Rabu, 19 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 11:56

Berita / Indonesia

Ormas Bali Lakukan Aksi Menyusul Bentrokan Warga di Lampung

Berbagai organisasi masyarakat di Bali melakukan aksi keprihatinan menyusul bentrokan warga di Lampung, yang melibatkan pendatang dari Bali.

Aksi keprihatinan ormas Bali di depan gedung DPRD di Denpasar. (VOA/Muliarta)
Aksi keprihatinan ormas Bali di depan gedung DPRD di Denpasar. (VOA/Muliarta)
UKURAN HURUF - +
Muliarta
Sekitar 1.000 orang dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) di Bali berdemonstrasi di Denpasar pada Rabu (31/10), sebagai bentuk keprihatinan terhadap bentrokan warga di Lampung, yang melibatkan pendatang dari Bali.

Aksi yang dilakukan ormas seperti Laskar Bali, Baladika Bali, Pemuda Bali Bersatu dan Cakra Wahyu itu dilakukan di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Bali, menyerukan kelompok yang bertikai di Lampung untuk mengedepankan semangat toleransi dalam menyelesaikan permasalahan.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Ketua Pemuda Bali Bersatu Made Muliawan Aryasa, gabungan ormas Bali meminta polisi bertindak cepat dalam menyelesaikan kasus-kasus bentrok antar kelompok warga yang mengancam persatuan bangsa, termasuk melakukan penyelidikan terhadap kasus bentrok antar kelompok warga di Lampung

“Para pihak yang terlibat dalam kasus tersebut agar tidak ditunggangi oleh muatan politik. Dan kami menyerukan kepada kedua belah pihak secepatnya kembali ke konsep Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Made.

Sementara itu, wakil ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bali, Gunawan, menyatakan bentrok warga yang terjadi di Lampung dan berbagai daerah lainnya, menunjukkan lemahnya peran aparat keamanan yang bertugas di tingkat desa.

Ketua DPRD Bali Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi meminta organisasi masyarakat (Ormas) di Bali untuk tidak mengirim pasukan ke Lampung dengan alasan membela warga Bali di Lampung. Warga Bali di Lampung yang kini tinggal di pengungsian, saat ini lebih membutuhkan bantuan makanan dan pakaian.

Oka Ratmadi berharap masyarakat Bali lebih bijaksana dalam menyingkapi peristiwa di Lampung tersebut.

Kantor berita AFP melaporkan bahwa 12 orang telah tewas dan lebih dari 1.600 lainnya harus mengungsi dari rumahnya, menyusul bentrokan antar kelompok etnis di Lampung Selatan.

Lebih dari 2.000 polisi telah dikerahkan untuk meredam kekerasan yang mulai terjadi Minggu (28/10), ujar juru bicara polisi Sulistyaningsih, dengan menambahkan bahwa situasi sekarang sudah tenang.

Kekerasan itu terjadi antara komunitas Hindu Bali di desa Balinuraga dan warga desa Sidoreno, yang mayoritas Muslim. Laporan media menyatakan bahwa tawuran bermula saat dua orang gadis asal desa Agom yang sedang mengendarai sepeda motor diganggu pemuda asal desa Balinuraga sehingga terjatuh dan mengalami luka-luka.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar halaman dari 3
    Berikutnya 
oleh: Ureung Aceh dari: Banda Aceh
07.11.2012 13:53
Sepertinya negeri ini tidak akan pernah selesai dengan kisruh pertikaian antar suku, harusnya daerah-daerah di Indonesia bisa melihat dan merenungi bagaimana damainya Aceh dengan keragaman suku dan agama di dalamnya. Masyarakat pendatang dengan masyarakat asli bisa hidup berdampingan tanpa ada pertikaian yang seperti masyarakat Bali dan Lampung lakukan. <a href="atjehliterature.blogspot.com">Mengapa demikian?</a> Masyarakat Aceh telah bosan dengan konflik krn hidup dlm situasi konflik sngt tidak enak. Jd mari kita memupuk tali persaudaraan agar hidup ini senantiasa aman dan damai.


oleh: KOMING dari: DENPASAR
06.11.2012 08:13
SAHABAT KU DI LAMPUNG TEGARLAH!!!!!!! PENTRANPERAN "ENERGI" DARI BALI SANGAT BESAR DAN BERKHASIAT


oleh: Samuel Siahaan dari: Bandung
05.11.2012 14:00
Lampung Selatan! Tuh daerah tempat lahirnya para maling, rampok, dan penjahat. Kalo mau ke Sumatera via darat, mesti waspada ketika memasuki Lampung. Bagaikan memasuki sarang penyamun. Datang ke Jawa numpang truk2 Lintas Sumatera melalui Pelabuhan Merak. Nyampe di Jawa cuman jadi maling motor. Ya itulah level kemampuan orang Lampung Selatan (baca : Kampung Setan). Lampung Selatan bisa berkembang ya karena pendatang. Orang Lampung asli disana ya seperti yang saya sebut tadi diatas. Kalopun ada yg baik2...tetap aja pemalas, tukang tidur, anak2nya malas sekolah, pemuda2nya cuman tau mangkal2 di warung2. Maklum, tingkat pendidikan disana rendah! Berbeda dgn org Lampung di daerah lainnya.


oleh: mus dari: denpasar
05.11.2012 09:47
saudara2 bali bukan sy gk setuju masalah lampung di selesaikan dgn cara karma aj .kita harus ada jg tindakan agar kepala kita gak di injak2 .apa lagi tempat suci kita udah dihancurkan .mari warga bali ambil tidakan yg tegas ..


oleh: Rian dari: Karangasem Bali
04.11.2012 01:06
INGAT TAT TWAM ASI UNTUK TEMAN KITA DI LAMPUNG TERLEBIH DAHULU SETELAH ITU BARU MARI KITA LANGSUNG PIKIRKAN MAKNA KARMA PHALA SESUAI DENGAN APA YANG SUDAH DISURATKAN DALAM BHAGAVADGITA. SEMANGAT SATYAM EVA JAYATE


oleh: mangku gede dari: Denpasar
03.11.2012 12:17
Hanya kata BIADAB, TAK BERMORAL, KURANG BERGAUL ( KALO ANAK MUDA BILANG KUPER ) Di Jaman sekarang orang2 pada susah cari penghidupan ehhh ada kelompok orang yang merusak penghidupan kelompok yang lainnya..... kalo sekarang di desa sebelah rusak... apa udah merasa hebat, kuat, atau bangga bisa buat hancur desa tetangga.... kalo saya sihhh bilangnya preman kampungan.... udah gak level......., kalo merasa hebat... jadikanlah bukit yang gersang jadi subur, anak2 kuliah tinggi, jadikan desa makmur.... itu orang hebat, apa gak malu ama anak cucunya... yang diwarisi hanya dendam...!, sekarang dia boleh bangga dengan dirinya yang "MERASA HEBAT / DITAKUTI " saya ingin tau SAMPAI KAPAN.... sekarang merasa kelompok masyarakat yang menyerang desa BALI NURAGA udah tetakutan secara mental, secara hukum alam masyarakat itu sudah menyebarkan AURA NEGATIF disekita tempat dia tinggal / desanya..... jangan salahkan alam juga akan memberikan sesuatu yang juga negatif, ( Anda BISA HANCURKAN INI TAPI ANDA TIDAK BISA MEMBUNUH ROH INI ) itu merupakan hukum kekekalan ENERGI, SAUDARA KU YANG TERANIAYA OLEH ORANG2 YANG TIDAK BERMORAL, SUATU SAAT KEHIDUPAN AKAN BERUBAH.... ENGKAU AKAN LIHAT KEKUATAN ALAM SESUNGGUHNYA.... SUDAH BANYAK KEJADIAN ALAM YANG TIDAK PERNAH DIMENGERTI OLEH ORANG2 YANG TIDAK MENGENAL KEKUATAN ALAM YANG MAHA SUCI DAN AGUNG, PEMBANTAIAN ALAM TIDAK PERNAH DI PIKIRKAN ATAU DIPAHAMI.

Jadi KUATKAN JIWA dan RAGA, MATI MEMBELA DHARMA ADALAH JALAN UNTUK MENEBUS DOSA2 KITA, SAUDARAKU... TEMAN KITA YANG TELAH MENJADI KORBAN ITU MERUPAKAN JALAN YANG HARUS DIA LALUI UNTUK MENGHADAP SANG PENCIPTA, MARI KITA DOAKAN BERSAMA SUPAYA SEGALA DOSA2 YANG DIA LAKUKAN DIDUNIA INI DI AMPUNI OLEH TUHAN YANG MAHA ESA,

SAUDARAKU.... YAKINLAH PARA LELUHUR DAN PARA DEWA SENTIASA MELINDUNGI HAMBANYA YANG SELALU MENJALANKAN DHARMA KERTI, JANGANLAH LUPA SEMBAHYANG WALAUPUN DIDALAM HATI. ITU MENANDAKAN KITA SELALU INGAT DAN ELING KEPADA BELIAU WALAUPUN DALAM KEADAAN TERINTIMIDASI OLEH PIHAK LAIN.

INGAT....! ALAM AKAN SELALU BERPIHAK AKAN DHARMA,

SEMETON BALI NGIRING ALON2 MEPIKAYUN, ANGGEN PEPATAH NGALIH BE RING TELAGANE ( BE NE APANG BAKAT TUR TELAGANE NENTEN RUSAK ), TITYANG YAKIN MAKEH JAGI PACANG MEBELA PATI RING SEMETON DREWENE, NANGING NGIRING NGANGGEN WIWEKA / AKAL SEHAT, NGIRING SARENG2 NGAJEGANG BALI MELARAPAN ANTUK DHARMA KERTI


MOHON MAAF, ATASKEKURANGANNYA.


oleh: Yudistira Putra
03.11.2012 05:44
Behhh.... Apa sebenarnya yang dicari.....? semua ini terjadi menurut saya ada beberapa hal diantaranya *pemahaman hidup yang kuarang dalam arti luas.... saya jadi berpikir apa sebenarnya yang dia mau...? apakah konflik ini didasari oleh kekecewaan masyarakat setempat dengan datangnya orang transmigran yang giat bekerja sehingga sukses..., atau ada keinginan untuk menghancurkan suku / etnis tertentu dan apakah ini sebuah permainan kelompok elite yang memang sengaja membuat keonaran.....? banyak hal yang perlu diperhatikan.....! setidaknya di cermati secara jelas. kalau kelompok masyarakat tertentu benci / tidak suka dengan suku bali yang dilampung kenapa...? bukankah seisi alam didunia ini berhak untuk hidup. semua kejadian ini tidak terlepas dari kalangan elite yang paling bawah yaitu orang2 yang disebut sebagai pemuka2 masyarakat yang kalau ceramah penuh dengan kata2 kesucian / kebenaran. kalau masyarakat lampung bermain seperti ini rasanya orang2 tersebut tidak punya nyali, kalau berani... adakan sebuah perang tanding di lapangan terbuka, disana buktikan kemampuan2 masyarakat lampung yang sesungguhnya, maaf ini permainan anak kecil hanya berani main keroyok, ....... pernahkah orang lampung berpikir bahwa sanak saudara banyak yang merantau di luar lampung.... kalau saudaranya dianiaya apakah rela..???????..... kalo masyarakat ingin hidup makmur... gali potensi diri, manfaatkan potensi alam, lakukan terus perbaikan2 untuk anak cucu masyarakat lampung. jangan hanya mengandalkan bantuan saja.......

Untuk saudaraku yang ada dibali, atau dimanapun berada marikita bantu saudara kita yang telah teraniaya oleh kemungkaran di luar bali kususnya di lampung, Doa, materi maupun moral sangat diperlukan oleh saudara kita.... saya mempunyai keyakinan TUHAN akan menghukum hambanya yang telah keluar dari perintahNYA yaitu (DHARMA).

Kita lihat,... setelah saudara kita menjadi TUMBAL, akan ada timbal balik NISKALA, lebih banyak dari masyarakat lampung yang akan menjadi TUMBAL selanjutnya........ kita pasti kenal kasus sampit.......!

Para ORMAS yang dibali BUKTIKAN anda mendirikan ORMAS bukan untuk yang negatif tapi yang positif ( Jadilah KSATRIA BALI ) ingatlah para leleuhur kita berjuang PUPUTAN untuk mengusir PENJAJAH dari TANAH BALI )

Semoga kita semua selalu dalam lindungan TUHAN


oleh: Bayu dari: Denpasar
03.11.2012 05:07
masalah sepeti ini seharus'nya diomongkan dengan baik jangan asal serang aja


oleh: Bisma dari: Astina pura
02.11.2012 19:17
Kutahu apa yang belum kau tahu... Waspadalah


oleh: ekinyerupa dari: LAMPUNG
02.11.2012 08:09
Jangan terlalu menyalahkan orang lampung, dan jangan membawa agama, karna ini masalah harga diri(pik'il), orang BALI gak diam di LAMPUNG klo orang lampung gak DAMAI.

Komentar Untuk

oleh: Anonim
04.11.2012 03:15
JANGAN PIKIR ORANG BALI TAKUT AKAN KEJADIAN ITU

Komentar Untuk

oleh: Anonim
04.11.2012 03:14
WHATS? DASAR GAK PUNYA HARGA DIRI

Komentar Untuk

oleh: mangku gede dari: Denpasar
03.11.2012 21:16
Hemmm...... yang tau itu orang lampung sendiri apa daerahnya damai atau tidak....., tapi buktinya sekarang.....?? saya juga gak ngerti versi DAMAI orang LAMPUNG, DAMAI itu universal / berlaku kepada siapapun..... tidak melihat darimana asalnya, kulitnya, pakaiannya... dan juga kepada mahluk lainpun harus DAMAI.

Orang bijak bilang Dimana ada kebencian, dengki, irihati disanalah tempat KEHANCURAN itu, dan sebaliknya dimana ada TOLERANSI, saling MENGHARGAI, dengan PENUH KASIH SAYANG. terciptalah KEDAMAIAN.

Contoh kecil aja..... Kalau ada Keluarga yang setiap hari anggota keluarganya bertengkar terus / tidak rukun maka akan terjadi kehancuran di dalam keluarga tersebut begitu juga sebaliknya akan tercipta KEDAMAIAN.

Hanya satu kekuatan untuk damai... saling menghargai antar sesama... kalau ada pribadi yang salah... berikanlah yang berwenang untuk menghakiminya...... Bentrok ini bisa saya tafsirkan sara solidaritas terhadap suku dengan mempertaruhkan nyawa dan harta benda.....? tapi kalau dilihat lebih luas lagi.... pernahkah berpikir kita telah dijajah oleh negara luar dalam banyak hal.... contoh kecil saja TEKNOLOGI, belum lagi di sektor yang lain..... sudah berapa banyak Tanah2 di Indonesia menjadi milik Orang ASING.... lihat di kota2 besar..... Buka mata buka telinga dengan perkembangan yang ada di dunia ini,...... Manusia HIDUP hanya perlu bekerja... dan menjalankan hidupnya dengan damai dan tenang. Hanya itu saja... sangatlah sederhana.....

Komentar Untuk

oleh: mangku gede dari: Denpasar
03.11.2012 12:46
Saya sadar... diantara yang baik ada yang kurang baik... tetapi... kalau sudah prilaku mengahilangkan nyawa orang lain masih disebut... baik... mari kita tukar posisi Orang BALI menerbu Orang lampung sehingga korban berjatuhan.... apa anda terima...??? prilaku tersebut. persoalannya ini apa.... ??? sehingga timbul bentrokan.... saya jadi ragu ini bukan masalah ini, jujur aja kita liat ke belakang sejarah nasional... suku mana di indonesia yang tidak berjasa atas kemerdekaan indonesia. kalau dibali dikenal dengan puputan yang artinya berjuang habis2an mempertahankan indonesia dari penjajah. setelah merdeka apakah orang tidak punya hak hidup di seluruh kepulauan indonesia.... kalau tidak..... siapa yang punya indonesia....?, memang semua agama mengajarkan kebaikan tapi yang saya ragukan kebaikan untuk siapa....? apakah untuk kelompok / golongannya atau yang sifatnya universal..? kalau menurut hindu...kebaikan itu universal.... berlaku bagi semua ciptaan TUHAN. .....

Komentar Untuk

oleh: made dari: jakarta
03.11.2012 10:47
jangan sok punya harga diri. kalian emang gak berharga, orang kacangan, sok suci, sok takwa.

Komentar Untuk

oleh: bryan dari: padang
07.11.2012 05:20
hei......jgn bilang sok suci....sok takwa.....

Komentar Untuk

oleh: surya dari: bali
03.11.2012 10:04
woee broo kloo orank lampunk itu manusia??? gx mungkin mau membantai sesama ciptaan tuhan....

Komentar halaman dari 3
    Berikutnya 
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Obama Dikecam Dunia Atas Program Mata-Mata - Liputan Berita VOA

Seiring pertemuan pemimpin negara-negara G8 yang kini berlangsung di Irlandia Utara, muncul pembocoran informasi baru terkait program mata-mata yang dilakukan pemerintah Obama, atas metadata email dan panggilan telpon. Program yang dilakukan untuk mencegah aksi terror ini dikecam karena dianggap melanggar hak privasi warga dunia. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA dari Washington DC.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang tentara NATO berjalan dengan kaki palsu menuju helikopter, setelah upacara serah terima keamanan dari pasukan NATO kepada pasukan Afghanistan di luar ibukota Kabul.
  • Seorang anak Bangladesh melemparkan seekor kambing dari sebuah perahu di Sungai Buriganga di Dhaka.
  • Seorang gadis mengatur boneka animasi di sebuah lapangan di Lingen, Jerman timur, menjelang upaya memecahkan rekor baru yang akan dilakukan bersama dengan sekitar 600 murid sekolah.
  • Seorang polisi militer menggunakan semprotan merica ke arah seorang pengunjuk rasa selama demonstrasi soal kondisi ekonomi di Rio de Janeiro, Brazil.
  • PM Shinzo Abe Jepang (kiri belakang) menyentuh tangan Presiden Rusia Vladimir Putin saat mereka berjalan bersama Kanselir Jerman Angela Merkel dalam acara KTT G-8 di resor Lough Erne di Enniskillen, Irlandia Utara.
  • Seorang pria membaca koran di Lapangan Royal Enclosure pada hari pertama menjelang festival balap kuda di kota Ascot, Inggris selatan.
  • Foto udara dari Paris Air Show ke-50, di bandara Le Bourget dekat Paris, Perancis.
  • Para pemain kelompok sirkus Eoloh melakukan latihan yang terbuka untuk media di gedung Nuevo Teatro Alcala di Madrid, Spanyol.
  • Para seniman melakukan atraksi pada festival api tahunan di Kyiv, Ukraina.
Lainnya