Jumat, 24 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 16:11

Berita / Politik

Mesir Tolak Permohonan Ijin Operasi 8 LSM AS

Mesir telah menolak permohonan delapan LSM Amerika untuk beroperasi di negara itu, termasuk kelompok pemantau pemilu yang dipimpin oleh mantan Presiden Amerika Jimmy Carter.

Robert Becker dari Institut Demokrasi Nasional (NDI), salah satu warga AS yang diajukan ke pengadilan terkait tuduhan aktivitas pro-demokrasi ilegal di Mesir (Foto: dok). Mesir menolak permohonan ijin delapan LSM Amerika untuk  beroperasi di negara itu.
Robert Becker dari Institut Demokrasi Nasional (NDI), salah satu warga AS yang diajukan ke pengadilan terkait tuduhan aktivitas pro-demokrasi ilegal di Mesir (Foto: dok). Mesir menolak permohonan ijin delapan LSM Amerika untuk beroperasi di negara itu.
UKURAN HURUF - +
Kantor berita Mesir, MENA, mengatakan Kementerian Sosial negara itu menolak izin kepada LSM-LSM Amerika karena kegiatan mereka dianggap melanggar kedaulatan Mesir, Senin (23/4). Kantor berita itu mengatakan delapan LSM yang telah masuk daftar hitam pemerintah Mesir diantaranya adalah Carter Center, Coptic Orphans dan Seeds of Peace. Belum dapat dipastikan nama-nama lima LSM lainnya.

Carter Center meninjau pemilu di seluruh dunia dalam usaha untuk memastikan pemilu itu bebas dan adil. Dewan militer yang berkuasa di Mesir mengizinkan organisasi itu memantau pemilu parlemen bertahap yang berlangsung dari November lalu hingga Februari, tetapi tidak jelas apakah izin demikian akan diberikan untuk pemilihan presiden bulan depan.

LSM asing dan dalam negeri telah lama menuduh pemerintah Mesir terlalu lamban mempertimbangkan permohonan izin mereka dan memaksa mereka bekerja dengan status hukum yang tidak tentu.

Direktur Coptic Orphans, Nermien Riad, mengecam penolakan Mesir atas permohonan izin bagi organisasinya. Nermien mengaku tidak paham mengapa upayanya untuk memberi bantuan bagi anak yatim-piatu di negara itu dianggap bertentangan dengan kedaulatan nasional Mesir.

Dalam pernyataan internet yang disaksikan VOA hari Senin, Nermien mengatakan Coptic Orphans belum menerima pemberitahuan resmi permohonan izin yang ditolak itu tetapi akan menantang tindakan itu di pengadilan.

Riad juga mengatakan Coptic Orphans akan terus memenuhi janjinya kepada anak-anak Mesir dengan mengirim relawan desa untuk mengunjungi keluarga yatim piatu, memperbaiki rumah mereka dan menyediakan guru untuk membantu anak-anak.

Pihak berwenang Mesir menggrebek kantor beberapa kelompok pro-demokrasi Amerika dan LSM lain tahun lalu, dan mengenakan tuduhan pidana terhadap 16 aktivis Amerika atas kecurigaan menggunakan dana yang diperoleh secara ilegal untuk merongrong kestabilan Mesir.

Penindakan itu menyulut sengketa diplomatik besar antara kedua negara yang bersekutu itu. Washington sempat mengancam akan menghentikan bantuan militer tahunan 1,3 milyar dolar kepada Kairo terkait pencekalan atas para aktivis Amerika di negara tersebut. Seorang hakim Mesir mencabut larangan itu bulan lalu, dan mengizinkan para warga Amerika itu meninggalkan Mesir dan menghindarkan kemungkinan hukuman penjara.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Remaja Berprestasi dan Berkontribusi di AS (3) - VOA Dunia Kita

Masih dari Thomas Jefferson High, SMA no. 4 terbaik di AS versi majalah “U.S. News & World Report”, Ian dan Ariadne menjawab pertanyaan Sahabat Dunia Kita tentang metode pengajaran sekolah-sekolah di AS. Juga jangan lewatkan serunya ajang kompetisi robotik internasional tingkat SMA, di Washington DC.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya