Jumat, 24 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 05:04

Berita / Iptek / Lingkungan Hidup

Mahkamah Belanda Tolak Gugatan Petani Nigeria atas Perusahaan Royal Dutch Shell

Mahkamah Belanda menolak upaya para petani Nigeria menggugat perusahaan minyak Royal Dutch Shell terkait pencemaran di desa-desa mereka di Delta Niger.

Lapisan minyak mencemari tanaman di Delta Niger (foto: dok). Petani setempat mengatakan, kebocoran minyak dari pengeboran telah merusak usaha pertanian dan perikanan lokal.
Lapisan minyak mencemari tanaman di Delta Niger (foto: dok). Petani setempat mengatakan, kebocoran minyak dari pengeboran telah merusak usaha pertanian dan perikanan lokal.
UKURAN HURUF - +
Mahkamah di Den Haag hari Rabu (30/1) mengatakan, hanya anak perusahaan, yaitu Nigerian Shell, yang akan harus membayar ganti rugi karena tidak memberikan perlindungan selayaknya dari sabotase.

Mahkamah menolak gugatan terhadap perusahaan induk, dengan mengatakan, menurut undang-undang Nigeria, Shell tidak memikul tanggung jawab kecuali jika lalai dalam menjalankan operasinya.

Para petani itu pertama mengajukan gugatan tahun 2008 bersama Organisasi lingkungan Sahabat Bumi, dalam upaya memaksa Shell membersihkan pencemaran dari tumpahan minyak yang menghancurkan tanaman, suplai air, dan kolam-kolam ikan.

Tetapi Shell menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan semua yang dapat dilakukan untuk menangani dampak operasinya, dan bahwa tumpahan itu terjadi karena sabotase kelompok bersenjata yang menjebol pipa untuk mencuri minyak.

Para aktivis menganggap kasus ini sebagai ujian apakah perusahaan internasional dapat dinyatakan bertanggung jawab atas pelanggaran anak perusahaan asing. 
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Festival Bonsai di Washington DC - Liputan Feature VOA

Seni bonsai yang berasal dari Jepang, kini semakin banyak digemari di Amerika. Ini terlihat dari antusiasme pengunjung yang datang ke acara “Festival Bonsai”. Acara tahunan menyambut musim semi di Washington DC ini, diadakan atas kerjasama beberapa perkumpulan bonsai dan Taman Nasional Arboretum. Seni bonsai tidak hanya cantik dilihat, tapi juga dapat menjadi sumber mata pencaharian, serta menjadi sarana melepas stress dari rutinitas sehari-hari.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang polisi Inggris membawa bunga di dekat lokasi pembunuhan seorang tentara Inggris di Woolwich, London tenggara.
  • Lego terbesar di dunia yang dibuat berdasarkan model pesawat pada film Star Wars, dipajang di Times Square, New York.
  • Orang-orang menarikan tarian "al-Bara" dalam upacara pernikahan massal di Sana'a, Yaman.
  • Pembalap Red Bull Sebastian Vettel dari Jerman tampak pada helm petugas pemadam kebakaran di pit saat sesi latihan di arena balap Monaco.
  • Seorang pria mengumpulkan bunga teratai untuk dijual, di kolam Bindu Sagar di kota Bhubaneswar, India.
  • Kilatan halilintar di atas langit kota Zhuhai, Provinsi Guangdong, China.
  • Para kadet Tentara Nasional Afghanistan menghadiri upacara wisuda mereka di Pusat Pelatihan Militer di Kabul.
  • Air mancur yang menyala sebagai bagian dari Aquatique International Show, di pelabuhan Darling, kota Sydney, Australia.
  • Seorang pejalan kaki membawa payung berjalan melewati layar raksasa di kota Boston, Massachusetts, AS.
  • Seorang pengunjung berdiri di belakang ilustrasi seekor burung hantu, bagian dari pameran di kota St Petersburg, Rusia.
Lainnya