Kamis, 27 Nopember 2014 Waktu UTC: 10:35

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Korut Dilaporkan pada Tahap Akhir Rencana Peluncuran Roket

Media Korea Selatan mengutip sumber pemerintah di Seoul yang mengatakan Korea Utara sedang memasang tingkat kedua dan ketiga roketnya di fasilitas Tongchang-ri.

Seorang tentara  berdiri di depan fasilitas stasiun roket di Tongchang-ri, Korut. Rencana peluncuran roket Korut menuai kecaman dari banyak negara.
Seorang tentara berdiri di depan fasilitas stasiun roket di Tongchang-ri, Korut. Rencana peluncuran roket Korut menuai kecaman dari banyak negara.
Steve Herman
Korea Utara mengumumkan pekan lalu akan menempatkan sebuah satelit ke orbit. Tetapi sebagian komunitas internasional melihat tujuan terselubung dibalik rencana itu.
 
Sementara Korea Selatan, Jepang dan Amerika mengaktifkan militer mereka untuk memantau peluncuran roket itu, diplomat dari ketiga negara itu akan bertemu di Washington pekan ini untuk diskusi lebih lanjut tentang kemungkinan reaksi yang dilakukan.
 
Ketiga negara itu dan negara lainnya menganggap rencana peluncuran Pyongyang itu merupakan uji coba rudal balistik provokatif. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Cho Tai-young, mengatakan jika Korea Utara melakukan peluncuran itu, ia akan dihukum.
 
Cho mengatakan Dewan Keamanan PBB akan bertemu. Tapi sejauh tanggapan kongkrit sepihak dari Seoul, juru bicara itu mengatakan belum saatnya untuk membahas hal itu.
 
Korea Utara mengklaim peluncuran itu untuk menempatkan satelit ke orbit bagi tujuan damai - sesuatu yang telah dicoba dua kali sebelumnya dan gagal.
 
Korea Selatan juga melakukan upaya yang sama, namun Cho mengatakan program Pyongyang itu tidak bisa disamakan dengan program yang dilakukan Seoul.
 
Cho mengatakan peluncuran rudal Korea Utara yang berdaya tempuh jauh itu bermasalah karena negara itu sedang mencoba mengembangkan senjata nuklir dan rudal balistik yang dapat digunakan untuk membawa senjata-senjata itu. Itulah sebabnya program ini dilarang.
 
Namun Cho mengatakan Korea Selatan hanya mencoba untuk meluncurkan satelit untuk tujuan damai, juga tidak memiliki dan tidak berusaha mengembangkan senjata nuklir.
 
Korea Selatan dan Jepang, berada di bawah perlindungan payung nuklir Amerika.
 
Satu-satunya sekutu penting Korea Utara adalah Tiongkok. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hong Lei, hari Selasa menegaskan meskipun Korea Utara sebagai negara berdaulat berhak menggunakan antariksa untuk maksud damai, Korut  perlu mempertimbangkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang Pyongyang dari aktivitas rudal balistik.
 
Hong mengatakan Tiongkok berharap Korea Utara akan berhati-hati dan semua pihak untuk berkepala dingin dan menahan diri dari tindakan-tindakan yang mungkin memperkeruh situasi.
 
Korea Utara berniat untuk melaksanakan peluncuran antara tanggal 10 sampai 22 Desember 2012.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook