Selasa, 30 September 2014 Waktu UTC: 13:51

Berita / Iptek / Lingkungan Hidup

Mahkamah Belanda Tolak Gugatan Petani Nigeria atas Perusahaan Royal Dutch Shell

Mahkamah Belanda menolak upaya para petani Nigeria menggugat perusahaan minyak Royal Dutch Shell terkait pencemaran di desa-desa mereka di Delta Niger.

Lapisan minyak mencemari tanaman di Delta Niger (foto: dok). Petani setempat mengatakan, kebocoran minyak dari pengeboran telah merusak usaha pertanian dan perikanan lokal.
Lapisan minyak mencemari tanaman di Delta Niger (foto: dok). Petani setempat mengatakan, kebocoran minyak dari pengeboran telah merusak usaha pertanian dan perikanan lokal.
Mahkamah di Den Haag hari Rabu (30/1) mengatakan, hanya anak perusahaan, yaitu Nigerian Shell, yang akan harus membayar ganti rugi karena tidak memberikan perlindungan selayaknya dari sabotase.

Mahkamah menolak gugatan terhadap perusahaan induk, dengan mengatakan, menurut undang-undang Nigeria, Shell tidak memikul tanggung jawab kecuali jika lalai dalam menjalankan operasinya.

Para petani itu pertama mengajukan gugatan tahun 2008 bersama Organisasi lingkungan Sahabat Bumi, dalam upaya memaksa Shell membersihkan pencemaran dari tumpahan minyak yang menghancurkan tanaman, suplai air, dan kolam-kolam ikan.

Tetapi Shell menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan semua yang dapat dilakukan untuk menangani dampak operasinya, dan bahwa tumpahan itu terjadi karena sabotase kelompok bersenjata yang menjebol pipa untuk mencuri minyak.

Para aktivis menganggap kasus ini sebagai ujian apakah perusahaan internasional dapat dinyatakan bertanggung jawab atas pelanggaran anak perusahaan asing. 
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook