Sabtu, 25 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 22:27

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Lagi, Toyota Tarik Mobil dari Peredaran

Toyota menarik lebih dari 2,7 juta kendaraannya dari peredaran karena masalah kemudi dan pompa air, Rabu (14/11).

Sebuah mobil Toyota Prius dipamerkan di ruang pamer perusahaan tersebut di Tokyo, Jepang (14/11). Raksasa otomotif Jepang ini kembali menarik jutaan kendaraannya karena masalah kemudi dan pompa air.
Sebuah mobil Toyota Prius dipamerkan di ruang pamer perusahaan tersebut di Tokyo, Jepang (14/11). Raksasa otomotif Jepang ini kembali menarik jutaan kendaraannya karena masalah kemudi dan pompa air.
UKURAN HURUF - +
Raksasa otomotif Jepang, Toyota, Rabu (14/11) mengatakan akan menarik lebih dari 2,7 juta kendarannya dari peredaran karena masalah kemudi dan pompa air. Menurut Toyota, tidak ada kecelakaan dilaporkan karena masalah tersebut dan dapat diperbaiki dalam waktu sekitar satu jam.

Masalah itu dialami 14 model, termasuk generasi kedua Prius hybrid yang populer.  Corolla, Wish dan kendaraan-kendaraan lain yang dibuat antara tahun 2000 dan 2011 kemungkinan juga memiliki masalah tersebut.

Sekitar 1,5 juta kendaraan yang cacat itu berada di Jepang. Sisanya tersebar di luar negeri, termasuk 670.000 di Amerika dan 496.000 di Eropa.

Ini merupakan insiden terbaru yang memalukan bagi Toyota, yang bulan lalu menarik 7,4 juta kendaraannya dari peredaran karena resiko kebakaran yang mungkin ditimbulkan akibat kesalahan teknis pada tombol operasi jendela.

Reputasi kualitas Toyota mengalami pukulan menyusul serangkaian penarikan besar-besaran antara tahun 2009 dan 2011 karena cacat yang dapat menimbulkan percepatan kendaraan yang  tidak seharusnya pada beberapa jenis kendaraannya.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya