Jumat, 27 Mei 2016 Waktu: 19:13

    Berita / AS

    Parlemen Rusia Setujui Larangan Adopsi Oleh Keluarga Amerika

    Majelis Tinggi Parlemen Rusia dengan suara bulat menyetujui sebuah rancangan undang-undang yang melarang warga Amerika mengadopsi anak Rusia.

    Mark, 3, kandidat untuk adopsi pada bagian anak-anak sebuah rumah sakit di kota Krasnoyarsk, Siberia. (Foto: Dok)
    Mark, 3, kandidat untuk adopsi pada bagian anak-anak sebuah rumah sakit di kota Krasnoyarsk, Siberia. (Foto: Dok)
    Seluruh 143 anggota Dewan Federasi Rusia yang hadir, Rabu (26/12), memutuskan untuk mendukung rancangan undang-undang yang melarang warga Amerika mengadopsi anak Rusia. RUU itu kini diserahkan ke Presiden Vladimir Putin untuk ditandatangani.

    Legislasi itu mengakhiri kesepakatan adopsi bilateral antara kedua negara dan melarang badan-badan adopsi Amerika beroperasi di Rusia.

    Ketua Dana Anak PBB (UNICEF) Anthony Lake menyerukan kepada pemerintah Rusia untuk hanya mengutamakan kepentingan  anak-anak dalam mengambil tindakan.

    Langkah Rusia ini dianggap sebagai balasan atas undang-undang Amerika yang baru-baru ini disetujui, yakni UU Magnitsky, yang memberlakukan larangan pemberian visa dan sanksi finansial terhadap para pejabat Rusia yang dituduh melanggar hak asasi manusia.

    Nama UU itu menyalin  nama Sergei Magnitsky, seorang pengacara anti korupsi Rusia berusia 37 tahun yang tewas di penjara pada 2009 setelah mengungkapkan  apa yang ia sebut jaringan kriminal para pejabat yang mencuri US$250 juta uang pajak. 

    Legislasi itu dirancang untuk menarget para pejabat Rusia yang terlibat dalam penahanan, penyiksaan, kematian Magnitsky.

    Lihat Juga

    Pemeriksaan Bandara AS Buat 70 Ribu Penumpang Ketinggalan Pesawat

    Kurangnya pegawai dan lonjakan penumpang udara telah membuat waktu tunggu bandara di tempat-tempat seperti Chicago molor lebih dari dua jam. Selengkapnya

    Pemerintah Akan Tandatangani Kontrak Minyak, LPG dengan Iran

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said akan terbang ke Iran, sebelum hadir di pertemuan OPEC di Wina. Selengkapnya

    Presiden Bolivia Gagal Yakinkan Sekutu untuk Perpanjangan Jabatan

    Serikat-serikat buruh yang kuat mengatakan bahwa Morales seharusnya lebih memikirkan bagaimana mengatasi berbagai masalah sosial daripada berusaha memegang satu masa jabatan lagi. Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Komentar-komentar
         
    Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

    Ikuti Kami