Jumat, 24 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 11:11

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Malaysia Kembali Pekerjakan Warga Bangladesh Setelah 4 Tahun

Malaysia kembali merekrut pekerja migran dari Bangladesh setelah berhenti selama empat tahun karena maraknya pekerja ilegal.

Para pekerja migran dari Bangladesh di Bandar Udara Internasional Zia, Dhaka, setelah kembali dari Malaysia, 2009. (Reuters/Andrew Biraj)
Para pekerja migran dari Bangladesh di Bandar Udara Internasional Zia, Dhaka, setelah kembali dari Malaysia, 2009. (Reuters/Andrew Biraj)
UKURAN HURUF - +
Menteri Tenaga Kerja Luar Negeri Zafar Ahmed Khan memberitahu kantor berita AFP bahwa perekrutan akan dimulai dengan 10.000 pekerja perkebunan.

“Kami mulai dengan 10.000 pekerja dan sampai akhir tahun ini jumlah kumulatifnya akan mencapai 100.000,” ujar Zafar.

Langkah tersebut akan membantu mengurangi kekhawatiran di Bangladesh mengenai kiriman uang dari luar negeri setelah jatuhnya permintaan akan pekerja dari Timur Tengah.

Pekerja migran mengirim uang dengan rekor US$12,85 miliar tahun lalu, atau 12 persen dari produk domestik bruto.

Saat ini diperkirakan ada 500.000 tenaga kerja Bangladesh di Malaysia. Sebelumnya, Malaysia berhenti mempekerjakan warga Bangladesh pada 2009 menyusul laporan mengenai agen-agen tenaga kerja yang mengirimkan sejumlah besar migran untuk bekerja secara ilegal.

Sebagai negara miskin, Bangladesh, yang sangat bergantung dari kiriman uang pekerja untuk mendorong ekonomi, memiliki sekitar 8,5 juta pekerja di 157 negara di seluruh dunia.

Uni Emirat Arab berhenti mempekerjakan warga dari Dhaka pada Agustus. Negara teluk tersebut telah menjadi perekrut terbesar warga Bangladesh sejak 2007, menggantikan Arab Saudi yang juga secara drastis menurunkan jumlah pekerja. (AFP)
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Kebijakan Drone - Liputan Berita VOA

Presiden Amerika Barack Obama memaparkan stategi pemerintahannya menanggulangi ancaman terorisme internasional. Isu utama yang dijabarkan dalam pidato ini adalah penggunaan pesawat tidak berawak atau drone yang masih menurut analis berandil mencegah aksi terorisme meski juga dikritik banyak pihak. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang polisi Inggris membawa bunga di dekat lokasi pembunuhan seorang tentara Inggris di Woolwich, London tenggara.
  • Lego terbesar di dunia yang dibuat berdasarkan model pesawat pada film Star Wars, dipajang di Times Square, New York.
  • Orang-orang menarikan tarian "al-Bara" dalam upacara pernikahan massal di Sana'a, Yaman.
  • Pembalap Red Bull Sebastian Vettel dari Jerman tampak pada helm petugas pemadam kebakaran di pit saat sesi latihan di arena balap Monaco.
  • Seorang pria mengumpulkan bunga teratai untuk dijual, di kolam Bindu Sagar di kota Bhubaneswar, India.
  • Kilatan halilintar di atas langit kota Zhuhai, Provinsi Guangdong, China.
  • Para kadet Tentara Nasional Afghanistan menghadiri upacara wisuda mereka di Pusat Pelatihan Militer di Kabul.
  • Air mancur yang menyala sebagai bagian dari Aquatique International Show, di pelabuhan Darling, kota Sydney, Australia.
  • Seorang pejalan kaki membawa payung berjalan melewati layar raksasa di kota Boston, Massachusetts, AS.
  • Seorang pengunjung berdiri di belakang ilustrasi seekor burung hantu, bagian dari pameran di kota St Petersburg, Rusia.
Lainnya