Selasa, 21 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 12:34

Berita / AS

Los Angeles Bukan Lagi Ibukota Hiburan

Banyak produksi film dan televisi yang hijrah dari Los Angeles ke kota-kota lain di AS atau ke luar negeri karena insentif yang lebih menarik.

Hollywood dan Los Angeles tidak lagi menjadi ibukota dunia hiburan karena kurangnya insentif bagi produksi film. (Foto: Dok)
Hollywood dan Los Angeles tidak lagi menjadi ibukota dunia hiburan karena kurangnya insentif bagi produksi film. (Foto: Dok)
UKURAN HURUF - +
Elizabeth Lee
Steve Michelson adalah salah satu pemilik perusahaan katering untuk kru dan pemain beberapa acara di Los Angeles. Menurutnya, pada beberapa tahun terakhir, bisnis kurang menguntungkan.

“Sekarang pekerjaan dua atau tiga orang dilakukan oleh satu orang. Sebuah perusahaan menelepon saya kemarin, mereka ingin menjual lima truk katering karena ingin menjual usahanya,” ujar Michelson.

Beberapa perusahaan katering untuk industri film dan televisi meninggalkan Los Angeles, mengikuti klien-klien mereka ke kota-kota lain.

Presiden Film LA, Paul Adley mengatakan telah terjadi perubahan dramatis, terutama dalam industri televisi.

“Tahun ini, misalnya, kita tahu ada 23 drama televisi baru. Dua puluh satu diantaranya hijrah dari sini, padahal dulu semuanya difilmkan di sini. Dulu ada 80 persen produksi televisi, tapi sekarang turun menjadi sekitar 40 persen,” ujar

Bela Bajaria dari Universal Television mengatakan para eksekutif studio mempertimbangkan dua faktor utama saat memutuskan untuk membuat film atau acara televisi.

“Selain aspek kreatif, yang sama pentingnya adalah insentif pajak,” jelas Bajaria.

Ia mengatakan kota-kota di luar Los Angeles mulai menarik perhatian para studio sekitar satu dekade lalu.

“Sekitar 10 tahun lalu, New Orleans memberikan kredit-kredit pajak, disusul oleh beberapa negara bagian lain,” ujar Bajaria.

Pada 2004, New Orleans menjadi tempat syuting 16 film layar lebar atau proyek televisi. Tahun ini, ada lebih dari 50 produksi film, ujar Katie Williams, direktor dari Film New Orleans. Williams mengatakan insentif pajak negara bagian juga telah membantu pertumbuhan industri film lokal.

“Pada saat ini, apapun yang diperlukan sebuah proyek film dapat ditemukan di negara bagian ini, dan khususnya di New Orleans, hal ini juga membuka lapangan pekerjaan,” ujar Williams.

Hal yang sama terjadi di New York, negara bagian yang juga menawarkan insentif besar untuk industri film dan televisi.

Douglas Steiner, kepala Steiner Studios di Brooklyn, mengatakan bisnis tumbuh dengan baik sehingga perusahaannya bisa berekspansi.

“Produksi seperti ini mendatangkan uang bagi negara bagian dan kota,” ujar Steiner.

“Wali kota [Michael] Bloomberg membuat situasi mudah untuk syuting di New York, dan Gubernur [Andrew] Cuomo membuat produksi film menjadi lebih ekonomis, dan proyek film mempekerjakan puluhan ribu orang yang sulit mendapatkan pekerjaan,” tambahnya.

Audley dari Film LA mengatakan meski negara bagian California juga menawarkan insentif keuangan untuk perusahaan televisi dan film, tapi jumlahnya tidak sebanyak negara-negara bagian lain di Amerika.

“Sayangnya, kita tidak punya cukup uang untuk benar-benar bersaing,” ujar Audley.

Dan persaingan ini adalah persaingan global dengan negara-negara di Eropa Timur, serta Kanada, Australia, Selandia Baru dan Inggris, yang berebut industri hiburan Hollywood.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Respon AS terhadap Konflik Rohingya - Liputan Berita VOA

Seperti di tanah air, aksi kekerasan terhadap Muslim Rohingya juga mendapat perhatian dari pemerintah maupun sebagian rakyat Amerika Serikat. Presiden Barack Obama meminta pemerintah Burma yang juga dikenal sebagai Myanmar serius merespon serangan dan relokasi paksa warga Rohingya. Amerika berharap berbagai konflik etnis di negara yang baru berdemokrasi tersebut bisa segera diatasi. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang wanita mempersiapkan upacara tradisional Gwan-Rye di Seoul, Korea Selatan. Upacara ini diadakan bagi anak laki-laki dan perempuan yang menginjak usia 20 tahun, sebagai individu yang independen.
  • Sebuah balon udara jatuh ke tanah setelah bertabrakan dengan yang lain selama perjalanan di Cappadocia, Turki. Dua wisatawan Brazil tewas dan 23 orang lainnya terluka akibat tabrakan dua balon udara tersebut.
  • Perempuan dan anak-anak antri untuk mengambil air dari keran di sebuah kamp bagi para pengungsi di kota al-Mazraq, provinsi Hajja, Yaman barat laut.
  • Badai tornado (puting beliung) hampir menyentuh tanah di dekat South Haven, di negara bagian Kansas, AS.
  • Para fotografer bekerja selama sesi pemotretan untuk film "Blood Ties" di Festival Film Cannes ke-66 di Cannes, Prancis.
  • Seorang wanita mengenakan gaun dari bunga segar yang dirancang oleh desainer Zita Elze, berpose untuk difoto di sebuah taman pada pameran bunga Chelsea, di London, Inggris.
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (tengah) dan isterinya Ri Sol-ju saat berkunjung ke kamp anak-anak 'Pyongyang Myohyangsan' yang terletak di kaki Gunung Myohyang di Provinsi Phyongan Utara (foto courtesy: KCNA).
  • Pekerja mendorong sebuah rakit bambu besar, sementara yang lain mencoba membongkar bagian-bagian rakit bambu itu di Sittwe, negara bagian Rakhine, Burma.
  • Para pebalap sepeda naik tanjakan dalam etape ke-15 sepanjang 146 km, lomba balap sepeda Giro d'Italia di perbatasan Italia-Perancis.
  • Para anggota kelompok Castellers "Vila de Gracia" mulai membentuk menara manusia yang disebut "castell" di lingkungan Barcelona Gracia, di Catalonia, Spanyol.
Lainnya