Minggu, 26 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 01:11

Berita / Olahraga

Lembaga Amal yang Didirikan Lance Amstrong Ganti Nama

Lembaga amal bagi penderita kanker yang didirikan Lance Armstrong berganti nama menjadi Livestrong Foundation dan menanggalkan nama pendirinya.

Lembaga amal bagi penderita kanker yang didirikan oleh Lance Armstrong secara resmi akan disebut dengan nama Livestrong Foundation (foto: Dok).
Lembaga amal bagi penderita kanker yang didirikan oleh Lance Armstrong secara resmi akan disebut dengan nama Livestrong Foundation (foto: Dok).
UKURAN HURUF - +
Lembaga amal bagi penderita kanker yang didirikan oleh Lance Armstrong telah menanggalkan nama pebalap sepeda yang terkena skandal doping itu, dan secara resmi akan disebut dengan nama Livestrong Foundation.
 
Langkah ini merupakan yang terbaru dari sejumlah langkah yang diambil oleh yayasan itu untuk memisahkan diri dari pendirinya yang telah dilucuti ketujuh gelar Tour de France setelah Badan Anti-Doping Amerika (USADA) mengungkap bukti-bukti penggunaan doping yang dilakukan oleh Armstrong dan rekan setimnya.
 
Juru bicara Livestrong Foundation Katherine McLane hari Rabu mengatakan perubahan nama itu disetujui pemerintah Negara bagian Texas tanggal 30 Oktober.
 
Armstrong sebelumnya mengundurkan diri dari jabatan ketua dan anggota dewan direksi yayasan itu.
 
Lance Armstrong belum berkomentar secara terbuka tentang laporan USADA.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya