Selasa, 21 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 23:38

Berita / Dunia / Afrika

Militan Mali Bakar Perpustakaan di Timbuktu yang Sarat Naskah Kuno

Perpustakaan di Timbuktu menyimpan sekitar 30 ribu manuskrip, kebanyakan dari koleksi pribadi keluarga, dan sebagian dari naskah masih bersampul kulit unta.

Seorang petugas di perpustakaan di Ahmed Baba Institute di Timbuktu, Mali (foto: dok. tahun 2004). Perpustakaan ini menyimpan ribuan manuskrip Islam kuno.
Seorang petugas di perpustakaan di Ahmed Baba Institute di Timbuktu, Mali (foto: dok. tahun 2004). Perpustakaan ini menyimpan ribuan manuskrip Islam kuno.
UKURAN HURUF - +
Walikota Timbuktu Halley Ousmane menyatakan kelompok militan Islamis di Mali membakar sebuah perpustakaan yang menyimpan ribuan manuskrip Arab kuno, sewaktu mereka mundur dari kota itu pekan ini.

Para penyidik tidak mengetahui persis sejauh mana kerusakan di Ahmed Baba Institute itu. Tetapi mereka khawatir banyak naskah yang tak ternilai harganya di sana hancur. Lembaga itu adalah satu dari beberapa perpustakaan di Timbuktu.

Perpustakaan ini menyimpan sekitar 30 ribu manuskrip, kebanyakan diperoleh dari perpustakaan pribadi keluarga dari seantero Mali. Sebagian dari naskah yang rapuh itu bersampul kulit unta.

Sebagian manuskrip ada yang berasal dari abad ke-13, masa ketika Timbuktu menjadi pusat perdagangan dan pusat ilmu pengetahuan Islam. Sebagian manuskrip, berisi topik beragam mulai dari sejarah hingga politik, belum dimasukkan katalog.

Perpustakaan tersebut membuka gedung baru pada tahun 2009 dengan bantuan dana dari Afrika Selatan.

UNESCO, badan kebudayaan PBB, mencantumkan Timbuktu sebagai situs Warisan Dunia berkat masjid-masjid dan tempat-tempat suci kunonya.

Kelompok militan Islamis Ansar Dine juga menghancurkan sejumlah mausoleum kuno di Timbuktu, selama mereka berkuasa beberapa bulan di kota itu.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Laporan Terkini Tornado dan Nasib WNI di Oklahoma - Liputan Berita VOA 22 Mei 2013

Tim VOA melaporkan pencarian aparat terhadap korban angin tornado di reruntuhan gedung dan rumah-rumah di kota Moore, Oklahoma. 10 warga dan diaspora Indonesia di kota tersebut mengungsi ke lokasi yang aman, sementara belasan mahasiswa Indonesia di Oklahoma mewaspadai kembali terjadinya tornado.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya