Kamis, 30 Oktober 2014 Waktu UTC: 16:36

Berita / Indonesia

Ormas Bali Lakukan Aksi Menyusul Bentrokan Warga di Lampung

Berbagai organisasi masyarakat di Bali melakukan aksi keprihatinan menyusul bentrokan warga di Lampung, yang melibatkan pendatang dari Bali.

Aksi keprihatinan ormas Bali di depan gedung DPRD di Denpasar. (VOA/Muliarta)
Aksi keprihatinan ormas Bali di depan gedung DPRD di Denpasar. (VOA/Muliarta)
Muliarta
Sekitar 1.000 orang dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) di Bali berdemonstrasi di Denpasar pada Rabu (31/10), sebagai bentuk keprihatinan terhadap bentrokan warga di Lampung, yang melibatkan pendatang dari Bali.

Aksi yang dilakukan ormas seperti Laskar Bali, Baladika Bali, Pemuda Bali Bersatu dan Cakra Wahyu itu dilakukan di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Bali, menyerukan kelompok yang bertikai di Lampung untuk mengedepankan semangat toleransi dalam menyelesaikan permasalahan.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Ketua Pemuda Bali Bersatu Made Muliawan Aryasa, gabungan ormas Bali meminta polisi bertindak cepat dalam menyelesaikan kasus-kasus bentrok antar kelompok warga yang mengancam persatuan bangsa, termasuk melakukan penyelidikan terhadap kasus bentrok antar kelompok warga di Lampung

“Para pihak yang terlibat dalam kasus tersebut agar tidak ditunggangi oleh muatan politik. Dan kami menyerukan kepada kedua belah pihak secepatnya kembali ke konsep Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Made.

Sementara itu, wakil ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bali, Gunawan, menyatakan bentrok warga yang terjadi di Lampung dan berbagai daerah lainnya, menunjukkan lemahnya peran aparat keamanan yang bertugas di tingkat desa.

Ketua DPRD Bali Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi meminta organisasi masyarakat (Ormas) di Bali untuk tidak mengirim pasukan ke Lampung dengan alasan membela warga Bali di Lampung. Warga Bali di Lampung yang kini tinggal di pengungsian, saat ini lebih membutuhkan bantuan makanan dan pakaian.

Oka Ratmadi berharap masyarakat Bali lebih bijaksana dalam menyingkapi peristiwa di Lampung tersebut.

Kantor berita AFP melaporkan bahwa 12 orang telah tewas dan lebih dari 1.600 lainnya harus mengungsi dari rumahnya, menyusul bentrokan antar kelompok etnis di Lampung Selatan.

Lebih dari 2.000 polisi telah dikerahkan untuk meredam kekerasan yang mulai terjadi Minggu (28/10), ujar juru bicara polisi Sulistyaningsih, dengan menambahkan bahwa situasi sekarang sudah tenang.

Kekerasan itu terjadi antara komunitas Hindu Bali di desa Balinuraga dan warga desa Sidoreno, yang mayoritas Muslim. Laporan media menyatakan bahwa tawuran bermula saat dua orang gadis asal desa Agom yang sedang mengendarai sepeda motor diganggu pemuda asal desa Balinuraga sehingga terjatuh dan mengalami luka-luka.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar halaman dari 3
    Berikutnya 
oleh: arik dari: jakarta
15.11.2012 13:32
dasar kalian pengecut......!!! jika lampung memang GENTLE jangan main dikandang. kalian tega membantai orang- orang yang kalah jumlah. saya juga turut prihatin mendengar kabar pembantaian orang bali dilampung. orang-orang lampung coba pikirkan jika saudara- saudara kalian dibantai dibali apa kalian senang hahhhhhh.........??????


oleh: abubakar dari: Denpasar
12.11.2012 07:37
Yang hidup dengan kebencian itu bukan manusia bro, itu setan. Ajarannya juga ajaran setan kan. coba saja baca kitab "suci"nya.
Mana ada ajaran tuhan yang mengajurkan kesadisan, pemenggalan kepala? hanya setan jahanan yang mampu menganjurkan itu atas nama "tuhan"!!?? Tuhan yg butuh dibela. Tuhannya ga maha kuasa. Nabinya saja teroris, pemerkosa cewek umur 9 th, Povert! Paham bro? yang rasional aja ah. Lihat saja hidup mereka nanti. ga akan bahagia tujuh turunan. Yups!


oleh: Ureung Aceh dari: Banda Aceh
07.11.2012 18:53
Sepertinya negeri ini tidak akan pernah selesai dengan kisruh pertikaian antar suku, harusnya daerah-daerah di Indonesia bisa melihat dan merenungi bagaimana damainya Aceh dengan keragaman suku dan agama di dalamnya. Masyarakat pendatang dengan masyarakat asli bisa hidup berdampingan tanpa ada pertikaian yang seperti masyarakat Bali dan Lampung lakukan. <a href="atjehliterature.blogspot.com">Mengapa demikian?</a> Masyarakat Aceh telah bosan dengan konflik krn hidup dlm situasi konflik sngt tidak enak. Jd mari kita memupuk tali persaudaraan agar hidup ini senantiasa aman dan damai.


oleh: KOMING dari: DENPASAR
06.11.2012 13:13
SAHABAT KU DI LAMPUNG TEGARLAH!!!!!!! PENTRANPERAN "ENERGI" DARI BALI SANGAT BESAR DAN BERKHASIAT


oleh: Samuel Siahaan dari: Bandung
05.11.2012 19:00
Lampung Selatan! Tuh daerah tempat lahirnya para maling, rampok, dan penjahat. Kalo mau ke Sumatera via darat, mesti waspada ketika memasuki Lampung. Bagaikan memasuki sarang penyamun. Datang ke Jawa numpang truk2 Lintas Sumatera melalui Pelabuhan Merak. Nyampe di Jawa cuman jadi maling motor. Ya itulah level kemampuan orang Lampung Selatan (baca : Kampung Setan). Lampung Selatan bisa berkembang ya karena pendatang. Orang Lampung asli disana ya seperti yang saya sebut tadi diatas. Kalopun ada yg baik2...tetap aja pemalas, tukang tidur, anak2nya malas sekolah, pemuda2nya cuman tau mangkal2 di warung2. Maklum, tingkat pendidikan disana rendah! Berbeda dgn org Lampung di daerah lainnya.


oleh: mus dari: denpasar
05.11.2012 14:47
saudara2 bali bukan sy gk setuju masalah lampung di selesaikan dgn cara karma aj .kita harus ada jg tindakan agar kepala kita gak di injak2 .apa lagi tempat suci kita udah dihancurkan .mari warga bali ambil tidakan yg tegas ..


oleh: Rian dari: Karangasem Bali
04.11.2012 05:06
INGAT TAT TWAM ASI UNTUK TEMAN KITA DI LAMPUNG TERLEBIH DAHULU SETELAH ITU BARU MARI KITA LANGSUNG PIKIRKAN MAKNA KARMA PHALA SESUAI DENGAN APA YANG SUDAH DISURATKAN DALAM BHAGAVADGITA. SEMANGAT SATYAM EVA JAYATE


oleh: mangku gede dari: Denpasar
03.11.2012 16:17
Hanya kata BIADAB, TAK BERMORAL, KURANG BERGAUL ( KALO ANAK MUDA BILANG KUPER ) Di Jaman sekarang orang2 pada susah cari penghidupan ehhh ada kelompok orang yang merusak penghidupan kelompok yang lainnya..... kalo sekarang di desa sebelah rusak... apa udah merasa hebat, kuat, atau bangga bisa buat hancur desa tetangga.... kalo saya sihhh bilangnya preman kampungan.... udah gak level......., kalo merasa hebat... jadikanlah bukit yang gersang jadi subur, anak2 kuliah tinggi, jadikan desa makmur.... itu orang hebat, apa gak malu ama anak cucunya... yang diwarisi hanya dendam...!, sekarang dia boleh bangga dengan dirinya yang "MERASA HEBAT / DITAKUTI " saya ingin tau SAMPAI KAPAN.... sekarang merasa kelompok masyarakat yang menyerang desa BALI NURAGA udah tetakutan secara mental, secara hukum alam masyarakat itu sudah menyebarkan AURA NEGATIF disekita tempat dia tinggal / desanya..... jangan salahkan alam juga akan memberikan sesuatu yang juga negatif, ( Anda BISA HANCURKAN INI TAPI ANDA TIDAK BISA MEMBUNUH ROH INI ) itu merupakan hukum kekekalan ENERGI, SAUDARA KU YANG TERANIAYA OLEH ORANG2 YANG TIDAK BERMORAL, SUATU SAAT KEHIDUPAN AKAN BERUBAH.... ENGKAU AKAN LIHAT KEKUATAN ALAM SESUNGGUHNYA.... SUDAH BANYAK KEJADIAN ALAM YANG TIDAK PERNAH DIMENGERTI OLEH ORANG2 YANG TIDAK MENGENAL KEKUATAN ALAM YANG MAHA SUCI DAN AGUNG, PEMBANTAIAN ALAM TIDAK PERNAH DI PIKIRKAN ATAU DIPAHAMI.

Jadi KUATKAN JIWA dan RAGA, MATI MEMBELA DHARMA ADALAH JALAN UNTUK MENEBUS DOSA2 KITA, SAUDARAKU... TEMAN KITA YANG TELAH MENJADI KORBAN ITU MERUPAKAN JALAN YANG HARUS DIA LALUI UNTUK MENGHADAP SANG PENCIPTA, MARI KITA DOAKAN BERSAMA SUPAYA SEGALA DOSA2 YANG DIA LAKUKAN DIDUNIA INI DI AMPUNI OLEH TUHAN YANG MAHA ESA,

SAUDARAKU.... YAKINLAH PARA LELUHUR DAN PARA DEWA SENTIASA MELINDUNGI HAMBANYA YANG SELALU MENJALANKAN DHARMA KERTI, JANGANLAH LUPA SEMBAHYANG WALAUPUN DIDALAM HATI. ITU MENANDAKAN KITA SELALU INGAT DAN ELING KEPADA BELIAU WALAUPUN DALAM KEADAAN TERINTIMIDASI OLEH PIHAK LAIN.

INGAT....! ALAM AKAN SELALU BERPIHAK AKAN DHARMA,

SEMETON BALI NGIRING ALON2 MEPIKAYUN, ANGGEN PEPATAH NGALIH BE RING TELAGANE ( BE NE APANG BAKAT TUR TELAGANE NENTEN RUSAK ), TITYANG YAKIN MAKEH JAGI PACANG MEBELA PATI RING SEMETON DREWENE, NANGING NGIRING NGANGGEN WIWEKA / AKAL SEHAT, NGIRING SARENG2 NGAJEGANG BALI MELARAPAN ANTUK DHARMA KERTI


MOHON MAAF, ATASKEKURANGANNYA.


oleh: Yudistira Putra
03.11.2012 09:44
Behhh.... Apa sebenarnya yang dicari.....? semua ini terjadi menurut saya ada beberapa hal diantaranya *pemahaman hidup yang kuarang dalam arti luas.... saya jadi berpikir apa sebenarnya yang dia mau...? apakah konflik ini didasari oleh kekecewaan masyarakat setempat dengan datangnya orang transmigran yang giat bekerja sehingga sukses..., atau ada keinginan untuk menghancurkan suku / etnis tertentu dan apakah ini sebuah permainan kelompok elite yang memang sengaja membuat keonaran.....? banyak hal yang perlu diperhatikan.....! setidaknya di cermati secara jelas. kalau kelompok masyarakat tertentu benci / tidak suka dengan suku bali yang dilampung kenapa...? bukankah seisi alam didunia ini berhak untuk hidup. semua kejadian ini tidak terlepas dari kalangan elite yang paling bawah yaitu orang2 yang disebut sebagai pemuka2 masyarakat yang kalau ceramah penuh dengan kata2 kesucian / kebenaran. kalau masyarakat lampung bermain seperti ini rasanya orang2 tersebut tidak punya nyali, kalau berani... adakan sebuah perang tanding di lapangan terbuka, disana buktikan kemampuan2 masyarakat lampung yang sesungguhnya, maaf ini permainan anak kecil hanya berani main keroyok, ....... pernahkah orang lampung berpikir bahwa sanak saudara banyak yang merantau di luar lampung.... kalau saudaranya dianiaya apakah rela..???????..... kalo masyarakat ingin hidup makmur... gali potensi diri, manfaatkan potensi alam, lakukan terus perbaikan2 untuk anak cucu masyarakat lampung. jangan hanya mengandalkan bantuan saja.......

Untuk saudaraku yang ada dibali, atau dimanapun berada marikita bantu saudara kita yang telah teraniaya oleh kemungkaran di luar bali kususnya di lampung, Doa, materi maupun moral sangat diperlukan oleh saudara kita.... saya mempunyai keyakinan TUHAN akan menghukum hambanya yang telah keluar dari perintahNYA yaitu (DHARMA).

Kita lihat,... setelah saudara kita menjadi TUMBAL, akan ada timbal balik NISKALA, lebih banyak dari masyarakat lampung yang akan menjadi TUMBAL selanjutnya........ kita pasti kenal kasus sampit.......!

Para ORMAS yang dibali BUKTIKAN anda mendirikan ORMAS bukan untuk yang negatif tapi yang positif ( Jadilah KSATRIA BALI ) ingatlah para leleuhur kita berjuang PUPUTAN untuk mengusir PENJAJAH dari TANAH BALI )

Semoga kita semua selalu dalam lindungan TUHAN


oleh: Bayu dari: Denpasar
03.11.2012 09:07
masalah sepeti ini seharus'nya diomongkan dengan baik jangan asal serang aja

Komentar halaman dari 3
    Berikutnya 

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook