Senin, 15 September 2014 Waktu UTC: 02:01

Berita / Dunia / Timur Tengah

Oposisi Yordania Boikot Pemilu Legislatif

Yordania melangsungkan pemilu legislatif yang diboikot oleh para anggota oposisi yang mengatakan bahwa reformasi pemilu yang diberlakukan tahun lalu menguntungkan Raja Abdullah.

Warga Yordania memberikan suara bagi pemilu legislatif di ibukota Amman, Rabu (23/1).
Warga Yordania memberikan suara bagi pemilu legislatif di ibukota Amman, Rabu (23/1).
Rakyat Yordania hari Rabu (23/1) memilih 150 anggota DPR. Parlemen Yordania juga mencakup Senat yang 60 anggotanya ditunjuk Raja.

Raja Yordania telah berjanji akan mengubah cara pengangkatan pejabat tinggi, termasuk dengan memberikan peran kepada parlemen dalam memilih perdana menteri.

PM Abdullah Ensour, yang akan mengundurkan diri, memuji pemilu hari Rabu yang menurutnya bersih dan menunjukkan bahwa pemerintah memenuhi janji-janjinya.

Tetapi oposisi yang dipimpin Persaudaraan Muslim mengatakan, sistem pemilu memastikan dukungan bagi raja dengan menguntungkan wilayah-wilayah kesukuan dimana raja memiliki dukungan kuat, dan meminggirkan wilayah perkotaan dimana oposisi kuat. 
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook