Jumat, 24 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 01:14

Berita / Gaya Hidup / Kesehatan

Tim Peneliti AS Pertimbangkan Bedah Sesar Murah di Negara Berkembang

Para peneliti AS mempertimbangkan keuntungan membuat kelahiran melalui bedah sesar lebih mudah dijangkau perempuan hamil di negara berkembang.

Bedah sesar yang bisa dijangkau ibu hamil dipandang bisa efektif untuk meningkatkan kesehatan di negara berkembang.
Bedah sesar yang bisa dijangkau ibu hamil dipandang bisa efektif untuk meningkatkan kesehatan di negara berkembang.

Berita Terkait

Banyak Kasus Kematian Ibu Melahirkan Bisa Dicegah

Kelompok bantuan medis Doctor Without Borders mengatakan hampir semua kematian perempuan saat melahirkan bisa dicegah.
UKURAN HURUF - +
Diperkirakan 270.000 perempuan meninggal setiap tahun akibat komplikasi selama kehamilan. Salah satu yang paling umum adalah hambatan pada saat melahirkan, di mana janin tidak bisa keluar melalui jalan lahir. Jika itu terjadi, ibu dan bayi mungkin meninggal. Bahkan jika ibu bertahan, dia berisiko menderita fistula atau lubang obstetri, yang menjurus pada ketidakmampuan menahan kencing ataupun berhubungan intim dengan suami, sehingga seringkali menyebabkan perceraian dan isolasi sosial.
 
Blake Alkire, peneliti pada Fakultas Kedokteran Universitas Harvard di Boston, mengatakan, "Jadi ini adalah masalah yang nyata, tetapi dapat diatasi dengan mudah. Sepanjang ibu dapat pergi ke rumah sakit atau pusat kesehatan yang mampu membantu kelahiran dengan bedah sesar, hal ini dapat dicegah."
 
Alkire mencatat bahwa kematian karena proses persalinan yang terhambat hampir tidak pernah terjadi di negara kaya. Perempuan di sana hampir selalu punya pilihan untuk melahirkan dengan bedah sesar, dimana irisan dilakukan di perut dan rahim ibu untuk mengeluarkan bayi
 
Untuk mengukur manfaat nyata bedah sesar, Alkire menggunakan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dimulai dengan perkiraan manfaat ekonomi dari pencegahan kematian dan cedera.   
 
"Kemudian kami pada dasarnya hanya membandingkannya dengan biaya bedah sesar, sehingga mendapat perbandingan manfaat-biaya sebesar enam banding satu," paparnya lgi.
 
Jadi, untuk setiap satu dolar yang dikeluarkan, manfaatnya bernilai enam dolar. Biaya melahirkan dengan bedah sesar sebenarnya sangat murah, rata-rata sekitar 140 dolar.
 
Bahkan, keuntungan enam kali lipat itu sebenarnya lebih kecil, karena penghitungan Alkire hanya dikaitkan dengan keselamatan ibu, tidak termasuk sang bayi.  Banyak bayi yang meninggal karena persalinan terhambat.
 
Alkire menambahkan, "Sekitar 30 sampai 60 persen janin sayangnya meninggal. Dengan bedah sesar, dengan akses ke sesar tepat pada waktunya, tingkat kematian mendekati nol."
 
Penelitian Blake Alkire dan koleganya ini dimuat dalam jurnal PloS ONE.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Festival Bonsai di Washington DC - Liputan Feature VOA

Seni bonsai yang berasal dari Jepang, kini semakin banyak digemari di Amerika. Ini terlihat dari antusiasme pengunjung yang datang ke acara “Festival Bonsai”. Acara tahunan menyambut musim semi di Washington DC ini, diadakan atas kerjasama beberapa perkumpulan bonsai dan Taman Nasional Arboretum. Seni bonsai tidak hanya cantik dilihat, tapi juga dapat menjadi sumber mata pencaharian, serta menjadi sarana melepas stress dari rutinitas sehari-hari.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang polisi Inggris membawa bunga di dekat lokasi pembunuhan seorang tentara Inggris di Woolwich, London tenggara.
  • Lego terbesar di dunia yang dibuat berdasarkan model pesawat pada film Star Wars, dipajang di Times Square, New York.
  • Orang-orang menarikan tarian "al-Bara" dalam upacara pernikahan massal di Sana'a, Yaman.
  • Pembalap Red Bull Sebastian Vettel dari Jerman tampak pada helm petugas pemadam kebakaran di pit saat sesi latihan di arena balap Monaco.
  • Seorang pria mengumpulkan bunga teratai untuk dijual, di kolam Bindu Sagar di kota Bhubaneswar, India.
  • Kilatan halilintar di atas langit kota Zhuhai, Provinsi Guangdong, China.
  • Para kadet Tentara Nasional Afghanistan menghadiri upacara wisuda mereka di Pusat Pelatihan Militer di Kabul.
  • Air mancur yang menyala sebagai bagian dari Aquatique International Show, di pelabuhan Darling, kota Sydney, Australia.
  • Seorang pejalan kaki membawa payung berjalan melewati layar raksasa di kota Boston, Massachusetts, AS.
  • Seorang pengunjung berdiri di belakang ilustrasi seekor burung hantu, bagian dari pameran di kota St Petersburg, Rusia.
Lainnya