Selasa, 21 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 08:11

Berita / Dunia / Afrika

Lembaga Kemanusiaan Cari Warga yang Mengungsi Pasca Perebutan Goma, Kongo Timur

Lembaga kemanusiaan di Kongo timur berpencar untuk mencari warga sipil yang mengungsi setelah kelompok pemberontak M23 berhasil menguasai Goma.

Kelompok pemberontak M23 meyakinkan warga dan penduduk di Goma, Kongo Timur agar tetap tenang karena keberadaan mereka di sana adalah untuk melindungi mereka dan semua urusan harus dapat berjalan seperti biasa (21/11).
Kelompok pemberontak M23 meyakinkan warga dan penduduk di Goma, Kongo Timur agar tetap tenang karena keberadaan mereka di sana adalah untuk melindungi mereka dan semua urusan harus dapat berjalan seperti biasa (21/11).
UKURAN HURUF - +
Joe de Capua
John Abuya bertanggung-jawab atas kesiapan darurat dan aksi tanggap pada lembaga ActionAid. Ia mengatakan, pemberontak M23 telah berbicara kepada warga sipil di Goma, ibukota provinsi Kivu Utara.

“Menurut tim kami di lapangan, M23 meyakinkan warga dan penduduk agar tetap tenang - bahwa mereka ada di sana untuk melindungi mereka dan semua urusan harus tetap berjalan seperti biasa,” tuturnya..

Abuya mengatakan, masalahnya adalah apakah pemberontak akan tetap berada di Goma atau mencoba memperluas jangkauan mereka ke kota-kota berdekatan, khususnya di provinsi Kivu Selatan.

“Ada spekulasi M23 akan mengepung atau mencoba merebut kota-kota di dekatnya, terutama ibukota provinsi Bukavu,” tuturnya lagi.

Sebagian tentara penjaga perdamaian PBB dilaporkan berada di Bukavu.

ActionAid memiliki program menangani kekerasan terhadap perempuan dan kemiskinan. Ribuan perempuan telah diperkosa oleh banyak kelompok bersenjata yang beroperasi di Kongo timur. Perkosaan telah digunakan sebagai senjata perang untuk meneror dan menundukkan penduduk.

“Sebelum kekerasan terbaru ini, cukup banyak laporan mengenai kekerasan terhadap perempuan, khususnya perkosaan. Jadi, sebagian besar perempuan yang kami bantu,  takut bahkan untuk pergi keluar mencari kayu bakar dan air di hutan. Jadi, ada insiden-insiden seperti itu,” kata Abuya.

Beberapa kelompok menuduh pemberontak M23 juga terlibat kekerasan terhadap perempuan.

“Kami mengimbau agar mereka melindungi warga sipil. Kami meminta agar petugas kemanusiaan bisa pergi ke lokasi penduduk yang terkena bencana. Kami mengimbau mereka agar melindungi hak azasi warga sipil di daerah-daerah itu,” ujarnya.
 
Abuya dari ActionAid mengatakan kelompok-kelompok perempuan di negara-negara tetangga akan bertemu untuk menentukan cara terbaik menunjukkan dukungan kepada perempuan Kongo.

VOA juga menghubungi kepala kantor UNICEF di Goma, Jean Metenier. Melalui sambungan telepon yang buruk ia mengatakan ada kekhawatiran mengenai kondisi sanitasi karena tidak ada air atau aliran listrik. Juga tercatat beberapa penderita kasus kolera di Goma. Ditambahkan, UNICEF membantu sekitar 150 anak yatim di Don Bosco Catholic Center.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Respon AS terhadap Konflik Rohingya - Liputan Berita VOA 21 Mei 2013

Seperti di tanah air, aksi kekerasan terhadap Muslim Rohingya juga mendapat perhatian dari pemerintah maupun sebagian rakyat Amerika Serikat. Presiden Barack Obama meminta pemerintah Burma yang juga dikenal sebagai Myanmar serius merespon serangan dan relokasi paksa warga Rohingya. Amerika berharap berbagai konflik etnis di negara yang baru berdemokrasi tersebut bisa segera diatasi. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang wanita mempersiapkan upacara tradisional Gwan-Rye di Seoul, Korea Selatan. Upacara ini diadakan bagi anak laki-laki dan perempuan yang menginjak usia 20 tahun, sebagai individu yang independen.
  • Sebuah balon udara jatuh ke tanah setelah bertabrakan dengan yang lain selama perjalanan di Cappadocia, Turki. Dua wisatawan Brazil tewas dan 23 orang lainnya terluka akibat tabrakan dua balon udara tersebut.
  • Perempuan dan anak-anak antri untuk mengambil air dari keran di sebuah kamp bagi para pengungsi di kota al-Mazraq, provinsi Hajja, Yaman barat laut.
  • Badai tornado (puting beliung) hampir menyentuh tanah di dekat South Haven, di negara bagian Kansas, AS.
  • Para fotografer bekerja selama sesi pemotretan untuk film "Blood Ties" di Festival Film Cannes ke-66 di Cannes, Prancis.
  • Seorang wanita mengenakan gaun dari bunga segar yang dirancang oleh desainer Zita Elze, berpose untuk difoto di sebuah taman pada pameran bunga Chelsea, di London, Inggris.
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (tengah) dan isterinya Ri Sol-ju saat berkunjung ke kamp anak-anak 'Pyongyang Myohyangsan' yang terletak di kaki Gunung Myohyang di Provinsi Phyongan Utara (foto courtesy: KCNA).
  • Pekerja mendorong sebuah rakit bambu besar, sementara yang lain mencoba membongkar bagian-bagian rakit bambu itu di Sittwe, negara bagian Rakhine, Burma.
  • Para pebalap sepeda naik tanjakan dalam etape ke-15 sepanjang 146 km, lomba balap sepeda Giro d'Italia di perbatasan Italia-Perancis.
  • Para anggota kelompok Castellers "Vila de Gracia" mulai membentuk menara manusia yang disebut "castell" di lingkungan Barcelona Gracia, di Catalonia, Spanyol.
Lainnya