Kamis, 02 Oktober 2014 Waktu UTC: 06:24

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Korsel Abaikan Seruan Pemimpin Korut untuk Redakan Ketegangan

Korea Selatan menolak pidato Hari Tahun Baru pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang menyerukan pengurangan ketegangan antara kedua negara.

Menteri Penyatuan Korea Selatan Yu Woo-ik (Foto: dok).
Menteri Penyatuan Korea Selatan Yu Woo-ik (Foto: dok).
Korea Selatan tidak mengabaikan pidato Tahun Baru pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang menyerukan penurunan ketegangan dengan Korea Selatan.
 
Menteri Unifikasi Yu Woo Ik hari Rabu mengatakan pidato Kim Jong Un “hambar” dan berisi usul-usul yang tidak berdasar. Ia menambahkan Korea Selatan memiliki alasan untuk mempertanyakan niat pemimpin muda itu.
 
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un hari Selasa menyerukan “diakhirnya konfrontasi” dan mengurangi desakannya bagi reunifikasi Korea Utara dan Korea Selatan.
 
Beberapa pengamat mengatakan di luar kebiasaan, pidato pemimpin Korea Utara itu berisi perdamaian dan bisa jadi mengisyaratkan reformasi mendatang di dalam negeri. Seorang analis dari Universitas Nasional Seoul Chang Yong-Seok mengatakan Korea Utara dapat memberi insentif yang lebih besar bagi sektor pertanian dan pabrik, serta melonggarkan kontrol negara atas dunia bisnis.
 
Kim Jong Un menyerukan pembangunan lebih banyak “peralatan dan senjata canggih” dan berulangkali memuji pihak militer. Ketegangan antar kedua Korea meningkat bulan Desember lalu ketika Korea Utara meluncurkan roket yang katanya menempatkan satelit cuaca ke orbit.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook