Senin, 30 Mei 2016 Waktu: 23:24

    Berita / AS

    Lebih Dari Setengah Pos Diplomatik AS Tak Penuhi Aturan Keamanan

    Wakil Menteri Luar Negeri AS mengatakan lebih dari setengah pos diplomatik AS di dunia kemungkinan tidak memenuhi aturan keamanan.

    Keadaan konsulat AS yang dibakar dan diserang di Benghazi, Libya pada 2012. (Foto: Dok)
    Keadaan konsulat AS yang dibakar dan diserang di Benghazi, Libya pada 2012. (Foto: Dok)
    Lebih dari setengah pos diplomatik Amerika di luar negeri kemungkinan tidak memenuhi standar keamanan keseluruhan, seorang pejabat senior AS mengatakan pada Kamis (15/2) dalam pertemuan yang membahas serangan untuk misi di Benghazi yang menewaskan duta besar dan tiga warga AS lainnya.

    Pat Kennedy, Wakil Menteri Luar Negeri untuk bidang manajemen, memberitahu komite Dewan Perwakilan Rakyat bahwa Amerika Serikat memiliki pos diplomatik di 283 lokasi di seluruh dunia.

    Ia mengatakan 97 fasilitas yang aman telah dituntaskan sejak pengesahan undang-undang pada 1999 yang memberikan dana tambahan untuk peningkatan keamanan, termasuk penggantian secara penuh kedutaan besar dan konsulat, termasuk beberapa bangunan penjagaan marinir dan paviliun kantor.

    “Masih ada sekitar 158 pos dengan fasilitas yang kemungkinan tidak memenuhi standar-standar keamanan saat ini,” ujarnya.

    “Banyak fasilitas-fasilitas ini dibangun atau dibeli sebelum ada standar keamanan yang sekarang, dan yang lainnya mendapat pengecualian.”

    Masalah keamanan kedutaan AS mendapat pemeriksaan ketat sejak serangan di Benghazi pada 11 September 2012. Pada Desember, sebuah ulasan independen menggambarkan pencegahan keamanan pada misi AS di kota sebelah timur Libya tersebut sebagai “tidak memadai untuk menghadapi serangan yang terjadi” di sana.

    Pejabat Kementerian Luar Negeri lainnya mengatakan bahwa beragam faktor, termasuk naiknya biaya bahan bakar dan konstruksi telah menunda peningkatan keamanan untuk pos-pos diplomatik.

    “Untuk mengakomodasi persyaratan pembangunan, merelokasi staf dan standar lainnya, kami mencari tempat dengan lahan yang luas. Ini sebuah tantangan di ibukota,” ujarnya.

    Kennedy mengatakan Kongres telah memerintahkan alokasi sekitar US$10 miliar untuk upaya pembangunan keamanan kedutaan besar sejak 1999, dan bahwa 37 proyek saat ini sedang dalam tahap rancangan dan konstruksi. (Reuters/Susan Cornwell)

    Lihat Juga

    Beijing: Kapal yang Ditahan Indonesia Beroperasi Secara Legal

    Menurut AFP, Achmad Taufiqoerrochman, komandan Armada Barat Indonesia, mengatakan kapal China tersebut , Gui Bei Yu, dicurigai telah melakukan penangkapan ikan secara illegal karena ditemukannya hasil tangkapan di dalam kapal itu. Selengkapnya

    Mantan Presiden Chad akan Divonis Hari Ini di Senegal

    Mantan diktator Chad, Hissene Habre diadili atas tuduhan kejahatan perang, penyiksaan dan kejahatan terhadap kemanusiaan oleh mahkamah khusus yang dinamakan Mahkamah Luar Biasa Afrika. Selengkapnya

    10 Tahun Lumpur Lapindo, Warga Masih Hidup Dalam Ancaman

    Warga sekitar tanggul lumpur khawatir dengan adanya rencana Lapindo Brantas melakukan pengeboran pada salah satu sumur di Tanggulangin. Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Komentar-komentar
         
    Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

    Ikuti Kami