Minggu, 26 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 02:49

Berita / Dunia / Afrika

Ketua Komisi HAM Zimbabwe Mengundurkan Diri

Profesor Reg Austin, pakar hukum terkemuka Zimbabwe mengumumkan pengunduran dirinya sebagai ketua komisi HAM negara itu, hari Sabtu (29/12).

Presiden Zimbabwe Robert Mugabe (Foto: dok). Ketua komisi HAM Zimbabwe, Profesor Reg Austin, mengundurkan diri dari jabatannya, Sabtu (29/12), mengukuhkan kegagalan pemerintah Presiden Robert Mugabe menghentikan berbagai pelanggaran HAM di negara itu.
Presiden Zimbabwe Robert Mugabe (Foto: dok). Ketua komisi HAM Zimbabwe, Profesor Reg Austin, mengundurkan diri dari jabatannya, Sabtu (29/12), mengukuhkan kegagalan pemerintah Presiden Robert Mugabe menghentikan berbagai pelanggaran HAM di negara itu.
UKURAN HURUF - +
Ketua sebuah komisi HAM independen yang didanai pemerintah Zimbabwe mengundurkan diri dari jabatannya karena kekurangan dukungan finansial dan tidak memadainya legislasi yang mendukung lembaga itu dalam mengawasi situasi dan menghukum apabila terjadi pelanggaran.

Profesor Reg Austin, pakar hukum terkemuka di bidang hukum internasional dan konstitusi, mengumumkan pengunduran dirinya itu hari Sabtu (29/12).

Dalam sebuah pernyataan, dia mengibaratkan komisi yang dipimpinnya, yang dibentuk di bawah sebuah program reformasi demokrasi tahun 2010 itu, bagaikan "bayi dengan orangtua yang  tidak siap menyambutnya, tak ada kamar bayi, tempat tidur, selimut dan makanan bayi."

Sebuah kelompok pengacara independen Zimbabwe mengemukakan hari Sabtu (29/12), keputusan menyerah oleh seorang pejuang keadilan kawakan menjelang pemilu yang diusulkan diselenggarakan tahun depan, mengukuhkan kegagalan pemerintah Presiden Robert Mugabe menghentikan berbagai pelanggaran HAM setelah berlangsung pelanggaran bertahun-tahun yang dikaitkan dengan pemilu.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya