Rabu, 26 Nopember 2014 Waktu UTC: 08:47

Berita / AS

Masalah Jurang Fiskal Bisa Merambat ke Masalah Pangan AS

Bagi banyak orang Amerika, malam Tahun Baru dipusatkan pada Kongres Amerika untuk mengatasi apa yang disebut “fiscal cliff” atau “jurang fiskal”, kenaikan pajak dan pemotongan anggaran pengeluaran besar-besaran.

President  Obama tersenyum saat membicarakan masalah jurang fiskal di Gedung Putih pada 31 Desember 2012.
President Obama tersenyum saat membicarakan masalah jurang fiskal di Gedung Putih pada 31 Desember 2012.
Steve Baragona
Tetapi kemacetan dalam  Kongres menimbulkan jurang  lainnya, di lorong-lorong di toko bahan pangan Amerika. 
 
Sejak zaman  Great Depression atau Depresi Hebat dalam tahun-tahun 1930-an, Kongres Amerika membuat undang-undang  untuk  menstabilkan  persediaan pangan dan  mengupayakan agar  para petani  yang  kewalahan  bisa tetap menjalankan  usahanya.  Kongres  mestinya  menyusun kembali  undang-undang itu   kira-kira lima tahun sekali. Tetapi  undang-undang tersebut telah habis masa berlakunya  dan para anggota Kongres  belum mengesahkan  undang-undang baru, kata Mary Kay Thatcher, seorang pelobi  bagi  organisasi  petani terbesar,  American Farm Bureau Federation.
 
 “Yang terjadi  kalau undang-undang itu habis masa berlakunya adalah  kembali pada  yang disebut “undang-undang permanen”, yaitu undang-undang  yang disusun tahun 1930-an  dan 1940-an, ungkap Thatcher.
 
Berdasarkan  undang-undang tahun 1940-an itu, pemerintah  Amerika  akan membeli  susu dari para  petani atau peternak dengan harga kira-kira dua kali lipat  harga yang sekarang, sehingga harga  untuk konsumen  juga akan melonjak.
 
Thatcher mengatakan, Departemen Pertanian Amerika  atau USDA, akan  memerlukan waktu  beberapa pekan  untuk melaksanakan  kebijakan itu. Katanya, dia berharap masalah itu akan selesai pada waktunya, karena  apa yang  disebut  “dairy cliff” atau  “jurang produk susu” baru merupakan permulaan. Program-program yang mendukung   produk pertanian lain juga akan  kembali pada  kebijakan tahun-tahun 1940-an itu. 
 
 “Jurang berikutnya mungkin akan terdapat dalam  produksi gandum, karena  kira-kira pada bulan Maret, Departemen Pertanian Amerika akan menetapkan  harga gandum yang baru,” ungkap Thatcher.
 
Bukan hanya itu yang  diperkirakan akan terjadi dengan habis masa berlakunya  Undang-Undang Pertanian, kata  Roger Johnson, Kepala  Organisasi  Petani terkemuka lain, yaitu National Farmers Union. Ia mengatakan, “Program-program energi yang dapat diperbarui sudah tidak ada lagi. Sejumlah  program konservasi pertanian dan peternakan  telah  lenyap. Subsidi  bagi para petani  dan peternak  baru juga hilang, seperti  juga program bantuan  kalau terjadi bencana”

Alasan utama  adanya  program-program bantuan pangan adalah untuk kaum miskin.  Ini antara lain program  gizi  yang merupakan 80 persen  dari pengeluaran  dalam Undang-Undang Pertanian.
 
Jumlah terbesar yang mencapai rekor  adalah orang Amerika  yang menggunakan  program  bantuan, yang dikenal  dengan nama Food Stamp atau kupon makanan.  Tetapi  kalau terjadi defisit, program  itu  menjadi sasaran  pemotongan anggaran pengeluaran, kata Thatcher.
 
Tetapi para pengritik mengatakan undang-undang itu  juga mencakup  subsidi  bagi para petani yang  jumlahnya sangat berlebihan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook