Kamis, 17 April 2014 Waktu UTC: 06:41

Berita / Gaya Hidup / Kesehatan

Obat Kolesterol Bisa Atasi Gangguan Kognitif akibat Malaria Ganas

Menurut tim peneliti internasional, gangguan kognitif akibat penyakit malaria paling ganas dapat dihindari dengan penggunaan obat penurun kolesterol yang umum digunakan.

Menurut kepala tim peneliti internasional dari Amerika dan Brazil, Guy Zimmerman dari Fakultas Kedokteran Universitas Utah di Salt Lake City, tikus-tikus yang mendapat obat anti-malaria dan lovastatin, obat penurun kolesterol,  mengalami penurunan tajam dan dramatis gangguan otak yang muncul belakangan (foto: Dok).
Menurut kepala tim peneliti internasional dari Amerika dan Brazil, Guy Zimmerman dari Fakultas Kedokteran Universitas Utah di Salt Lake City, tikus-tikus yang mendapat obat anti-malaria dan lovastatin, obat penurun kolesterol, mengalami penurunan tajam dan dramatis gangguan otak yang muncul belakangan (foto: Dok).
UKURAN HURUF - +
Jessica Berman
Satu tim peneliti internasional telah mendapati pada seekor tikus percobaan bahwa obat penurun kolesterol, yang disebut lovastatin, mencegah masalah kognitif yang muncul belakangan, yang tampak pada sekitar 120.000 anak-anak di seantero sub-Sahara Afrika yang bertahan hidup dari malaria otak, yang menyebabkan peradangan otak dan jaringan tulang belakang.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti dari Amerika dan Brazil mengobati sekelompok tikus yang tertular penyakit itu dengan menggunakan obat anti-malaria, klorokuin. Setengah dari hewan-hewan itu juga mendapat lovastatin, kata kepala penelitian itu Guy Zimmerman, peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Utah di Salt Lake City. “Tikus-tikus yang mendapat obat anti-malaria dan lovastatin mengalami penurunan tajam dan dramatis gangguan otak yang muncul belakangan,” ujarnya.

Lovastatin adalah bagian dari kelompok obat yang mengurangi respons peradangan tubuh terhadap penularan. Peradangan, yang dimunculkan oleh sistem kekebalan tubuh, merupakan respons normal terhadap penyakit. Tetapi kadang-kadang, tubuh menunjukkan respons peradangan agresif yang menyerang jaringan tubuh sendiri.

Zimmerman mengatakan masalah kognitif dapat menimbulkan kesulitan seumur hidup bagi anak-anak yang bertahan hidup dari malaria otak. “Kesulitan belajar, jika mereka memang punya akses ke sekolah. Betapa sulitnya melakukan itu sementara mereka masih dalam kubangan kemiskinan, sementara mereka masih terancam AIDS. Jika kita mulai memikirkan tentang apa dampaknya terhadap kemampuan intelektual jangka panjang mereka dan kemampuan mereka berperan di tengah masyarakat setempat, ini mengejutkan,” katanya lagi.

Zimmerman merekomendasikan agar lovastatin ditambahkan pada pengobatan bagi malaria serta bagi sepsis, infeksi darah sistemik yang umum dikenal sebagai keracunan darah yang membuat sakit dan mengancam nyawa lebih banyak orang di dunia daripada malaria otak.

Zimmerman meminta badan regulator obat pemerintah agar mempercepat proses evaluasi mereka. Tetapi ia mengatakan tidak optimistis prasyarat ujicoba pada manusia akan mudah dilakukan di kawasan-kawasan terpencil di Afrika, di mana malaria banyak ditemukan.
 
Artikel mengenai penggunaan obat anti-kolesterol dalam pengobatan malaria diterbitkan dalam jurnal PLoS Pathogens.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: ona de fretes dari: makassar
15.02.2013 13:36
Gejala Penyakit Malaria

Penyakit malaria memiliki gejala yang cukup khas yaitu demam (panas dan dingin), menggigil, nyeri persendian, sakit kepala, muntah-muntah dan kerusakan retina. Gejala paling khas dari penyakit malaria adalah badan terasa dingin yang kemudian diikuti dengan demam panas yang berlangsung sekitar empat sampai enam jam.Pada banyak kasus, gejala penyakit malaria bisa sangat menyerupai beberapa gejala yang ditimbulkan oleh penyakit lain seperti tifus, dan demam berdarah, sehingga memerlukan tes darah di laboratorium untuk mengetahui kepastian adanya parasit plasmodium dalam darah. Ada pula gejala penyakit malaria yang sangat khas yang merupakan ciri-ciri klinis yang dapat membedakan demam malaria dengan demam yang ditimbulkan penyakit lain yaitu gejala pemutihan pada retina.

Gejala penyakit malaria bisa berbeda tergantung pada jenis parasit plasmodium apa yang berada dalam sel darah seseorang. Untuk jenis plasmodium vivax dan ovale, demam akan berlangsung sekitar dua hari sekali, dan untuk plasmodium malariae demam akan berlangsung sekitar 3 hari sekali, sedangkan untuk plasmodium yang paling berbahaya yaitu falciparum, demam panas dingin dapat terjadi berulang-ulang dalam beberapa jam. Pada anak-anak gejala khas ditunjukan oleh sikap yang tidak normal (abnormal), yang dapat menjadi pertanda telah terjadi kerusakan cukup parah pada jaringan otak, yang dapat berlanjut menjadi anemia akut selama perkembangan usia anak tersebut.

Hampir semua kasus penakit malaria akut yang mengarah ke koma dan kematian disebabkan oleh jenis falciparum, dimana gejalanya timbul sekitar enam sampai empatbelas hari setelah digigit nyamuk (infeksi). Penyakit malaria parah jika tidak diobati dengan baik dapat menimbulkan komplikasi berbahaya seperti pembengkakkan pada hati (liver) bahkan gagal ginjal. Penyakit malaria akut ini jika tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan kematian dengan cepat dalam hitungan hari bahkan jam.
Berikut adalah gejala-gejala khusus pada dewasa dan anak-anak yang ditimbulkan oleh tiap-tiap jenis plasmodium malaria :

Penyakit malaria tidak akut plasmodium vivax , ovale, dan malariare.

Gejala awal pada dewasa :

Demam panas dingin, menggigil.
Nyeri otot
Lesu dan lemas
Muntah

Gejala awal pada anak-anak :

Pernapasan dangkal dan cepat
Batuk
Demam yang disertai kejang

Penyakit malaria plasmodium falciparum akut.

Gejala awal pada anak-anak :

Koma, kejang-kejang, kejang otot yang menyebabkan tubuh melengkung.
Gagal ginjal, dan jumlah urin yang sangat sedikit (kurang dari 400ml per hari)
Cairan pada paru-paru
Pernapasan dangkal, dan kekurangan oksigen.

Komplikasi lanjutan pada orang dewasa :

Kencing darah
Demam tinggi (lebih dari 40 derajat celcius)
Kejang
Syok
Pendarahan
Koma

Gejala awal pada anak-anak :

Gula dalam darah sangat rendah
Kejang-kejang menyebabkan tubuh melengkung ke belakang
Koma
Lubang hidung membesar
Pendarahan

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook