Sabtu, 25 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 05:55

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Partai Tamil Sri Langka Desak PBB Adakan Penyelidikan Internasional

Anggota badan legislatif dari Aliansi Tamil Nasional mengatakan bahwa PBB harus menebus kegagalannya dengan memulai penyelidikan internasional mengenai kematian 40 ribu warga sipil suku Tamil tahun 2009, Jumat (16/11)

Seorang warga Tamil mengamati anggota tentara Sri Lanka yang sedang menggelar operasi pencarian di Jaffna pasca perang saudara di wilayah itu (Foto: dok). Partai utama suku Tamil mendesak PBB agar menebus kegagalan yang telah diakuinya dalam upaya melindungi warga sipil Tamil dengan memulai penyelidikan internasional (16/11).
Seorang warga Tamil mengamati anggota tentara Sri Lanka yang sedang menggelar operasi pencarian di Jaffna pasca perang saudara di wilayah itu (Foto: dok). Partai utama suku Tamil mendesak PBB agar menebus kegagalan yang telah diakuinya dalam upaya melindungi warga sipil Tamil dengan memulai penyelidikan internasional (16/11).
UKURAN HURUF - +
Partai utama suku Tamil Sri Langka mendesak PBB agar menebus kegagalan yang telah diakuinya dalam upaya melindungi warga sipil di bulan-bulan terakhir perang saudara di negara itu, dengan memulai penyelidikan internasional mengenai kematian warga sipil.

Laporan PBB yang dirilis hari Rabu mengatakan badan dunia itu mengambil langkah-langkah yang tidak memadai dan menyebutnya telah mengalami kegagalan besar dalam upaya melindungi warga sipil dalam bulan-bulan terakhir perang saudara itu.

Laporan terpisah PBB yang dirilis tahun lalu mengatakan sampai 40 ribu warga sipil suku Tamil disinyalir telah tewas dalam bulan-bulan terakhir konflik yang berakhir bulan Mei 2009 tersebut.

M.A. Sumanthiran, seorang anggota badan legislatif dari Aliansi Tamil Nasional, mengatakan hari Jumat (16/11) bahwa PBB harus menebus kegagalannya dengan memulai penyelidikan internasional mengenai kematian warga sipil tersebut.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Usher-Justin Bieber dan Konser The Rolling Stones - VOA untuk Insert

Setelah menggelar konsernya di London dan Paris akhir tahun lalu, kelompok band kawakan "The Rolling Stones" mulai menggelar konsernya di 17 tempat di Amerika. Dalam episode kali ini, Vina Mubtadi juga mengajak pemirsa untuk menyimak kabar gugatan sebesar $10 Juta kepada Usher dan Justin Bieber atas tuduhan menjiplak lagu "Somebody To Love" ciptaan Devin Copeland dan Mareio Overton.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya