Rabu, 22 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 06:16

Berita / Dunia / Afrika

Militan Somalia Umumkan Pembunuhan Sandera Perancis

Kelompok militan Somalia, al-Shabab, mengatakan mereka telah membunuh sandera warga Perancis, Denis Allex, yang diculik dan ditawan selama lebih tiga tahun.

Kelompok militan Somalia menyatakan dalam Twitter, Kamis (16/1) bahwa kelompok mereka telah mengeksekusi Denis Allex, sandera militan Somalia selama lebih dari tiga tahun (Foto: dok).
Kelompok militan Somalia menyatakan dalam Twitter, Kamis (16/1) bahwa kelompok mereka telah mengeksekusi Denis Allex, sandera militan Somalia selama lebih dari tiga tahun (Foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Al-Shabab menulis di Twitter hari Kamis (16/1) bahwa Denis Allex telah dibunuh sehari sebelumnya.

Kelompok itu merilis pernyataan hari Rabu yang menyatakan niat mereka untuk membunuh petugas intelijen itu, yang merupakan target operasi penyelamatan Perancis yang gagal pekan lalu. Para pejabat Perancis menganggap pria itu sudah tewas.

Al-Shabab mengatakan pihaknya membunuh Allex untuk membalas yang mereka klaim kematian warga sipil yang dibunuh oleh pasukan Perancis dalam serbuan Jumat malam, serta untuk memprotes apa yang disebutnya kebijakan anti-Muslim Perancis dan operasi militer negara itu di Perancis dan Afghanistan.

Allex diculik dari sebuah hotel di Mogadishu bulan Juli 2009. Sebelum itu, dia adalah bagian sebuah tim yang membantu melatih pasukan pemerintah Somalia untuk melawan al-Shabab.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Tornado Dahsyat di Oklahoma Tewaskan Puluhan Orang - Laporan VOA

Serangan tordano dahsyat menimpa wilayah perkotaan dekat Oklahoma City di AS mengakibatkan puluhan orang tewas dan ratusan terluka. Tornado berkecepatan lebih dari 300 kilometer per jam ini meluluhlantakkan permukiman dan sekolah di wilayah Moore dekat Oklahoma City. Regu penyelamat masih mencari korban selamat yang mungkin terjebak di bawah reruntuhan.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya