Minggu, 20 April 2014 Waktu UTC: 18:24

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Korea Utara Masuki Keadaan Perang Lawan Korea Selatan

Korea Utara mengatakan telah memasuki “kondisi perang” melawan negara tetangganya, Korea Selatan, Sabtu (30/3).

Warga Korea Utara berkumpul di Lapangan Kim Il Sung Square di pusat kota Pyongyang, Korea Utara untuk memberi dukungan kepada pemimpin mereka, Kim Jong-un untuk melancarkan serangan militer melawan Amerika dan Korea Selatan (29/3).
Warga Korea Utara berkumpul di Lapangan Kim Il Sung Square di pusat kota Pyongyang, Korea Utara untuk memberi dukungan kepada pemimpin mereka, Kim Jong-un untuk melancarkan serangan militer melawan Amerika dan Korea Selatan (29/3).
UKURAN HURUF - +
Pernyataan yang dimuat kantor berita resmi Korea Utara KCNA, Sabtu (30/3), Pyongyang mengatakan semua isu antara Korea Utara dan Korea Selatan akan ditanggapi sepantasnya dalam kondisi perang tersebut.

Korea Utara sudah sering mengancam akan menyerang Korea Selatan dan pangkalan-pangkalan militer Amerika sejak awal Maret.

Hari Jumat, puluhan ribu warga Korea Utara melakukan unjuk rasa mendukung ancaman pemimpin mereka untuk melakukan serangan militer terhadap Amerika.

Tentara, buruh dan mahasiswa melakukan pawai di alun-alun Kim Il Sung di Pyongyang. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, tidak hadir dalam unjuk rasa itu.

Unjuk rasa berlangsung setelah Kim Jong-un memerintahkan persiapan serangan roket ke daratan Amerika dan pangkalan-pangkalan militer Amerika di Korea Selatan, Guam dan Hawaii.

KCNA mengatakan Kim Jong-un hari Jumat (29/3) menyiagakan satuan-satuan roketnya seusai pertemuan darurat dengan para komandan senior militer. Ia mengatakan sudah tiba saatnya untuk menyelesaikan masalah-masalah dengan Amerika.

Sumber militer Korea Selatan mengatakan kepada VOA, mereka mendeteksi peningkatan gerakan tentara dan kendaraan di lokasi-lokasi roket Korea Utara.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: Tynno Pereira dari: Dili
19.04.2013 01:20
Lebih baik kedua belah pihak: Korea Utara dan Korea Selatan berdialog dulu, mungkin akan adanya perdamaian dari hasil dialog itu. kalo hanya mentah-mentah uji kekuatan, pasti ada beberapa negara adikuasa yang akan bergabung dengan kedua belah pihak, maka permasalahan tersebut tak ada ujungnya dan perdamaian akan gagal dunia akan kacau.


oleh: dany dari: indonesia
19.04.2013 01:19
sdr annonymous lu kayaknya seneng jadi budak amerika dan yahudi yaaaa


oleh: annon dari: jakarta
08.04.2013 04:37
saya melihat perang ini dari sisi lain, yang namanya perang sih ga ada bagus2nya.. sebisa-bisanya jangan sampe perang. apalagi korsel. nanti mo nyari tab susah, dan juga banyak part2 barang teknologi tinggi yang dibuat di korsel. suka atau tidak suka kita butuh amerika. contoh: kamu ngetik semua pake komputer dong. coba diliat prosesornya buatan mana intel ato amd ato nvidia ato exynos ? :)
yah pokonya hope all the best lah.. peace...


oleh: pokicay dari: batam
07.04.2013 06:00
Korea utara mantap....berani, negara asia umumnya diperbudak AS, jadi Rindu gelegar Soekarno kala itu.....nasibmu Indonesia, pimpinanmu melempem semua.


oleh: Anonim
06.04.2013 14:18
Amerika setrika


oleh: rendy dari: Malang
05.04.2013 03:17
Kenapa harus negara2 kuat saja yg boleh mempunyai senjata nuklir, apa karena amerika & sekutunya takut tersaingi, buat amerika & israel....negara kok gila perang, suatu saat nanti kalian akan hancur!!


oleh: Thomas dari: Bandung
02.04.2013 01:59
@Annonymous : Kalo boleh saya sarankan..,,tolong dibaca lagi sejarah kenapa Sekutu (bukan cuma AS) menyerang Jepang saat itu..,,ini jelas berbeda..,,Jepang menjadi musuh bersama didunia karena dy menjajah negara lain,,tapi korut??
Senjata nuklir yang dijadikan AS memusuhi korut,,sedangkan AS sendiri mengembangkan nuklirnya..,,ini bukan soal agama,, tp soal arogansi AS agar semua negara takut kepadanya..,,mungkin lebih baik warga korea mendewakan pemimping seperti keluarga Kim, daripada seluruh dunia harus tunduk pada amerika..,,tolong dipikirkan baik2,,indonesia sendiri masih diembargo persenjataan militernya oleh amerika..,,


oleh: Annonymous
01.04.2013 02:05
@Haydar Yahya : Sdr haydar sepertinya lebih memandang masalah korea dari segi agama anda (walau anda menyangkal tetapi anak SD pun bisa menerka jalan pikiran Sdr).. Masalah Korea adalah masalah politik yang kejam, seharusnya masih berntung ada USA dan PBB yang mmbri pertolongan terakhir ketika Korut masuk sampai Seoul ktika itu.. Bisa anda bayangkan ga seandainya pada wakt itu korea menyatu dan memiliki pemimpin yang harus didewakan speti Kim sekeluarga tsb? apa ga itu namanya lebih tragis? apa anda mau menganggap presiden itu seperti Tuhan dan seumur hidup jd presiden.. Anda harus berpikir bukan emosional saja.. Gn gua kash tw elu.. seandainya ga ada amerika yang mnghabisi Jepang,.. tw ga bahwa mungkin saja elu tu jd budak jepang smpe sekarang......


oleh: Haydar Yahya dari: Jakarta, Indonesia
30.03.2013 12:18
Saya percaya selama politik kebijakan luar negri AS masih seperti selama ini...gemar perang..ancam sana sini...unfair / tidak adil...dobel standar...kesibukannya selalu cari pangkalan militer dan latihan perang...Pada saatnya AS akan menyesali politik busuk itu...setiap saat bisa terjadi korban tak terduga.
AS dan Tuannya Israel adalah dua bangsa yang sama-sama angkuh semena-mena terhadap bangsa lain...Selayaknya bangsa-bangsa lain didunia bersatu memberi pelajaran pengalaman pahit yang menyadarkan AS...
Korea Utara dan Korea Selatan adalah saudara sekandung sejati....AS biang pemecah belah kedua saudara itu....
Mengapa AS tidak berusaha berupaya sebaliknya, mendekatkan dan mendamaikan kedua saudara itu !?!
Pada saatnya, cepat atau lambat, Bangsa Korea akan menyadari dan bersatu mengusir pengaruh buruk AS.

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook