Senin, 20 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 18:12

Berita / AS

Kerry: Pemotongan Anggaran Otomatis Rugikan Kebijakan Luar Negeri AS

Menlu AS John Kerry mengingatkan, pemotongan anggaran otomatis yang akan diberlakukan 1 Maret dikhawatirkan akan merugikan kebijakan luar negeri AS.

Menlu AS John Kerry memberikan pidato di Old Cabel Hall di Universitas Virginia, Charlottesville, negara bagian Virginia, Rabu (20/2).
Menlu AS John Kerry memberikan pidato di Old Cabel Hall di Universitas Virginia, Charlottesville, negara bagian Virginia, Rabu (20/2).
UKURAN HURUF - +
Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry mengingatkan, pemotongan anggaran secara otomatis yang dijadwalkan diberlakukan 1 Maret akan merugikan kebijakan luar negeri Amerika.

Dalam pidatonya yang pertama sebagai diplomat tertinggi Amerika hari Rabu (20/2), John Kerry mengatakan kebijakan luar negeri Amerika memajukan stabilitas global dan merupakan sebuah “investasi dalam Amerika yang kuat dan dalam dunia yang bebas”.

Pemotongan anggaran secara otomatis yang dijuluki “sequester” adalah akibat tidak tercapainya kesepakatan antara Presiden Barack Obama dan Kongres Amerika. Ketua DPR dari Partai Republik John Boehner mengatakan tergantung pada Presiden Obama untuk menghindari pemotongan anggaran itu.

Berbicara di Universitas Virginia hari Rabu, John Kerry mengatakan “tidak ada hal yang asing dalam kebijakan luar negeri”. Ia mengatakan keputusan-keputusan kebijakan luar negeri berdampak pada “kehidupan sehari-hari” warga Amerika, mulai dari produk-produk yang dibeli dan dijual sampai ke lapangan kerja yang diciptakan oleh para pebisnis Amerika.

John Kerry berkata demikian sebelum lawatan pertamanya ke luar negeri sebagai Menteri Luar Negeri AS pekan depan, untuk mengunjungi Eropa dan Timur Tengah.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Kilas VOA 21 Mei 2013

Serangkaian peledakan bom tewaskan puluhan warga Irak di Baghdad dan Basra. Mesir mengirim pasukan tambahan ke Sinai setelah penculikan tujuh tentara oleh militan. Pertemuan lintas agama mengenang pemusnahan minoritas era Nazi Jerman di Dachau. Pesta dansa susulan di AS setelah tertunda 70 tahun akibat Perang Dunia Kedua.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang wanita mempersiapkan upacara tradisional Gwan-Rye di Seoul, Korea Selatan. Upacara ini diadakan bagi anak laki-laki dan perempuan yang menginjak usia 20 tahun, sebagai individu yang independen.
  • Sebuah balon udara jatuh ke tanah setelah bertabrakan dengan yang lain selama perjalanan di Cappadocia, Turki. Dua wisatawan Brazil tewas dan 23 orang lainnya terluka akibat tabrakan dua balon udara tersebut.
  • Perempuan dan anak-anak antri untuk mengambil air dari keran di sebuah kamp bagi para pengungsi di kota al-Mazraq, provinsi Hajja, Yaman barat laut.
  • Badai tornado (puting beliung) hampir menyentuh tanah di dekat South Haven, di negara bagian Kansas, AS.
  • Para fotografer bekerja selama sesi pemotretan untuk film "Blood Ties" di Festival Film Cannes ke-66 di Cannes, Prancis.
  • Seorang wanita mengenakan gaun dari bunga segar yang dirancang oleh desainer Zita Elze, berpose untuk difoto di sebuah taman pada pameran bunga Chelsea, di London, Inggris.
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (tengah) dan isterinya Ri Sol-ju saat berkunjung ke kamp anak-anak 'Pyongyang Myohyangsan' yang terletak di kaki Gunung Myohyang di Provinsi Phyongan Utara (foto courtesy: KCNA).
  • Pekerja mendorong sebuah rakit bambu besar, sementara yang lain mencoba membongkar bagian-bagian rakit bambu itu di Sittwe, negara bagian Rakhine, Burma.
  • Para pebalap sepeda naik tanjakan dalam etape ke-15 sepanjang 146 km, lomba balap sepeda Giro d'Italia di perbatasan Italia-Perancis.
  • Para anggota kelompok Castellers "Vila de Gracia" mulai membentuk menara manusia yang disebut "castell" di lingkungan Barcelona Gracia, di Catalonia, Spanyol.
Lainnya