Kamis, 31 Juli 2014 Waktu UTC: 03:20

Berita / Dunia / Timur Tengah

Palestina akan Ajukan Permohonan Pengakuan sebagai Negara Merdeka

Ketua Liga Arab Nabil Elaraby mengatakan bangsa Palestina akan segera mengajukan permohonan kepada PBB untuk memperoleh pengakuan sebagai negara merdeka, Sabtu (29/12).

Ketua Liga Arab, Nabil Elaraby (Foto: dok).
Ketua Liga Arab, Nabil Elaraby (Foto: dok).
Ketua Liga Arab Nabil Elaraby mengatakan hari Sabtu (29/12), dua dasawarsa  perundingan dengan Israel hanyalah "membuang-buang waktu saja" dan bangsa Palestina akan segera mengajukan permohonan kepada PBB untuk memperoleh pengakuan sebagai negara merdeka.

Bulan lalu, Majelis Umum PBB menyetujui secara de facto sebuah negara Palestina di Tepi Barat, Yerusalem timur dan Gaza, wilayah-wilayah yang direbut Israel dalam perang tahun 1967. Tetapi pengakuan status Palestina sebagai negara merdeka tidak berhasil tahun lalu di depan Dewan Keamanan PBB yang lebih berpengaruh.

"Kami akan kembali menghadap  DK PBB," ujar  Elaraby di Ramallah, hari  Sabtu, setelah bertemu dengan para pejabat Palestina. "Palestina akan bekerjasama dengan negara-negara Arab dan Uni Eropah untuk mengubah  keseimbangan dalam proses perdamaian yang telah berlangsung selama 20 tahun lewat, yang terbukti hanya sia-sia belaka."

Dengan menyebut negara-negara lain dan Uni Eropa, sebagian kalangan menafsirkan ucapan Elaraby itu sebagai anjuran bahwa komunitas internasional harus turun tangan dan memberlakukan sebuah solusi atas konflik antara Israel dan Palestina.

Perundingan terhenti tahun 2008 setelah pihak Palestina menuntut agar Israel berhenti membangun di daerah-daerah yang mereka inginkan sebagai negara mereka di masa depan. Israel bersikeras bahwa isyu permukiman dan lainnya mesti ditanggulangi antara kedua pihak.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: rizqy f. dari: bogor
31.12.2012 01:52
selamatkn warga Palestina dari kekejian Israel. muslim sedunia mendukung usaha Palestina untuk bebas dari Israel. hiduplah dalam kedamaian dan toleransi. bukankah itu tujuan dari semua negara?

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook