Jumat, 28 Nopember 2014 Waktu UTC: 11:01

Berita / AS

Legalisasi Mariyuana Bisa Berumur Pendek

Beberapa pihak meminta pemerintah federal AS menantang legalisasi mariyuana di dua negara bagian di pengadilan.

Beberapa varietas mariyuana yang dijual di pusat mariyuana medis di Denver, Colorado. (Foto: Reuters/Rick Wilking)
Beberapa varietas mariyuana yang dijual di pusat mariyuana medis di Denver, Colorado. (Foto: Reuters/Rick Wilking)
Suara yang diberikan oleh warga Colorado dan Washington untuk menjadikan keduanya menjadi negara bagian pertama di AS yang melegalisasi mariyuana untuk penggunaan rekreasi bisa jadi tidak berumur panjang.

Dua mantan pejabat pembatasan obat mengatakan pekan lalu bahwa  pemerintah federal dapat menuntut untuk menghalangi langkah tersebut atau mengirim surat ancaman ke toko yang menjual mariyuana, diikuti dengan larangan tiba-tiba di level jalanan, serupa dengan razia yang menargetkan penjualan mariyuana medis yang dicurigai pemerintah merupakan samaran untuk perdagangan narkoba.

“Ini kemenangan simbolis untuk aktivis [legalisasi mariyuana], namun juga tidak akan bertahan lama,” ujar Kevin Sabet, mantan penasihat pejabat tinggi urusan narkoba untuk pemerintahan Obama.

"Mereka menghadapi perlawanan dengan mengimplementasikan ini karena ada tentangan dari tingkat presiden dan negara federal,” ujar Sabet.

Colorado dan Washington memperbolehkan kepemilikan dan penjualan mariyuana oleh orang dewasa untuk penggunaan rekreasional, melalui pemilihan suara yang bersamaan dengan pemilihan presiden.

Inisiatif tersebut merefleksikan dukungan nasional yang terus meningkat untuk pelonggaran peraturan terkait mariyuana, seperti diindikasikan dalam jajak pendapat oleh lembaga Gallup, yang menemukan bahwa 50 persen orang Amerika ingin mariyuana dibuat legal, sementara 46 persen menentangnya.

Departemen Kehakiman AS, yang menganggap mariyuana obat terlarang yang bisa disalahgunakan, menyatakan Undang-Undang Substansi yang Dikontrol “tetap tidak berubah.”

Sabet mengatakan ia berharap pemerintahan Obama akan mengajukan tuntutan hukum untuk menantang dan mencoba menghambat langkah legalisasi tersebut.

Namun langkah federal diharapkan tidak sama sekali melarang mariyuana di negara-negara bagian tersebut, terutama kemungkinan para individu memiliki satu ons atau kurang mariyuana tanpa berisiko ditangkap polisi lokal.

Sabet mengatakan negara-negara bagian bebas menghilangkan penalti untuk kepemilikan, namun Kejaksaan Agung dapat mengirim surat kepada para gubernur, mengingatkan untuk tidak memberlakukan regulasi dan pajak mariyuana di toko-toko khusus.

Gubernur Colorado John Hickenlooper, seorang Demokrat, mengatakan ia secara pribadi menentang legalisasi, namun ia harus menghormati suara masyarakat.
Jika pemerintahan Obama bereaksi terlalu keras, mereka dapat kehilangan dukungan politik dari para pemilih berumur muda dan cenderung “kiri” serta mendukung legalisasi.

Namun Presiden Barack Obama juga menghadapi tekanan dari kelompok-kelompok anti narkoba untuk melindungi anak muda dari bahaya yang menurut mereka akan muncul jika negara-negara bagian meregulasi dan memberlakukan pajak penjualan mariyuana.

Ian Millhiser, analis kebijakan konstitusional senior pada Pusat Kemajuan Amerika yang berhaluan kiri, mengatakan bahwa jika pemerintahan federal menantang Colorado dan Washington pun, mereka tidak dapat memaksa polisi di negara-negara bagian tersebut untuk menahan warga yang memiliki sejumlah kecil mariyuana.

“Jika saya Barack Obama, saya akan melihat isu ini dan mengatakan bahwa saya lebih baik ada di pihak pemilih berusia muda,” ujar Millhiser. (Reuters/Alex Dobuzinskis)
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook