Minggu, 01 Februari 2015 Waktu: 05:37

Berita / AS / Pemilu AS

Partai Republik di Kongres AS Dorong Voting RUU Imigrasi

Anggota DPR AS dari Partai Republik yang masih merasakan kepedihan karena kecilnya dukungan warga Hispanik dalam pilpres lalu berencana mengadakan voting RUU Imigrasi pekan depan.

Pendatang dari Amerika Latin di sebuah kantor keimigrasian di Los Angeles, California (foto: dok).
Pendatang dari Amerika Latin di sebuah kantor keimigrasian di Los Angeles, California (foto: dok).
RUU imigrasi tersebut akan memperpanjang visa bagi mahasiswa asing jurusan sains dan teknologi dan akan membuat lebih mudah bagi pemegang green card atau izin menetap dan bekerja untuk membawa ke Amerika anggota keluarga langsung. 

Para pemimpin Partai Republik mengemukakan dengan jelas setelah pemilu bahwa partai itu siap untuk bersungguh-sungguh mengenai perombakan sistim imigrasi yang tidak begitu berfungsi di Amerika, salah satu prioritas utama bagi komunitas Hispanik. Mengadakan voting atas apa yang disebut STEM Jobs Act (undang-undang yang memberikan kesempatan kerja di Amerika bagi lulusan perguruan tinggi jurusan sains, teknologi, teknik, dan matematika) semasa sesi lame-duck, atau masa bakti yang akan segera berakhir, dapat dipandang sebagai langkah pertama ke arah itu.

DPR Amerika mengadakan pemungutan suara untuk RUU STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika) bulan September, tetapi berdasarkan prosedur yang mengharuskan mayoritas dua per tiga. RUU itu tidak berhasil lolos, setelah lebih dari 80 persen anggota DPR dari Partai Demokrat menentangnya karena dianggap menaikkan jumlah visa bagi warga asing lulusan teknologi tinggi dengan melenyapkan program visa lain yang tersedia bagi warga asing yang tidak berpendidikan tinggi, banyak di antaranya dari Afrika.

Partai Republik kali ini mengubah formula itu dengan menambahkan sebuah pasal yang telah lama dikehendaki oleh sebagian aktivis imigrasi yaitu memperluas program yang memungkinkan pasangan dan anak-anak pemegang green card atau kartu hijau, untuk menunggu di Amerika sampai permohonan kartu hijau mereka sendiri dikabulkan.

Sekitar 80.000 kartu hijau berbasis keluarga ini dialokasikan setiap tahun, tetapi kini ada sekitar 322.000 suami, istri dan anak-anak yang menunggu dalam kategori ini, dan rata-rata orang harus menunggu lebih dari dua tahun untuk bisa berkumpul dengan keluarga mereka. Di masa lalu masa tunggu itu bisa sampai enam tahun.

Usulan DPR itu akan memungkinkan anggota keluarga datang di Amerika setahun setelah mereka mengajukan permohonan bagi kartu hijau mereka, tetapi mereka tidak boleh bekerja sampai benar-benar memperoleh kartu tersebut. Hal ini berlaku bagi semua keluarga pemegang kartu hijau yang menikah setelah mendapat izin tinggal mereka.

Bruce Morrison, seorang mantan anggota Kongres dari Partai Demokrat mewakili Connecticut yang memimpin subkomisi imigrasi di DPR dan merancang sebuah undang-undang imigrasi tahun 1990, mengatakan RUU itu tidak akan meningkatkan jumlah kartu hijau dan juga tidak akan memberi orang kartu hijau lebih cepat. Tetapi orang akan “memperoleh manfaat terpenting karena dapat tinggal secara legal di Amerika bersama suami atau isteri mereka."

Demo pro-imigrasi di kota New York (foto: dok).Demo pro-imigrasi di kota New York (foto: dok).
x
Demo pro-imigrasi di kota New York (foto: dok).
Demo pro-imigrasi di kota New York (foto: dok).
Morrison, seorang pelobi kebijakan imigrasi yang berjuang bagi kelompok-kelompok seperti American Families United, menyebut RUU itu sebuah batu loncatan menuju reformasi imigrasi yang lebih komprehensif. Bahwa para anggota Kongres dari Partai Republik yang memulainya, "bagi saya hal itu adalah isyarat positif bahwa mereka serius membahas hal ini," katanya.

Megan Whittemore, juru bicara Pemimpin Mayoritas DPR Eric Cantor dari Partai Republik mewakili negara bagian Virginia, seorang pendukung utama Undang-Undang STEM, mengatakan RUU itu "ramah keluarga, membantu pasangan dan anak-anak di bawah umur yang terpisah dari keluarga mereka sampai waktu yang lama sekali."

RUU itu kali ini akan dibahas sesuai prosedur normal yang hanya membutuhkan suara mayoritas, dan hampir pasti lolos di DPR pimpinan Partai Republik masih harus ditunggu apakah RUU itu akan mendapat cukup dukungan dari Partai Demokrat untuk memberinya momentum sewaktu dibawa ke Senat yang dikuasai oleh Partai Demokrat.

RUU itu nantinya akan memberi 55.000 kartu hijau per tahun kepada lulusan doktor dan master dalam bidang STEM tersebut. RUU yang didukung kuat oleh perusahaan-perusahaan teknologi tinggi Amerika akan mempermudah orang yang belajar di Amerika menggunakan keterampilan mereka untuk bekerja bagi perusahaan-perusahaan Amerika.

Tapi rancangan undang-undang itu masih akan melenyapkan Diversity Visa Lottery Program (program lotere visa imigran) yang memberi 55.000 kartu hijau per tahun bagi mereka yang berasal dari negara-negara, termasuk banyak yang di Afrika, yang secara tradisional rendah tingkat imigrasinya ke Amerika. Hal itu segera ditentang oleh Kaukus Hispanik DPR dan Kaukus Keturunan Afrika serta Kaukus keturunan Asia Pasifik di Kongres Amerika bulan September lalu.

Ketiga kaukus itu mengatakan Partai Republik berusaha meningkatkan imigrasi legal bagi orang yang mereka inginkan dengan mengakhiri imigrasi bagi orang-orang yang tidak mereka inginkan.

Crystal Williams, direktur eksekutif Perhimpunan Pengacara Imigrasi Amerika, mengatakan RUU itu merupakan pesan dari Partai Republik bahwa "mereka siap berbicara tentang reformasi imigrasi."

Tetapi ia menyatakan ia ragu RUU itu akan lolos di Senat semasa sesi pendek lame-duck ini. Orang "sekarang mulai berpikir tentang reformasi lebih luas," katanya, dengan menambahkan bahwa RUU terbatas yang tidak meningkatkan jumlah pemberian visa tidak akan mendapat banyak dukungan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
i
|| 0:00:00
...  
🔇
X
  • Seorang polisi Ukraina memeluk istrinya dalam sebuah upacara di Kharkiv, Ukraina Timur laut, sebelum keberangkatannya ke wilayah timur negara itu di mana ia akan ambil bagian dalam 'Operasi Anti-Teroris'.
  • Pemandangan dalam ruang Dewan Perwakilan Italia saat dimulainya pemungutan suara untuk pemilihan presiden baru di Roma. Anggota parlemen gagal memilih presiden baru dalam putaran pertama pada hari Kamis, menyebabkan Perdana Menteri Matteo Renzi berharap meloloskan kandidatnya hanya pada seperempat putaran ketika ambang batas suara yang diperlukan lebih rendah.

     
  • Kerabat dari pilot Yordania, Muath al-Kasaesbeh, yang ditawan ISIS,  memasang poster pilot tersebut di depan markas baru mereka di Amman. Jepang dan Yordania berada pada situasi sulit hari Jumat  untuk mencari tahu nasib dua warga negara mereka yang ditahan oleh ISIS, setelah berlalunya tenggat waktu untuk pembebasan seorang teroris yang akan dihukum mati di Amman.

     
  • Tentara keamanan perbatasan India (BSF) berpartisipasi dalam parade di Humhama, di pinggiran Srinagar. Sekitar 333 anggota polisi baru secara resmi dilantik sebagai anggota BSF setelah menyelesaikan 44 minggu pelatihan.

     
  • Musa (25 tahun) seorang penembak jitu Kurdi, duduk di reruntuhan kota Kobani, Suriah, juga dikenal sebagai Ain al-Arab. Pasukan Kurdi merebut kembali kota perbatasan Turki itu pada 26 Januari yang menjadi simbul pukulan bagi para Jihadis yang telah menduduki banyak wilayah dalam serangan mereka di Suriah dan Irak.

     
  • Kapal 'Havengore', yang pernah membawa peti Winston Churchill di sepanjang Sungai Thames, kembali melakukan perjalanan yang sama dengan membawa anggota keluarga Churchill untuk  menandai peringatan 50 tahun pemakamannya di London.

     
  • Seorang aktivis Palestina, Lema Nazeeh, beradu pendapat dengan seorang tentara Israel dalam bentrokan antara pasukan keamanan dan warga Palestina dari desa Bilin di Tepi Barat, setelah terjadi unjuk rasa memprotes pemukiman Israel, di Bilin, Ramallah barat.

     
  • Tank-tank tentara Georgia ambil bagian dalam latihan militer di dekat pangkalan militer Vaziani dekat ibukota Georgia, Tbilisi.  Deputi NATO Sekretaris-Jenderal Alexander Vershbow tiba di Tbilisi untuk kunjungan dua hari yang bertujuan untuk melihat prospek Georgia berintegrasi dalam aliansi NATO.

     
  • Pemain golf Irlandia Utara Rory McIlroy melakukan pukulan dalam  putaran kedua Turnamen Omega Dubai Desert Classic 2015, di Dubai, Uni Emirat Arab.

     
  • Seorang pria berjalan di antara patung es karya seniman Peter Regli 'Monster Salju Realitas Gangguan No 320 ' dekat Gedung Flatiron di New York.

     
  • Para siswi India dari SMA Putri Saint Francis membentuk kata 'Perdamaian'  saat berpartisipasi dalam unjuk rasa 'Perdamaian dan Anti- Kekerasan ' di Secunderabad, pada ulang tahun ke-67 pembunuhan terhadap Mahatma Gandhi.

     
  • Seekor kucing liar Eropa bersembunyi dan tidur di sebuah lubang di kebun binatang Duisburg, Jerman. Jerman saat ini menghadapi musim salju dan suhu dingin di sekitar titik beku.

     
  • Pendukung tim Qatar bersorak sebelum pertandingan semi-final Kejuaraan Dunia Bola Tangan Pria ke-24 antara Qatar dan Polandia di aula serbaguna Lusail di Doha.

     
  • Seorang perempuan berjalan melalui hutan bersalju di Gunung Grosser Feldberg di wilayah Taunus dekat Frankfurt am Main, Jerman bagian barat.

     
Video

Video VOA Pop News

Setelah menggondol piala Golden Globes dan SAG, apakah Eddie Redmayne akan menggondol Oscar juga sebagai Aktor Terbaik 2015? Simak VOA Pop News kali ini, bersama Debbie Sumual-Patlis.
Video

Video Sulap Untuk Pengobatan

Sulap, selain untuk menghibur penonton, ternyata juga dapat menjadi alternatif untuk pengobatan. Seperti apa? Saksikan liputan menarik "Kampung Amerika" bersama Cak Supri Yono berikut ini. Acara ini disajikan dalam bahasa Jawa untuk pemirsa JTV Jawa Timur.
Video

Video Seruan WNI di AS Untuk Jokowi

Kontroversi menyangkut penunjukan Kapolri dan konflik dengan KPK tak luput dari perhatian internasional, termasuk media dan pengamat di Amerika Serikat. Sementara para pendukung presiden jokowi di Amerika berharap, presiden dapat melewati krisis. Selengkapnya simak liputan Tim VOA berikut ini.
Video

Video Bensin Murah, Penjualan Otomotif Bergairah

Produsen otomotif Amerika akan menerbitkan laporan penjualan. Diperkirakan, jumlah penjualan mobil bisa meningkat 13 persen berkat turunnya harga minyak dunia yang berakibat murahnya harga bensin di AS.
 Aktivitas di Facebook