Selasa, 02 September 2014 Waktu UTC: 11:33

Berita / Ekonomi

Laporan Intelijen AS: Kekuatan Ekonomi Asia Meningkat, Dominasi AS Turun

Laporan intelejen Amerika yang diterbitkan baru-baru ini memperkirakan, kekuatan perekonomian Asia meningkat, sedangkan dominasi Amerika menurun.

Laporan Intelijen Amerika memperkirakan bahwa pada tahun 2030 Amerika tidak lagi menjadi negara adikuasa, tidak ada negara yang mendapat julukan itu. Kekuasaan akan tersebar dan tercermin dalam koalisi antar negara (Foto: dok).
Laporan Intelijen Amerika memperkirakan bahwa pada tahun 2030 Amerika tidak lagi menjadi negara adikuasa, tidak ada negara yang mendapat julukan itu. Kekuasaan akan tersebar dan tercermin dalam koalisi antar negara (Foto: dok).
Carolyn Presutti
Dunia akan tampak berbeda pada tahun 2030. Itu menurut laporan Direktur Intelejen Amerika mengenai gejala global.
 
Amerika tidak lagi menjadi negara adikuasa, tidak ada negara yang mendapat julukan itu. Kekuasaan akan tersebar dan tercermin dalam koalisi antar negara.
Laporan mengatakan, perekonomian gabungan Asia akan melampaui perekonomian gabungan Amerika Utara dan Eropa.
 
“Ini semacam kebalikan dari apa yang kita lihat secara global berabad-abad lalu, jadi dalam satu bentuk kita akan kembali ke masa depan. Ini suatu perubahan yang tidak diketahui oleh seorangpun dari kita, ke mana kita akan dibawa,” ungkap Direktur International Futures dari Universitas Denver, Barry Hughes, yang ikut menulis laporan itu.
 
Perekonomian Tiongkok akan menjadi yang terbesar di dunia dan 140 persen lebih besar daripada Jepang, dan perekonomian India akan 16 kali lebih besar daripada Pakistan.
 
Laporan itu menyebutkan, ekonomi dunia akan lebih bergantung pada kesehatan negara-negara berkembang daripada dengan Barat. Direktur The Atlantic Council, Banning Garrett mengatakan Amerika menciptakan iklim itu.
 
“Meskipun itu mengkhawatirkan dan membuat gugup sebagian orang di Barat, kenaikan Tiongkok, India, dan Brazil seharusnya juga dilihat sebagai suatu keberhasilan. Bisa saya katakan, sejak Perang Dunia II kebijakan Amerika relatif menurun. Itulah kebijakan kita. Kita pikir, suatu  yang baik, kita  tidak menjadi egara yang paling berkuasa dan tidak ada yang di depan kita,” paparnya.

Para analis mengatakan, peran baru bagi Amerika dapat lebih sebagai penengah, terutama menghindari apa yang disebut oleh laporan itu, tumpahan kekerasan dari ketidakstabilan di Asia Tenggara dan Timur Tengah.
 
Laporan memperkirakan, 60 persen penduduk dunia akan tinggal di kota-kota, dengan melonjaknya jumlah kelas menengah. Hal itu memberi akses yang lebih baik pada pendidikan, teknologi baru dan perawatan kesehatan.
 
Pelaksana mengatakan, laporan itu tidak bermaksud memperkirakan masa depan, tetapi mengikuti gejala kemungkinan yang terjadi pada masa depan. Itu termasuk apa yang disebut, “perubahan utama” – faktor tak tetap yang dapat menggeser gejala itu – seperti teknologi canggih yang dapat mencegah perubahan iklim.
 
Laporan memperkirakan, dunia terbaik mungkin bisa diciptakan, jika Amerika dan Tingkok bekerja sama, memimpin kerjasama global.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook