Sabtu, 01 Agustus 2015 Waktu: 16:46

Berita / AS / Pemilu AS

Partai Republik di Kongres AS Dorong Voting RUU Imigrasi

Anggota DPR AS dari Partai Republik yang masih merasakan kepedihan karena kecilnya dukungan warga Hispanik dalam pilpres lalu berencana mengadakan voting RUU Imigrasi pekan depan.

Pendatang dari Amerika Latin di sebuah kantor keimigrasian di Los Angeles, California (foto: dok).
Pendatang dari Amerika Latin di sebuah kantor keimigrasian di Los Angeles, California (foto: dok).
RUU imigrasi tersebut akan memperpanjang visa bagi mahasiswa asing jurusan sains dan teknologi dan akan membuat lebih mudah bagi pemegang green card atau izin menetap dan bekerja untuk membawa ke Amerika anggota keluarga langsung. 

Para pemimpin Partai Republik mengemukakan dengan jelas setelah pemilu bahwa partai itu siap untuk bersungguh-sungguh mengenai perombakan sistim imigrasi yang tidak begitu berfungsi di Amerika, salah satu prioritas utama bagi komunitas Hispanik. Mengadakan voting atas apa yang disebut STEM Jobs Act (undang-undang yang memberikan kesempatan kerja di Amerika bagi lulusan perguruan tinggi jurusan sains, teknologi, teknik, dan matematika) semasa sesi lame-duck, atau masa bakti yang akan segera berakhir, dapat dipandang sebagai langkah pertama ke arah itu.

DPR Amerika mengadakan pemungutan suara untuk RUU STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika) bulan September, tetapi berdasarkan prosedur yang mengharuskan mayoritas dua per tiga. RUU itu tidak berhasil lolos, setelah lebih dari 80 persen anggota DPR dari Partai Demokrat menentangnya karena dianggap menaikkan jumlah visa bagi warga asing lulusan teknologi tinggi dengan melenyapkan program visa lain yang tersedia bagi warga asing yang tidak berpendidikan tinggi, banyak di antaranya dari Afrika.

Partai Republik kali ini mengubah formula itu dengan menambahkan sebuah pasal yang telah lama dikehendaki oleh sebagian aktivis imigrasi yaitu memperluas program yang memungkinkan pasangan dan anak-anak pemegang green card atau kartu hijau, untuk menunggu di Amerika sampai permohonan kartu hijau mereka sendiri dikabulkan.

Sekitar 80.000 kartu hijau berbasis keluarga ini dialokasikan setiap tahun, tetapi kini ada sekitar 322.000 suami, istri dan anak-anak yang menunggu dalam kategori ini, dan rata-rata orang harus menunggu lebih dari dua tahun untuk bisa berkumpul dengan keluarga mereka. Di masa lalu masa tunggu itu bisa sampai enam tahun.

Usulan DPR itu akan memungkinkan anggota keluarga datang di Amerika setahun setelah mereka mengajukan permohonan bagi kartu hijau mereka, tetapi mereka tidak boleh bekerja sampai benar-benar memperoleh kartu tersebut. Hal ini berlaku bagi semua keluarga pemegang kartu hijau yang menikah setelah mendapat izin tinggal mereka.

Bruce Morrison, seorang mantan anggota Kongres dari Partai Demokrat mewakili Connecticut yang memimpin subkomisi imigrasi di DPR dan merancang sebuah undang-undang imigrasi tahun 1990, mengatakan RUU itu tidak akan meningkatkan jumlah kartu hijau dan juga tidak akan memberi orang kartu hijau lebih cepat. Tetapi orang akan “memperoleh manfaat terpenting karena dapat tinggal secara legal di Amerika bersama suami atau isteri mereka."

Demo pro-imigrasi di kota New York (foto: dok).Demo pro-imigrasi di kota New York (foto: dok).
x
Demo pro-imigrasi di kota New York (foto: dok).
Demo pro-imigrasi di kota New York (foto: dok).
Morrison, seorang pelobi kebijakan imigrasi yang berjuang bagi kelompok-kelompok seperti American Families United, menyebut RUU itu sebuah batu loncatan menuju reformasi imigrasi yang lebih komprehensif. Bahwa para anggota Kongres dari Partai Republik yang memulainya, "bagi saya hal itu adalah isyarat positif bahwa mereka serius membahas hal ini," katanya.

Megan Whittemore, juru bicara Pemimpin Mayoritas DPR Eric Cantor dari Partai Republik mewakili negara bagian Virginia, seorang pendukung utama Undang-Undang STEM, mengatakan RUU itu "ramah keluarga, membantu pasangan dan anak-anak di bawah umur yang terpisah dari keluarga mereka sampai waktu yang lama sekali."

RUU itu kali ini akan dibahas sesuai prosedur normal yang hanya membutuhkan suara mayoritas, dan hampir pasti lolos di DPR pimpinan Partai Republik masih harus ditunggu apakah RUU itu akan mendapat cukup dukungan dari Partai Demokrat untuk memberinya momentum sewaktu dibawa ke Senat yang dikuasai oleh Partai Demokrat.

RUU itu nantinya akan memberi 55.000 kartu hijau per tahun kepada lulusan doktor dan master dalam bidang STEM tersebut. RUU yang didukung kuat oleh perusahaan-perusahaan teknologi tinggi Amerika akan mempermudah orang yang belajar di Amerika menggunakan keterampilan mereka untuk bekerja bagi perusahaan-perusahaan Amerika.

Tapi rancangan undang-undang itu masih akan melenyapkan Diversity Visa Lottery Program (program lotere visa imigran) yang memberi 55.000 kartu hijau per tahun bagi mereka yang berasal dari negara-negara, termasuk banyak yang di Afrika, yang secara tradisional rendah tingkat imigrasinya ke Amerika. Hal itu segera ditentang oleh Kaukus Hispanik DPR dan Kaukus Keturunan Afrika serta Kaukus keturunan Asia Pasifik di Kongres Amerika bulan September lalu.

Ketiga kaukus itu mengatakan Partai Republik berusaha meningkatkan imigrasi legal bagi orang yang mereka inginkan dengan mengakhiri imigrasi bagi orang-orang yang tidak mereka inginkan.

Crystal Williams, direktur eksekutif Perhimpunan Pengacara Imigrasi Amerika, mengatakan RUU itu merupakan pesan dari Partai Republik bahwa "mereka siap berbicara tentang reformasi imigrasi."

Tetapi ia menyatakan ia ragu RUU itu akan lolos di Senat semasa sesi pendek lame-duck ini. Orang "sekarang mulai berpikir tentang reformasi lebih luas," katanya, dengan menambahkan bahwa RUU terbatas yang tidak meningkatkan jumlah pemberian visa tidak akan mendapat banyak dukungan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
i
|| 0:00:00
...  
🔇
X
  • Bulan purnama yang dikenal dengan nama Bulan Biru, terlihat di samping Patung Liberty di New York. Bulan Biru adalah bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan, sesuatu yang sangat jarang terjadi.
  • Warga setempat menampilkan berbagai atraksi sebelum pengumuman tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2022, di sebuah lapangan di kabupaten ​Chongli, provinsi ​Zhangjiakou, yang juga akan menjamu peserta Olimpiade bersama dengan Beijing. Beijing menjadi kota pertama yang pernah dipilih untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas, dan kini, Olimpiade Musim Dingin.
  • Angelina Jolie, kanan, memberi hormat kepada para biksu cilik Budha saat tiba di sebuah biara untuk bertemu dengan pemimpin agama dari Kelompok Lintas Agama Myanmar di Yangon. Aktris Hollywood ini tiba di Myanmar untuk kunjungannya ke negara ini, Kamis, untuk mempelajari lebih lanjut situasi di negara ini dan mengimbau upaya membangun masa depan yang damai dan mengikutsertakan semua rakyatnya.
  • Seorang pria Palestina menginspeksi sebuah rumah yang hancur akibat serangan yang diduga dilakukan oleh kelompok ekstremis Yahudi di desa Dima dekat Tepi Barat di kota Nablus. Kebakaran di sebuah rumah menewaskan seorang bayi 18 bulan dan melukai sejumlah orang lainnya, sebuah tindakan yang disebut oleh perdana menteri Israel sebagai aksi terorisme.
  •  ​Tania Cagnotto dari Italia terlihat di bawah air pada nomor pertandingan semifinal loncat indah ​dalam Kejuaraaan Dunia Olahraga Air di Kazan, Rusia.
  • Lava mengalir dari gunung berapi ​Piton de la Fournaise di pulau Reunion di Samudera India. ​Piton de la Fournaise mulai meletus pukul 10 pagi waktu setempat.
  • Seorang pria Nepal berdiri di sebuah jembatan yang hanyut oleh banjir di T​hulakhet, dekat Pokhara di Nepal.
  • Matahari bersinar di tengah asap dari kebakaran hutan di Lower Lake, California. Lebih dari 900 pemadam kebakaran berupa memadamkan api yang membakar wilayah seluas lebih dari 6.000 hektar sejak kebakaran dimulai hari Rabu. 
  • Seorang petugas TPS menanti pemilih di ​ Antananarivo dalam pemilu daerah di Madagaskar. Sekitar ​1.695 kelompok akan menyalurkan suara mereka untuk memilih walikota dan anggota dewan setempat, sebuah ujian bagi Presiden ​Hery Rajaonarimampianina yang mungkin akan mendapati lawan-lawan politiknya memenangkan kursi walikota di ibukota negara kepulauan ini.
  • Model-model memperagakan hasil karya desainer Anju Modi pada Pekan ​Amazon India Couture 2015 di New Delhi, India.
  • Seorang perempuan berdiri di paviliun Britania Raya pada Expo 2015 di Rho, dekat Milan, Italia.
  • Anjing gembala Glenn mengejar seekor domba Suffolk campuran di tengah ujian nasional bagi anjing gembala Welsh di ​Llanvetherine, Wales.
  • Balon udara panas terbang di atas pangkalan udara Chambley, Perancis timur laut, pada festival internasional balon udara panas di Hageville.
  • Seorang anak perempuan bermain di dalam mulut dinosaurus pada pembukaan Taman Dinosaurus di Minsk, Belarusia.
Galeri Foto

Galeri Foto 31 Juli 2015

Video

Video Pramuka AS Cabut Larangan untuk Gay Jadi Anggota Pramuka

Keputusan Organisasi Pramuka AS mencabut larangannya terhadap komunitas gay yang ingin bergabung menuai respon. Pramuka di tingkat lokal yang berhubungan dengan kelompok religious akhirnya diberikan kebebasan untuk mengambil keputusan dalam menentukan keterlibatan gay dalam aktivitas mereka.
Video

Video Pencucian Dana Haram Lewat Pasar Properti London

Milyaran dolar uang haram hasil kejahatan, terutama dari Rusia, dipakai dalam pencucian uang melalui pasar properti di London, Inggris, menurut kalangan aktivis anti-korupsi. Pemerintah Inggris sendiri telah menyatakan tekadnya untuk membasmi praktek pencucian uang melalui properti itu.
Video

Video Betsy Cory, Perenang Olimpiade Tuna Grahita AS

Olimpiade Khusus Penyandang Cacat Tuna Grahita berlangsung bulan Juli di Los Angeles. Enam ribu lima ratus atlet dari 135 negara berlaga, termasuk Betsy Cory, perenang Amerika yang bertanding di nomor gaya punggung, bebas dan estafet. Simak cerita Betsy seputar kompetisi internasional berikut ini.
Video

Video 35 Korban Bill Cosby di Sampul Majalah New York

Majalah New York jadi Trending Topic di AS karena sampulnya menampilkan 35 perempuan yang mengaku jadi korban Bill Cosby.
 Aktivitas di Facebook