Senin, 08 Februari 2016 Waktu: 23:47

    Berita / Dunia / Timur Tengah

    Oposisi Yordania Boikot Pemilu Legislatif

    Yordania melangsungkan pemilu legislatif yang diboikot oleh para anggota oposisi yang mengatakan bahwa reformasi pemilu yang diberlakukan tahun lalu menguntungkan Raja Abdullah.

    Warga Yordania memberikan suara bagi pemilu legislatif di ibukota Amman, Rabu (23/1).
    Warga Yordania memberikan suara bagi pemilu legislatif di ibukota Amman, Rabu (23/1).
    Rakyat Yordania hari Rabu (23/1) memilih 150 anggota DPR. Parlemen Yordania juga mencakup Senat yang 60 anggotanya ditunjuk Raja.

    Raja Yordania telah berjanji akan mengubah cara pengangkatan pejabat tinggi, termasuk dengan memberikan peran kepada parlemen dalam memilih perdana menteri.

    PM Abdullah Ensour, yang akan mengundurkan diri, memuji pemilu hari Rabu yang menurutnya bersih dan menunjukkan bahwa pemerintah memenuhi janji-janjinya.

    Tetapi oposisi yang dipimpin Persaudaraan Muslim mengatakan, sistem pemilu memastikan dukungan bagi raja dengan menguntungkan wilayah-wilayah kesukuan dimana raja memiliki dukungan kuat, dan meminggirkan wilayah perkotaan dimana oposisi kuat. 
    Forum ini telah ditutup.
    Komentar-komentar
         
    Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

    Ikuti Kami