Sabtu, 25 Oktober 2014 Waktu UTC: 06:14

Berita / Indonesia

Mendag: Pemerintah akan Turunkan Harga untuk Bantu Korban Banjir

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan pemerintah akan membantu menurunkan harga-harga bahan pokok yang naik drastis karena banjir.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan pemerintah akan mempercepat pasokan logistik di berbagai lokasi di Jakarta. (Foto: Dok)
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan pemerintah akan mempercepat pasokan logistik di berbagai lokasi di Jakarta. (Foto: Dok)
Iris Gera
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan Senin (21/1) di Jakarta bahwa pemerintah akan mendistribusikan kebutuhan pangan sebanyak-banyaknya pasca banjir besar terutama di lokasi-lokasi yang sempat terkena banjir.

Usai rapat tertutup dengan menteri-menteri bidang ekonomi, Gita mengatakan kementeriannya segera berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk para distributor untuk mempercepat pasokan logistik ke berbagai lokasi, terutama lokasi yang terkena banjir agar masyarakat tidak sulit mendapatkan berbagai kebutuhan pangan.

Sejak banjir besar mengepung kota Jakarta dan sekitarnya, harga kebutuhan pangan melonjak diantaranya harga telur ayam  yang biasanya Rp 750 per butir menjadi  Rp 2.000 per butir , mie instan naik dari Rp 1.500 per bungkus menjadi  Rp 5.000, dan beras kualitas rendah meningkat dari Rp 2.000 per liter menjadi Rp 5.000 per liter.

Menanggapi  kondisi tersebut, Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan menegaskan  pemerintah akan berusaha menurunkan harga.

“Distribusi bahan pangan dan kebutuhan lain tetap diupayakan supaya lancar dan masalah harga-harga nanti kita lihat ya, kita akan himbau ke pedagang dan para distributor untuk tidak menaikkan harga,” ujar Gita.

Dalam kesempatan berbeda, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi, menilai dampak negatif di Jakarta akan berlangsung dalam jangka panjang jika tidak segera dibenahi.

“Karena begini ya, kalau mereka (investor) tidak nyaman lagi tinggal di Jakarta, kalau kita sendiri mereka lihat tidak bisa mengurus ibu kota kita sendiri, bagaimana diharapkan asing  itu mau datang,” ujarnya.

Meski para pengusaha dirugikan akibat terjadi banjir, Sofyan mengatakan Apindo sudah meminta  agar para pengusaha mempercepat distribusi berbagai kebutuhan. Bahkan, ditambahkannya, Apindo juga meminta para produsen  makanan dan minuman kemasan untuk memberi bantuan secara gratis ke lokasi-lokasi pengungsian.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Sarwo Handayani menjelaskan, saat ini  Pemda Jakarta sedang  mempersiapkan berbagai program untuk segera direalisasikan terkait banjir.

Ada tiga tahap program yang menjadi prioritas Pemda Jakarta agar banjir tidak lagi mengepung kota Jakarta dan sekitarnya pada tahun-tahun mendatang, ujarnya.

“Ada tiga tahapan, pertama jangka pendek yaitu menggalang seluruh kemampuan orang-orang di Pemprov DKI Jakarta termasuk mengajak TNI mengeruk sungai agar kedalamannya bertambah,” ujar Sarwo.

Kedua, atau jangka menengah yaitu mengajak masyarakat untuk mengelola air, dan Pemprov DKI Jakarta akan mempertimbangkan usulan membuat terowongan besar bawah tanah yang  bisa difungsikan untuk transportasi dan saluran air.

“Ketiga, atau jangka panjang, adalah membuat sumur-sumur resapan dan menambah air minum masuk ke Jakarta. Pengiriman  air minum diperluas sehingga pengambilan air tanah dikurangi. Kita juga harus waspadai kemungkinan 2025 akan ada banjir yang diakibatkan rob, maka akan dibuat tanggul multiguna di Jakarta Utara, Teluk Jakarta. Jadi di tengah laut untuk membendung luapan air laut ke darat,” ujarnya.

Hingga Senin, aktivitas perekonomian kota Jakarta belum pulih sepenuhnya. Beberapa mesin anjungan tunai mandiri (ATM), rusak akibat terendam banjir di beberapa wilayah, pasar tradisonal belum beraktivitas penuh, bahkan perkantoran disekitar jalan Sudirman-Thamrin masih harus dibersihkan termasuk Plaza  UOB dan Sarinah serta  Bank Indonesia yang pada Kamis (17/1) hingga Jumat lalu terendam air yang mencapai 1,5 meter.

Di wilayah Jakarta Utara, pasar ikan juga masih lumpuh sehingga distribusi ikan segar terganggu karena truk penjemput ikan hasil kerja para nelayan untuk didistribusikan  ke berbagai wilayah tersendat karena masih ada genangan air.  Truk-trurk tersebut terjebak sejak Kamis lalu.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook