Jumat, 21 Nopember 2014 Waktu UTC: 16:22

Berita / AS

Menyaksikan Upacara Pemakaman Militer di Taman Makam Pahlawan Nasional Arlington

Taman makam pahlawan di Arlington, Virginia, adalah makam nasional terbesar dan dikenal sebagai makam militer di Amerika.

Suasana upacara pemakaman di Taman Makam Pahlawan di Arlington (Foto: dok). Peti jenazah anggota militer yang hendak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan ini diletakkan diatas kereta yang ditarik sekelompok kuda untuk di semayamkan di tempat peristirahatannya yang  terakhir (foto: dok).
Suasana upacara pemakaman di Taman Makam Pahlawan di Arlington (Foto: dok). Peti jenazah anggota militer yang hendak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan ini diletakkan diatas kereta yang ditarik sekelompok kuda untuk di semayamkan di tempat peristirahatannya yang terakhir (foto: dok).
Julie Taboh
Pasukan kehormatan militer melepaskan tembakan beruntun sebanyak tiga kali, dan peniup terompet memainkan musik “Taps” saat Kolonel Purnawirawan Angkatan Darat Robert Gambino dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Nasional Arlington, tak jauh di luar Washington, DC, ibukota Amerika.
 
Taman makam militer nasional yang terkenal ini adalah tempat peristirahatan terakhir bagi mereka yang aktif dalam tugas militer, presiden, dan warga terkemuka Amerika lainnya.   
 
Tentara-tentara berjasa itu menerima kehormatan militer penuh. Selain mendapat penghormatan terakhir dengan tembakan senapan, pemakaman mereka juga diiringi sebuah peleton kehormatan dan barisan musik Angkatan Darat Amerika.
 
Regu tentara berkuda dengan penampilan serasi, menarik peti jenazah yang ditutupi bendera itu, dalam sebuah kereta ke tempat pemakaman. Seekor  kuda tanpa penunggang, mengikuti dari belakang. Sepatu bot yang tergantung di kuda itu dipasang terbalik sebagai lambang bahwa ksatria yang telah gugur itu tidak akan menunggang kuda itu lagi.
 
Kuda-kuda penarik kereta jenazah itu, sudah dipergunakan dalam upacara ini selama lebih dari 60 tahun.
 
Baik kuda-kuda maupun orang yang merawat dan menungganginya, dilatih secara khusus untuk tugas ini. Mereka adalah anggota peleton kereta jenazah dari resimen infantri ke-3 Amerika, yang dikenal dengan sebutan “The Old Guard” atau “Pengawal Lama.”
 
Sersan Satu Angkatan Darat Eric Hayman mengatakan, sudah menjadi tradisi, sejak awal abad ke-19, saat kuda-kuda yang menarik kereta itu membawa orang dan perlengkapan ke dan dari garis depan pertempuran.
 
"Kuda-kuda digunakan untuk menarik senjata-senjata dan juga untuk membawa mereka yang terluka ke rumah sakit. Kemudian, terjadi perubahan dan kita tidak lagi memerlukan kuda-kuda itu. Kini, kuda-kuda itu diberi tugas untuk menarik kereta jenazah dan tentara-tentara yang gugur dalam perang dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Arlington,” demikian penjelasan Eric Hayman.
 
Empat puluh empat ekor kuda ditempatkan di gudang kereta di markas gabungan Myer Henderson Hall, di sebelah tempat pemakaman. Setiap tim memerlukan waktu beberapa jam untuk mempersiapkan, mendandani dan menghias kesempatan khusus itu.
  
Hayman bertanggung jawab untuk kesehatan dan kesejahteraan seluruh peleton kuda itu, termasuk prajuritnya.
 
Satuan prajurit dan kuda-kuda penarik kereta jenazah mempersiapkan penghormatan terakhir untuk upacara penguburan tersebut. Setiap minggunya mereka melangsungkan sekitar 40 upacara pemakaman militer di Taman Makam Pahlawan ini.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook