Jumat, 21 Nopember 2014 Waktu UTC: 20:20

Berita / Indonesia

KPK Resmi Menahan Anas Urbaningrum

Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menahan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam kasus proyek pembangunan Sarana Olahraga di Hambalang, Jawa Barat.

Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum Partai Demokrat resmi ditahan KPK dalam kasus korupsi Hambalang (foto: dok).
Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum Partai Demokrat resmi ditahan KPK dalam kasus korupsi Hambalang (foto: dok).
Fathiyah Wardah
Setelah diperiksa sekitar lima jam akhirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum pada Jumat malam terkait kasus  dugaan gratifikasi proyek pembangunan pusat sarana olahraga di Hambalang, Jawa Barat.
 
Dengan menggunakan rompi berwarna orange bertuliskan tahanan KPK, Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam itu langsung dibawa ke rumah tahanan Jakarta Timur kelas 1 cabang KPK.
 
Sebelum dibawa ke rumah tahanan KPK, Anas Urbaningrum mengatakan hari penahanannya itu merupakan hari bersejarah baginya. Penahanannya tersebut lanjutnya bagian yang penting baginya untuk menemukan keadilan dan kebenaran.
 
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada penyidik KPK dan sejumlah pihak termasuk kepada Ketua Umum Partai Demokrat saat ini, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang juga Presiden Indonesia.
 
“Di atas segalanya tentu saya ucapkan terima kasih kepada Pak SBY, semoga peristiwa ini punya arti, makna dan menjadi hadiah tahun baru 2014. Yang lain-lain nanti saja. Yang saya yakin adalah ketika kita berjuang tentang kebenaran dan keadilan, saya yakin betul kebenaran yang akan menang,” kata Anas.
 
Anas berstatus tersangka sejak Jumat 22 Februari 2013. Anas diduga menerima sebuah mobil Toyota Harrier dari perusahaan kontraktor proyek Sport Center Hambalang.
 
Anas Urbaningrum sempat beberapa kali mangkir dari panggilan KPK. Sebelum datang ke kantor KPK hari  Jumat (10/1)  Anas Urbaningrum  sempat mengelar konferensi pers di kediamannya di Duren Sawit, Jakarta Timur  perihal hal tersebut.
 
Ketidakhadirannya dalam panggilan KPK beberapa waktu lalu, kata Anas,  disebabkan karena ia masih mempertanyakan surat perintah penyidikan KPK terutama tentang sangkaan atas proyek-proyek lain yang  di luar gratifikasi proyek  Hambalang.
 
Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan lembaganya saat ini sudah mulai melakukan pelacakan aset milik Anas Urbaningrum. Pelacakan aset ini sebagai pintu masuk KPK untuk menjerat Anas dengan pasal pencucian uang.
 
Dalam menegakan hukum sehubungan dengan kasus Anas Urbaningrum tambahnya KPK sudah sesuai prosedur. Johan juga membantah adanya intervensi dalam kasus ini.

“Dalam menegakkan hukum KPK juga harus sesuai dengan kaidah-kaidah hukum. Dalam kasus Anas Urbaningrum, KPK sudah menjalani fungsinyaa, Anas itu sama di depan KPK sama dengan tersangka-tersangka yang lain,” ujar Johan.
 
Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengungkapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta proses hukum terhadap Anas Urbaningrum tak dipolitisasi. SBY berharap seluruh proses hukum yang berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada.

“ Jadi jangan dicampuradukan atau di bawa ke ranah politik karena ini sepenuhnya adalah ranah hukum. Presiden menghormati itu dan memberikan sepenuhnya kepada penegakan hukum untuk melakukan proses-proses sebagaimana seperti proses hukum yang berlaku,” kata Julian.

Kasus korupsi Hambalang ini sudah menyeret sejumlah politikus Partai Demokrat seperti Muhammad Nazaruddin, Andi Malarangeng dan Angelina Sondakh.
 
Kasus ini terungkap berdasarkan kesaksian mantan bendahara Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, yang mengaku uang hasil dugaan korupsi proyek tersebut digunakan untuk biaya pemenangan Anas dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung pada 2010 lalu.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: Basuni dari: Jakarta-Pontianak-Bali
12.01.2014 14:15
Publik menunggu Anas membuka dan membaca "buku" halaman demi halaman. Publik juga ingin melihat bentuk dan isi kado hadiah tahun 2014 Anas ke SBY itu seperti apa? Publik juga ingin bukti apakah ucapan terima kasih Anas ke SBY dari lubuk hati yang paling dalam atau sebatas bibir? Kalau sebatas bibir publik siap menjadi pendegar yang baik, silahkan Anas bernyanyi dan teruslah bernyanyi.


oleh: Umar effendy dari: Halim Jakarta Timur
12.01.2014 00:13
Kami sebagai rakyat mengusulkan kepada KPK pada waktu dilaksanakan Introgasi dll, mohon sebuah alat canggih yg bernama Laying Detector dipasang ditubuh sdr Anas, dan hadirkan para ahli pengamat kepribadian pelaku, agar semua jawaban yg keluar dari mulut ANAS bisa diartikan/ diterjemahkan ' BENAR' atau dia sedang BERBOHONG. ( Mengadili Orang LIcik harus mermakai theory Licik juga ) supaya ballance... semoga Negara Kita bersih dari para Koruptor kelas Kakap yang sangat CERDIK membolak balikan kalimat dan kata2..-


oleh: Muhammad Faisal dari: Jakarta
11.01.2014 14:18
gantung anas di monas


oleh: bejo dari: jakarta
11.01.2014 10:55
Sepinya Hidup Dalam Penjara

Dulu Kau dipuja, kini hidup tersia-sia
Dulu Kau di puncak, kini kau dalam jurang
Dulu Kau amat sangat berkuasa, kini semua
sirna
Dulu Kau atur hidup orang, kini kau jadi
orang terbuang

Tidak lagi dihargai, tidak lagi dipuja
Tak ada lagi pesta tiada lagi canda
Tidak ada gelak tawa, yang tersisa tinggal
duka

Jalani hidup sehari-hari sendiri
Tak ada lagi ajudan, tak ada lagi anak istri
Hidupmu usai sudah di balik terali besi
Senyap dan sepi

Jabatan empuk yang kau puja-puja
Nyatanya cuma bawa bencana
Terduduk lesu tertunduk luka
Sepinya hidup dalam penjara

* buat semua mantan penguasa yang kini
meringkuk di KPK


oleh: wiwik tjatur. s dari: semarang
11.01.2014 09:08
Anas Urbaningrum, error / erroneous politicians, the problem quickly completed and Forgiveness. Anas Urbaningrum back at home, repeating Rodel Occupy the Democratic Party.


oleh: bopeng dari: bogor
11.01.2014 06:02
Klo menurut KPK bnrr bapak anas salah ya di hukum secara prosedur KPK...trims


oleh: Capt, dari: Jawa
11.01.2014 05:55
wahhh... pantas saja waktu lewat dpn monas banyak orang yg jualan Tali.

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook