Sabtu, 25 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 09:36

Berita / Dunia / Afrika

Militan Al-Shabab Ancam Bunuh Sandera Kenya

Kelompok militan Al-Shabab merilis sebuah video hari Rabu malam (23/1) yang menunjukkan enam warga Kenya yang menjadi sandera mereka.

Kelompok militan al-Shabab di Somalia mengancam akan membunuh 6 sandera warga Kenya (foto: dok).
Kelompok militan al-Shabab di Somalia mengancam akan membunuh 6 sandera warga Kenya (foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Kelompok militan Somalia mengatakan pihaknya akan mengeksekusi beberapa sandera Kenya kecuali jika Kenya mengindahkan tuntutannya untuk membebaskan orang-orang Muslim yang ditangkap atas tuduhan terorisme.

Kelompok militan Al-Shabab merilis ultimatumnya melalui video dan Twitter Rabu malam. Video itu menunjukkan enam pria, dikatakan sebagai warga Kenya yang disandera oleh kelompok itu – dua di rekaman kamera dan empat dalam sebuah foto.

Melalui pesan Twitter, al-Shabab mengatakan pihaknya akan membunuh ke-enam pria itu kecuali bila Kenya memenuhi tuntutan mereka, termasuk pembebasan semua Muslim yang ditahan atas tuduhan terorisme di Kenya, dan pembebasan Muslim yang dikirim ke Uganda untuk menghadapi tuduhan terorisme di sana.

Kelompok itu mengatakan Kenya diberi waktu sampai 14 Februari untuk menanggapi tuntutan tersebut.

Dalam wawancara dengan VOA, Bogeta Ongeri, juru bicara kementerian pertahanan Kenya mengatakan ia tahu ke-empat warga Kenya yang berada dalam tahanan al-Shabab, dua warga sipil dan dua tentara. Dia juga mengatakan Kenya tidak akan bernegosiasi dengan al-Shabab.

Dia mengatakan setiap warga Somalia yang ditangkap semasa operasi anti-terorisme baru-baru ini oleh pasukan keamanan Kenya telah diserahkan kepada pemerintah Somalia.

Ongeri mengatakan Kenya kini hendak mencari cara untuk dapat membawa pulang para sandera dengan selamat.

Pekan lalu, al-Shabab mengeksekusi seorang sandera Perancis, Denis Allex, setelah operasi penyelamatan yang gagal oleh pasukan Perancis.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya