Selasa, 31 Mei 2016 Waktu: 03:13

    Berita / AS

    Menlu AS Perkuat Keamanan di Pos-Pos Diplomat

    Sebagian diplomat Amerika khawatir bahwa peraturan keamanan baru yang diperintahkan Washington dapat mempersulit tamu menemui mereka.

    Menteri Luar Negeri AS Hillary Rodham Clinton menemui marinir AS di Kedubes Amerika di Kabul, Afghanistan, 20 Oktober 2011 (Foto: dok). Serangan maut di Konsulat AS di Benghazi tahun lalu, mendorong Amerika untuk meningkatkan keamanan di tempat-tempat perwakilan diplomatik AS di seluruh dunia.
    Menteri Luar Negeri AS Hillary Rodham Clinton menemui marinir AS di Kedubes Amerika di Kabul, Afghanistan, 20 Oktober 2011 (Foto: dok). Serangan maut di Konsulat AS di Benghazi tahun lalu, mendorong Amerika untuk meningkatkan keamanan di tempat-tempat perwakilan diplomatik AS di seluruh dunia.
    Menteri Luar Negeri Amerika Hilary Clinton mengatakan serangan maut tahun lalu terhadap konsulat Amerika di kota Benghazi, Libya timur telah mendorongnya untuk mengambil langkah mendesak untuk meningkatkan keamanan di tempat-tempat  perwakilan diplomatik di seluruh dunia.

    Tetapi, sebagian diplomat Amerika khawatir bahwa peraturan keamanan baru yang diperintahkan Washington itu juga dapat mempersulit tamu menemui mereka.

    Dalam serangan Benghazi, orang-orang yang dicurigai militan al-Qaida menggrebek konsulat Amerika tanggal 11 September tahun 2012, menewaskan empat orang Amerika, termasuk duta-besar Amerika.

    Sebelumnya hari itu, pemrotes anti-Amerika menyerbu kedutaan Amerika di Kairo, karena marah oleh film yang dibuat di Amerika mengenai Nabi Muhammad. Orang-orang Yaman yang tersinggung oleh film itu juga menerobos masuk ke kedutaan Amerika di Sana’a.

    Dalam sidang Senat hari Rabu, Menteri Clinton mengatakan ia telah menanggapi insiden-insiden tersebut dengan meminta ratusan tambahan Marinir sebagai pengawal keamanan yang akan dikirim ke  pos-pos diplomatik yang rawan.

    Lihat Juga

    Beijing: Kapal yang Ditahan Indonesia Beroperasi Secara Legal

    Menurut AFP, Achmad Taufiqoerrochman, komandan Armada Barat Indonesia, mengatakan kapal China tersebut , Gui Bei Yu, dicurigai telah melakukan penangkapan ikan secara illegal karena ditemukannya hasil tangkapan di dalam kapal itu. Selengkapnya

    Mantan Presiden Chad akan Divonis Hari Ini di Senegal

    Mantan diktator Chad, Hissene Habre diadili atas tuduhan kejahatan perang, penyiksaan dan kejahatan terhadap kemanusiaan oleh mahkamah khusus yang dinamakan Mahkamah Luar Biasa Afrika. Selengkapnya

    10 Tahun Lumpur Lapindo, Warga Masih Hidup Dalam Ancaman

    Warga sekitar tanggul lumpur khawatir dengan adanya rencana Lapindo Brantas melakukan pengeboran pada salah satu sumur di Tanggulangin. Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Komentar-komentar
         
    Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

    Ikuti Kami