Kamis, 28 Agustus 2014 Waktu UTC: 15:08

Berita / Gaya Hidup / Religi

Makin Banyak Kaum Muda AS Tolak Ajaran Agama Tradisional

Satu kajian baru di AS yang memusatkan perhatian pada kelompok usia 18 - 24 tahun mendapati banyak anak muda menolak ajaran agama tradisional.

Beberapa mahasiswa melakukan diskusi tentang agama dan isu-isu lain yang dihadapi generasi muda di Universitas Georgetown, Washington DC (foto: dok).
Beberapa mahasiswa melakukan diskusi tentang agama dan isu-isu lain yang dihadapi generasi muda di Universitas Georgetown, Washington DC (foto: dok).
Para pemuda dalam "Millennial Values Fellows" datang ke Universitas Georgetown dari seluruh Amerika, untuk berbicara tentang agama dan isu-isu lain yang dihadapi generasi mereka.

Abigail Clauhs, mahasiswi jurusan agama pada Universitas Boston, mengatakan, “Anak muda yang disebut millennials mempunyai hubungan kompleks dengan agama. Itu terjadi dalam kehidupan pribadi saya."
 
Clauhs dibesarkan di South Carolina oleh ayah pemeluk Protestan Baptis dan ibu pemeluk Katolik Roma.

Jajak pendapat oleh Berkley Center for Religion, Peace & World Affairs pada Universitas Georgetown mendapati  bahwa banyak pemuda itu meninggalkan agama yang mereka anut sejak kecil, umumnya memilih untuk tidak menganut agama tertentu. Sekitar seperempat malah tidak memeluk agama apapun.

Ini merupakan gejala umum yang disaksikan Clauhs di kampus.

"Ada banyak pergeseran, dan orang cenderung untuk tidak berkomitmen pada seperangkat doktrin atau dogma yang ketat, meskipun mereka mungkin masih percaya Tuhan," ujarnya lagi.

Hanya 23 persen responden dalam jajak pendapat itu menyatakan percaya bahwa Alkitab adalah firman Tuhan dan harus dipahami secara harfiah.

Kampus-kampus perguruan tinggi pada umumnya adalah tempat yang paling tidak ramah terhadap agama di Amerika, karena banyak orang menjauh dari agama ketika masih muda. Tetapi, anak-anak muda ini tampaknya melakukannya dengan cara yang berbeda dari generasi sebelumnya.

"Tetapi, seperti Anda lihat, pada dasarnya semua aliran agama dalam Kristiani mengalami kemunduran," ujar Robert Jones, kepala Public Religion Research Institute, yang ikut dalam jajak pendapat itu.

Ia menambahkan, "Salah satu hal yang kami dapati dalam laporan ini adalah para pemuda di negara ini – berusia 18 sampai 24 tahun - benar-benar ingin mengubah wajah agama di negara ini."

Wajah agama di Amerika telah lama tampak seperti itu. Tetapi, menurut Jones, kajian Georgetown itu menunjukkan para pemuda itu menolak agama yang tradisional dan lebih menyukai kehidupan spiritual yang tidak terlalu mengikat.

"Mereka tidak mencari pengalaman di dalam gereja yang tradisional," tambah Jones.

Banyak dari mereka yang tidak selalu menemukannya di internet. Peneliti mendapati, kurang dari 50 persen para pemuda itu yang punya akun Facebook menyebut agama pada halaman profil mereka.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar halaman dari 2
    Berikutnya 
oleh: yusman dari: toraja
06.06.2012 06:13
bagi saya agama kristen atau agama apapun harus dipahami secara iman, karena hal itu tidak bisa dipahami sesuai kemampuan akal manusia, apabila kita sudah rasakan kehadiran Allah dalam diri kita dan melalui komunikasi dengan doa setiap saat itulah agama yang benar karena kemampuan manusia serba terbatas, karena hanya dengan imanlah yang dapat menjangkau keterbatasan alam pikiran kita.


oleh: jullismuchtar dari: jakarta indonesia
25.05.2012 15:24
tanggung jawab orangtua dan pendidik,guru dan orangkaya untuk mengarahkan anak2 ke arah agama yg asli dari tuhan yaitu islam sejak bayi hingga keliang kubur



oleh: jullismuchtar dari: jakarta indonesia
25.05.2012 15:19
agama islam yg asli diturunkan tuhan lewat nabi muhammad memerlukan proses pendidikan dan ilmu pengetahuan yg luas sbg dasar untuk menganalisa setiap ayat2 alquran secara benar, bisa dihayati dan bisa dipraktekan sehingga menghasilkan yg optimal inilah yg namanya mendapat hidayah dan barokah oleh karena itu bangsa manapun yg mau masuk islam memerlukan pengorbanan dan perjuangan lahir batin ,moril dan materil, bukan secara instan...oleh sebab itu anak2 muda diharap bisa mengerti dan berusaha untuk masuk islam dg pengorbanan yg dimaksud diatas...dan tidak mencari atau membuat agama yg seenaknya sendiri atau agama ciptaan manusia yg benar adalah agama yg diciptakan tuhan alloh titik


oleh: Andrew Geoffrey Malino dari: Tarakan
25.05.2012 06:09
Saya setuju dengan komentar dari tjoa tjun kiauw dari: surabya dan Andikha dari NTT. Keduanya sudah menjawab permasalahan di atas. Anak adalah cerminan hasil kreasi yg dibentuk oleh perilaku orang tua. Kalau orang tuanya memberikan taulada yang baik, pasti hasilnya juga baik, yet, the salvation way depends on ourselves. And it has to be noted that it is not religion which will save us, but our FAITH. Itu aza dari saya si <a href='http://juprimalino.blogspot.com/'>Anak Elang</a>


oleh: iwan dari: Jakarta
22.05.2012 11:59
Agama itu seharusnya jalan hidup apalagi kalau kita meyakini ajaran ini datang dari Tuhan yang maha kuasa....Islam bisa dibilang hadir 1500 tahun lalu lewat Muhammad.....dan bagi saya ajaranNya lewat Al Qur'an masih otentik hingga kini hingga akhir jaman...


oleh: iwan dari: bekasi
22.05.2012 09:09
menurut keyakinan saya agama yang saya anut, Islam, memang diturunkan 1500 tahun lalu, bisa dibilang agama tradisional, namun isi dari ajarannya masih aktual hingga kini....jadi tergantung bagaimana menyikapinya.....itu saja komentar saya...


oleh: Fidelis Waruwu dari: Jakarta
18.05.2012 19:58
Salah satu gejala yang dalam kurun waktu 30-20 tahun terakhir ini sudah terjadi di Eropa. Kaum muda tidak lagi merasa perlu ke Gereja, mengikuti hal-hal yang serba tradisional. Orang muda semakin kritis dalam berpikir. Sementara hidup menggereja sendiri tidak menyentuh afeksi mereka, sehingga mereka makin jauh dari kehidupan agama tradisional. Ini sebuah fenomena yang perlu ditanggapi secara bijak oleh para pemimpin agama dan umatnya.


oleh: andikha dari: Kupang NTT
17.05.2012 04:21
bagi yang menganut ajaran Kristus... tak perlu untuk merasa resah karena "keselamatan' bagi mereka itu pasti....yang diluar itu menjadi tanggungjawab masing-masing orang....karena bukan agama yang menyelatkan seseorang tetapi iman dan percayanya.....


oleh: Djamaluddin Rambe dari: Medan,Indonesia
17.05.2012 03:17
Satu tantangan besar bagi tokoh Agama untuk meyakinkan kaum muda bahwa dgn agama ,manusia dapat dimanusiakan senbagai makhluk TUHAN yang berguna bagi dirisendiri dan oranglain


oleh: Drs.Djamaluddin Rambe dari: Medan.Indonesia
17.05.2012 03:04
Tantangan terbesar bagi pemuka Agama untuk dapat meyakinkan kaum muda bahwa dengan agama , manusia dapat dimanusiakan sebagai makhluk ciptaan TUHAN yang dapat berguna bagi diri sendiri dan orang lain

Komentar halaman dari 2
    Berikutnya 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook