Selasa, 31 Mei 2016 Waktu: 17:03

    Berita / AS

    Kongres AS Selidiki Serangan atas Konsulat AS di Libya

    Pejabat-pejabat intelijen dan kontraterorisme Amerika bersaksi di depan Kongres tentang serangan mematikan bulan September di konsulat Amerika di Benghazi, Libya.

    Kongres AS melakukan penyelidikan independen mengenai serangan atas konsulat AS di Benghazi, Libya yang menewaskan Dubes Christopher Stevens dan tiga warga AS (foto: dok).
    Kongres AS melakukan penyelidikan independen mengenai serangan atas konsulat AS di Benghazi, Libya yang menewaskan Dubes Christopher Stevens dan tiga warga AS (foto: dok).
    Komite Intelijen Senat mengadakan dengar keterangan tertutup mengenai serangan itu, yang menewaskan Duta Besar Amerika Christopher Stevens dan tiga warga Amerika lainnya. Sebuah panel DPR mendengarkan kesaksian dari beberapa pakar kebijakan luar negeri.

    Banyak anggota Kongres telah mengemukakan keprihatinan tentang memadai tidaknya penjagaan keamanan di konsulat itu, dan apakah pemerintahan Obama kemudian hendak menyembunyikan informasi untuk menghindari keadaan memalukan sebelum pemilihan presiden 7 November.

    Mantan Direktur CIA David Petraeus dijadwalkan tampil dalam sesi tertutup Komite Intelijen DPR hari Jumat. Petraeus mengundurkan diri pekan lalu, setelah penyelidikan FBI mengungkapkan perselingkuhannya dengan penulis biografinya, Paula Broadwell. Insiden itu juga menimbulkan keprihatinan tentang kemungkinan adanya pelanggaran keamanan nasional.

    Dalam perkembangan lain, Ketua Komisi DPR Urusan Luar Negeri Ileana Ros-Lehtinen mengatakan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton akan bersaksi di depan komisi itu bulan depan.

    Lihat Juga

    Uskup Jerman Usulkan Pelajaran tentang Islam di Semua Sekolah Negeri

    Uskup Heinrich Bedford-Strohm mengatakan mengajarkan Islam di sekolah-sekolah akan memberikan murid-murid Muslim kesempatan untuk mengambil pendekatan kritis terhadap agamanya. Selengkapnya

    Stephen Hawking Bingung dengan Popularitas Donald Trump

    “Trump itu penghasut yang kelihatannya menarik orang-orang yang paling tidak pandai," ujar Hawking. Selengkapnya

    Presiden Turki: Keluarga Berencana Bukan untuk Muslim

    Erdogan sebelumnya telah membuat marah kelompok-kelompok perempuan dengan menentukan berapa banyak anak yang harus dimiliki perempuan, dan menentang kesetaraan gender. Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Komentar-komentar
         
    Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

    Ikuti Kami