Jumat, 27 Mei 2016 Waktu: 01:20

    Berita / Dunia

    Mantan Dubes AS di PBB dan Pimpinan Google Mulai Kunjungan di Korut

    Mantan dutabesar Amerika untuk PBB Bill Richardson dan pimpinan perusahaan Google Eric Schmidt memulai kunjungan tidak resmi ke Korea Utara, Senin (7/1).

    Pemimpin perusahaan Google, Eric Schmidt (dua dari kanan) dan mantan dubes AS untuk PBB Bill Richardson (kiri) memulai kunjungan tidak resmi ke Korea Utara, 7 Januari 2013. (AP Photo/Andy Wong)
    Pemimpin perusahaan Google, Eric Schmidt (dua dari kanan) dan mantan dubes AS untuk PBB Bill Richardson (kiri) memulai kunjungan tidak resmi ke Korea Utara, 7 Januari 2013. (AP Photo/Andy Wong)
    Richardson mengatakan ia berencana untuk berbicara kepada para pejabat mengenai penangkapan seorang warga Amerika keturunan Korea Kenneth Bae, yang ditahan di Korea Utara atas tuduhan kejahatan yang tidak dijelaskan terhadap negara.

    Richardson juga mengatakan ia prihatin akan program nuklir Korea Utara dan berharap kunjungannya akan membantu Korea Utara bergerak ke apa yang disebutnya “arah yang benar.”

    Departemen Luar Negeri Amerika telah mengeritik kunjungan itu, dengan mengatakan saat ini bukanlah waktu yang tepat bagi Richardson untuk pergi ke Korea Utara. Kunjungan itu dilakukan setelah Korea Utara menguji-coba roket jarah jauh, yang meratakan jalan bagi kemungkinan percobaan nuklir yang ketiga.

    Lihat Juga

    Obama: Pemimpin Dunia ‘Resah’ oleh Kemungkinan Trump Jadi Presiden

    Berbicara kepada wartawan di kota Ise Shima, Jepang, Kamis (26/5), seusai hari pertama KTT para pemimpin tujuh negara terkaya dunia, Obama mengatakan dunia memberi perhatian yang seksama karena “Amerika Serikat berada di jantung tatanan internasional.” Selengkapnya

    Gunung Sinabung Meletus Lagi

    Gunung Sinabung di Sumatra Utara meletus kembali hari Kamis (26/5), dengan menyemburkan abu vulkanik ke angkasa. Selengkapnya

    Deplu AS: Penggunaan Email Pribadi Clinton Langgar Peraturan

    Isu besar yang telah mencemari kampanye kepresidenan Hillary Clinton kembali mencuat setelah sebuah laporan baru pemerintah mengatakan mantan Menlu AS itu melanggar peraturan departemen dengan menggunakan server email pribadinya untuk urusan resmi. Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Komentar-komentar
         
    Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

    Ikuti Kami