ketat yang berlaku.
 
Apabila sampai pada soal hak azasi manusia, pasukan Keamanan Kenya mempunyai rekam jejak yang buruk.
 
Human Rights Watch yang berkantor di Amerika menuduh militer dan polisi secara paksa “melenyapkan” ratusan orang selama operasi keamanan, menyusul pemberotakan di daerah Mount Elgon pada tahun 2008.
 
Baru saja bulan lalu, Human Rights Watch mengatakan, pemerintah Kenya seharusnya menyelidiki yang dituduhkan selaku  serangan polisi terhadap sejumlah desa di provinsi timur laut.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook