Tautan-tautan Akses

NY Times : Departemen Kehakiman Temukan 'Pelanggaran Pidana' General Motors


Logo perusahaan otomotif General Motors di kantor GM di Roswell, Georgia (Foto: dok).
Logo perusahaan otomotif General Motors di kantor GM di Roswell, Georgia (Foto: dok).

Kerusakan sistem pengapian dan masalah lain pada kendaraan mereka membuat “General Motors” menarik 30 juta kendaraan tahun lalu.

Perusahaan otomotif raksasa “General Motors” terancam membayar denda terbesar dalam sejarah karena gagal melaporkan kerusakan pengapian pada kendaraan-kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan yang menewaskan sedikitnya 104 orang, demikian menurut sebuah laporan di surat kabar The New York Times, Jumat (22/5).

Pembayaran denda “General Motors” itu masih dirundingkan tetapi diperkirakan akan melampaui denda yang dibayarkan “Toyota” tahun lalu yang mencapai 1,2 milyar dolar karena gagal melaporkan masalah percepatan tiba-tiba pada kendaraan buatan mereka, demikian menurut beberapa sumber yang tidak disebutkan namanya dalam suratkabar itu.

The New York Times melaporkan Departemen Kehakiman Amerika telah menemukan “kesalahan pidana” dalam kegagalan “General Motors” melaporkan masalah sistem pengapian yang tiba-tiba membuat mesin mati.

Kerusakan sistem pengapian dan masalah lain pada kendaraan mereka membuat “General Motors” menarik 30 juta kendaraan tahun lalu, yang menurut laporan surat kabar itu merupakan suatu rekor pada perusahaan tersebut.

The New York Times melaporkan sikap “General Motors” untuk menyelesaikan penyelidikan itu tampaknya akan membuat pabrik otomotif itu meraih “kepercayaan untuk bekerjasama” yang “tampaknya menurunkan” denda yang harus dibayarkan seandainya “General Motors” menolak bekerjasama.

Kerjasama “General Motors” dalam penyelidikan itu bertolak belakang dengan sikap “Toyota” yang berusaha melawan tim jaksa penggugat.

Menurut laporan suratkabar itu, tahun lalu “General Motors” membayar sekitar 3 milyar dolar atas penarikan kendaraan dan beberapa masalah keselamatan lainnya.

Jumlah itu termasuk 600 juta dolar yang disisihkan untuk membayar kompensasi kepada para korban dan keluarga korban kecelakaan terkait kerusakan saklar.

The New York Times melaporkan “General Motors” telah membayar denda sebesar 35 juta dolar kepada Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional karena tidak melaporkan masalah kerusakan pengapian “pada waktu yang tepat”.

Surat kabar itu mengatakan sejak bulan Mei 2014 “General Motors” diperintahkan untuk melapor secara berkala kepada badan pemerintah berwenang tentang praktek-praktek keselamatan yang telah diambil pabrik itu.

Surat kabar itu mengatakan sejumlah mantan karyawan “General Motors” sedang dalam penyelidikan dan terancam menghadapi tuntutan pidana.

XS
SM
MD
LG