Minggu, 26 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 02:56

Berita / AS

Kongres AS Selidiki Serangan atas Konsulat AS di Libya

Pejabat-pejabat intelijen dan kontraterorisme Amerika bersaksi di depan Kongres tentang serangan mematikan bulan September di konsulat Amerika di Benghazi, Libya.

Kongres AS melakukan penyelidikan independen mengenai serangan atas konsulat AS di Benghazi, Libya yang menewaskan Dubes Christopher Stevens dan tiga warga AS (foto: dok).
Kongres AS melakukan penyelidikan independen mengenai serangan atas konsulat AS di Benghazi, Libya yang menewaskan Dubes Christopher Stevens dan tiga warga AS (foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Komite Intelijen Senat mengadakan dengar keterangan tertutup mengenai serangan itu, yang menewaskan Duta Besar Amerika Christopher Stevens dan tiga warga Amerika lainnya. Sebuah panel DPR mendengarkan kesaksian dari beberapa pakar kebijakan luar negeri.

Banyak anggota Kongres telah mengemukakan keprihatinan tentang memadai tidaknya penjagaan keamanan di konsulat itu, dan apakah pemerintahan Obama kemudian hendak menyembunyikan informasi untuk menghindari keadaan memalukan sebelum pemilihan presiden 7 November.

Mantan Direktur CIA David Petraeus dijadwalkan tampil dalam sesi tertutup Komite Intelijen DPR hari Jumat. Petraeus mengundurkan diri pekan lalu, setelah penyelidikan FBI mengungkapkan perselingkuhannya dengan penulis biografinya, Paula Broadwell. Insiden itu juga menimbulkan keprihatinan tentang kemungkinan adanya pelanggaran keamanan nasional.

Dalam perkembangan lain, Ketua Komisi DPR Urusan Luar Negeri Ileana Ros-Lehtinen mengatakan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton akan bersaksi di depan komisi itu bulan depan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya