Senin, 22 Desember 2014 Waktu: 00:16

Berita / AS / Pemilu AS

Partai Republik di Kongres AS Dorong Voting RUU Imigrasi

Anggota DPR AS dari Partai Republik yang masih merasakan kepedihan karena kecilnya dukungan warga Hispanik dalam pilpres lalu berencana mengadakan voting RUU Imigrasi pekan depan.

Pendatang dari Amerika Latin di sebuah kantor keimigrasian di Los Angeles, California (foto: dok).
Pendatang dari Amerika Latin di sebuah kantor keimigrasian di Los Angeles, California (foto: dok).
RUU imigrasi tersebut akan memperpanjang visa bagi mahasiswa asing jurusan sains dan teknologi dan akan membuat lebih mudah bagi pemegang green card atau izin menetap dan bekerja untuk membawa ke Amerika anggota keluarga langsung. 

Para pemimpin Partai Republik mengemukakan dengan jelas setelah pemilu bahwa partai itu siap untuk bersungguh-sungguh mengenai perombakan sistim imigrasi yang tidak begitu berfungsi di Amerika, salah satu prioritas utama bagi komunitas Hispanik. Mengadakan voting atas apa yang disebut STEM Jobs Act (undang-undang yang memberikan kesempatan kerja di Amerika bagi lulusan perguruan tinggi jurusan sains, teknologi, teknik, dan matematika) semasa sesi lame-duck, atau masa bakti yang akan segera berakhir, dapat dipandang sebagai langkah pertama ke arah itu.

DPR Amerika mengadakan pemungutan suara untuk RUU STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika) bulan September, tetapi berdasarkan prosedur yang mengharuskan mayoritas dua per tiga. RUU itu tidak berhasil lolos, setelah lebih dari 80 persen anggota DPR dari Partai Demokrat menentangnya karena dianggap menaikkan jumlah visa bagi warga asing lulusan teknologi tinggi dengan melenyapkan program visa lain yang tersedia bagi warga asing yang tidak berpendidikan tinggi, banyak di antaranya dari Afrika.

Partai Republik kali ini mengubah formula itu dengan menambahkan sebuah pasal yang telah lama dikehendaki oleh sebagian aktivis imigrasi yaitu memperluas program yang memungkinkan pasangan dan anak-anak pemegang green card atau kartu hijau, untuk menunggu di Amerika sampai permohonan kartu hijau mereka sendiri dikabulkan.

Sekitar 80.000 kartu hijau berbasis keluarga ini dialokasikan setiap tahun, tetapi kini ada sekitar 322.000 suami, istri dan anak-anak yang menunggu dalam kategori ini, dan rata-rata orang harus menunggu lebih dari dua tahun untuk bisa berkumpul dengan keluarga mereka. Di masa lalu masa tunggu itu bisa sampai enam tahun.

Usulan DPR itu akan memungkinkan anggota keluarga datang di Amerika setahun setelah mereka mengajukan permohonan bagi kartu hijau mereka, tetapi mereka tidak boleh bekerja sampai benar-benar memperoleh kartu tersebut. Hal ini berlaku bagi semua keluarga pemegang kartu hijau yang menikah setelah mendapat izin tinggal mereka.

Bruce Morrison, seorang mantan anggota Kongres dari Partai Demokrat mewakili Connecticut yang memimpin subkomisi imigrasi di DPR dan merancang sebuah undang-undang imigrasi tahun 1990, mengatakan RUU itu tidak akan meningkatkan jumlah kartu hijau dan juga tidak akan memberi orang kartu hijau lebih cepat. Tetapi orang akan “memperoleh manfaat terpenting karena dapat tinggal secara legal di Amerika bersama suami atau isteri mereka."

Demo pro-imigrasi di kota New York (foto: dok).Demo pro-imigrasi di kota New York (foto: dok).
x
Demo pro-imigrasi di kota New York (foto: dok).
Demo pro-imigrasi di kota New York (foto: dok).
Morrison, seorang pelobi kebijakan imigrasi yang berjuang bagi kelompok-kelompok seperti American Families United, menyebut RUU itu sebuah batu loncatan menuju reformasi imigrasi yang lebih komprehensif. Bahwa para anggota Kongres dari Partai Republik yang memulainya, "bagi saya hal itu adalah isyarat positif bahwa mereka serius membahas hal ini," katanya.

Megan Whittemore, juru bicara Pemimpin Mayoritas DPR Eric Cantor dari Partai Republik mewakili negara bagian Virginia, seorang pendukung utama Undang-Undang STEM, mengatakan RUU itu "ramah keluarga, membantu pasangan dan anak-anak di bawah umur yang terpisah dari keluarga mereka sampai waktu yang lama sekali."

RUU itu kali ini akan dibahas sesuai prosedur normal yang hanya membutuhkan suara mayoritas, dan hampir pasti lolos di DPR pimpinan Partai Republik masih harus ditunggu apakah RUU itu akan mendapat cukup dukungan dari Partai Demokrat untuk memberinya momentum sewaktu dibawa ke Senat yang dikuasai oleh Partai Demokrat.

RUU itu nantinya akan memberi 55.000 kartu hijau per tahun kepada lulusan doktor dan master dalam bidang STEM tersebut. RUU yang didukung kuat oleh perusahaan-perusahaan teknologi tinggi Amerika akan mempermudah orang yang belajar di Amerika menggunakan keterampilan mereka untuk bekerja bagi perusahaan-perusahaan Amerika.

Tapi rancangan undang-undang itu masih akan melenyapkan Diversity Visa Lottery Program (program lotere visa imigran) yang memberi 55.000 kartu hijau per tahun bagi mereka yang berasal dari negara-negara, termasuk banyak yang di Afrika, yang secara tradisional rendah tingkat imigrasinya ke Amerika. Hal itu segera ditentang oleh Kaukus Hispanik DPR dan Kaukus Keturunan Afrika serta Kaukus keturunan Asia Pasifik di Kongres Amerika bulan September lalu.

Ketiga kaukus itu mengatakan Partai Republik berusaha meningkatkan imigrasi legal bagi orang yang mereka inginkan dengan mengakhiri imigrasi bagi orang-orang yang tidak mereka inginkan.

Crystal Williams, direktur eksekutif Perhimpunan Pengacara Imigrasi Amerika, mengatakan RUU itu merupakan pesan dari Partai Republik bahwa "mereka siap berbicara tentang reformasi imigrasi."

Tetapi ia menyatakan ia ragu RUU itu akan lolos di Senat semasa sesi pendek lame-duck ini. Orang "sekarang mulai berpikir tentang reformasi lebih luas," katanya, dengan menambahkan bahwa RUU terbatas yang tidak meningkatkan jumlah pemberian visa tidak akan mendapat banyak dukungan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
i
|| 0:00:00
...  
🔇
X
  • Javier Yanez berdiri di balkon rumahnya dimana ia menggantung bendera Amerika Serikat dan bendera Kuba di Old Havana, Kuba. Setelah pengumuman mengejutkan pada hari Rabu mengenai pemulihan hubungan diplomatik antara Kuba dan AS, banyak warga Kuba menyatakan harapan bahwa itu berarti dibukanya akses yang lebih besar pada pekerjaan dan terangkatnya perekonomian mereka yang terpuruk.

     
  • Seorang legislator Pakistan menaruh bunga di sebuah lokasi peringatan di Islamabad untuk mengenang para siswa dan guru yang dibunuh oleh militan Taliban di sebuah sekolah yang dikelola oleh militer di Peshawar pada hari Selasa.

     
  • Para pendukung gerakan Gulen mengibarkan bendera Turki ketika mereka berkumpul di luar Istana Keadilan (Justice Palace) di Istanbul. Pengadilan Turki menahan seorang eksekutif media dan tiga orang lainnya pada hari  persidangan yang ditunda hari Jumat dengan tuduhan mereka terlibat kelompok teroris, dalam sebuah kasus dimana Presiden Tayyip Erdogan bersikukuh mempertahankan keputusannya itu sebagai jawaban terhadap"'operasi kotor" oleh musuh-musuhnya.

     
  • Seorang anak penjual topi dan topeng Santa Claus terlihat di persimpangan lalu lintas, di Bangalore, India. Meskipun pemeluk Nasrani hanya mencapai dua persen lebih dari populasi India yang mencapai 1 milyar lebih dimana Hindu menjadi agama utama, Natal dirayakan dengan cukup meriah di negara itu.

     
  • Polisi perbatasan Israel menahan seorang pengunjuk rasa Palestina setelah acara doa untuk Menteri Kabinet Palestina Ziad Abu Ain, yang jatuh segera setelah protes pada tanggal 10 Desember di desa Turmus Aya, di wilayah Tepi Barat, ketika mereka bentrok dengan pasukan Israel di dekat desa tersebut di luar Ramallah.

     
  • Tiga nelayan melihat ke arah Gunung Gamalama yang menyemburkan abu ke udara saat meletus di Ternate, Pulau Maluku.  Indonesia menutup sementara sebuah bandara domestik setelah gunung yang terletak di bagian timur Indonesia itu memuntahkan abu setinggi  ratusan meter ke udara.

     
  • Para guru dan siswa berdiri dalam formasi bunga teratai untuk menandai ulang tahun ke-15 kembalinya daerah administratif khusus Macau ke China di sebuah SD di Lianyungang, Provinsi Jiangsu, China timur. Presiden Cina Xi Jinping mengunjungi Macau untuk perayaan ulang tahun itu.

     
  • Tiga dari empat anak cheetah kembar empat yang baru lahir tampak di kandang mereka di kebun binatang Praha, Republik Ceko. Keempatnya lahir pada 21 November 2014. Para ilmuwan mengatakan kelahiran seekor cheetah sangat penting untuk menyelamatkan spesies itu, yang terancam punah.

     
  • Gelombang laut memukul kapal tanker Indonesia yang kandas di Narathiwat di Thailand Selatan. Kapal tanker itu yang sarat dengan minyak sawit dan sebelumnya dibajak oleh awaknya dan kemudian disita oleh otoritas Thailand, berlabuh sekitar 400 meter dari pantai tapi angin kencang dan gelombang melepaskan kapal itu kembali ke laut.

     
  • Pohon Natal dengan lampu-lampunya terlihat di kota tua di Kaunas, Lithuania.

     
  • Dua petugas pembersih jendela dalam kostum  kuda dan kambing, binatang zodiak, membersihkan kaca luar sebuah hotel di Tokyo. Dalam acara akhir tahun serah terima "zodiak" , petugas dengan kostum tahun kuda yang akan berlalu menyerahkan alat pembersih jendela kepada petugas dengan zodiak selanjutanya yang berkostum kambing.

     
  • Seorang penonton dengan hiasan kepala menonton pertandingan kelima dan terakhir  pertandingan dunia antara Pakistan dan Selandia Baru di Stadion Kriket Internasional Zayed di Abu Dhabi, UEA.

     
  • Gambar yang diambil hari Jumat dari puncak menara al-Hamra menunjukkan pemandangan kota Kuwait saat matahari terbenam. Menara ini merupakan pencakar langit tertinggi di Kuwait dan salah satu dari 10 menara tertinggi di dunia.

     
  • Orang-orang berjalan di sebuah pusat perbelanjaan yang dihiasi dengan lampu Natal di Berlin, Jerman.

     
Video

Video Gamelan Sari Raras

Gamelan Sari Raras yang merupakan bagian dari Departemen Musik, University of California Berkeley (UC Berkeley). Dibentuk sejak tahun 1988 oleh Midiyanto, pengajar gamelan di UC Berkeley dan Ben Brinner, kepala Departemen Musik. Selengkapnya simak liputan Tim VOA berikut ini.
Video

Video Film 'The Interview' Batal Putar

Sony Pictures diperkirakan rugi sekitar 100 juta dolar karena batalnya pemutaran film "The Interview" akibat ancaman serangan ke bioskop-bioskop yang menayangkannya. Film komedi ini adalah kisah fiktif tetapi diprotes Korea Utara karena menampilkan upaya pembunuhan Kim Jong Un.
Video

Video Menetas Generasi Muda Pecinta Lingkungan

Organisasi nirlaba The Nature Conservancy mengajak siswa 25 sekolah kejuruan lingkungan Amerika berkenalan lebih dekat dengan alam. Mereka bertahan hidup 2 minggu tanpa teknologi yang biasa digunakan. Ikuti aktivitas mereka di Santa Rosa Plateau, California, bersama tim VOA.
Video

Video Bertani dengan Mikroba

Terlepas dari pandangan bahwa mikroba merupakan perusak dan penyebab penyakit tanaman dan ternak, banyak negara justru menggunakannya untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Apa upaya Amerika Serikat? Ikuti dalam liputan tim VOA dari North Carolina.
 Aktivitas di Facebook