Sabtu, 19 April 2014 Waktu UTC: 14:29

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Mantan PM Jepang Minta Parlemen Tutup PLTN

Naoto Kan meminta parlemen Jepang agar tidak lagi menggunakan PLTN, dan mengatakan ia turut bertanggungjawab atas bencana nuklir di PLTN Fukushima tahun lalu.

Mantan PM Jepang Naoto Kan mengimbau parlemen Jepang agar menutup PLTN-PLTN di Jepang (foto: dok).
Mantan PM Jepang Naoto Kan mengimbau parlemen Jepang agar menutup PLTN-PLTN di Jepang (foto: dok).

Artikel Terkait

UKURAN HURUF - +
Mantan perdana menteri Jepang Naoto Kan telah meminta parlemen Jepang agar tidak lagi menggunakan PLTN, dan mengatakan ia, sebagai kepala pemerintahan, turut bertanggungjawab atas bencana nuklir yang dipicu oleh gempa bumi hebat dan tsunami tahun lalu.

Kan berbicara hari Senin kepada para legislator dan mengritik peran Perusahaan Listrik Tokyo (TEPCO) serta lobi puluhan tahun oleh industri tenaga nuklir.

Mantan perdana menteri itu mendapat kecaman pedas hingga berpekan-pekan setelah bencana 11 Maret 2011 yang menghancurkan PLTN Fukushima-Daiichi di timur laut Tokyo.

Para pengecam menyerang pemerintah yang disebut tidak siap menghadapi bencana alam dan karena kegagalan Tokyo menyediakan informasi yang jelas kepada masyarakat yang tertimpa bencana itu.

Setelah gempa dan tsunami Maret 2011 mengakibatkan kebocoran pada pusat pembangkit nuklir Fukushima, Pemerintah Jepang memberlakukan pemeriksaan ketat pada semua reaktor nuklir.  Satu demi satu, reaktor-reaktor itu harus ditutup untuk memeriksa ketahanannya terhadap gempa dan tsunami.

Jajak pendapat, baik di Fukushima maupun pada tingkat nasional, menunjukkan kebanyakan rakyat Jepang menentang segera dimulainya lagi reaktor-reaktor nuklir. Para gubernur prefektur-prefektur yang berdekatan dengan Fukushima juga meminta jaminan pemerintah dan tindakan-tindakan pengamanan yang lebih kuat.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook