Minggu, 23 Nopember 2014 Waktu UTC: 12:07

Berita / Dunia / Afrika

Kelompok Militan Ansar Dine Bantah Laporan Penghentian Syariat di Mali

Jurubicara militan Ansar Dine di Mali, membantah laporan bahwa kelompok itu telah menawarkan untuk menghentikan pemberlakuan hukum Islam di beberapa wilayah Mali yang mereka kuasai.

Presiden Burkina Faso, Blaise Compaore (kanan) bertemu dengan delegasi dari Ansar Dine di Ouagadougou (Foto: dok). Kelompok militan ini membantah laporan yang menyebutkan penghentian hukum Islam di beberapa wilayah yang telah dikuasai mereka di Mali.
Presiden Burkina Faso, Blaise Compaore (kanan) bertemu dengan delegasi dari Ansar Dine di Ouagadougou (Foto: dok). Kelompok militan ini membantah laporan yang menyebutkan penghentian hukum Islam di beberapa wilayah yang telah dikuasai mereka di Mali.
Dua orang wakil Ansar Dine berbicara dengan VOA setelah seorang pejabat Ansar Dine, Hamada Ag Bibi, dikutip mengatakan kelompok itu tidak lagi menerapkan hukum Islam di seluruh wilayah Mali kecuali di kota Kidal.

Sanda Ould Boumama, seorang jurubicara Ansar Dine di kota Timbuktu, mengatakan laporan dari kantor berita Perancis itu sama sekali tidak benar dan Ansar Dine tidak pernah menghentikan pemberlakuan Syariat.

Jurubicara lain, Mohamed Ag Aharid, mengatakan ucapan tersebut hanyalah penafsiran orang yang berbicara kepada mereka, dan bukan ucapan dari Ansar Dine.

Aharid, jurubicara delegasi Ansar Dine di ibukota Burkina Faso, Ouagadougou, yang juga mencakup Bibi. Delegasi itu  berbicara dengan para pejabat Burkinabe mengenai cara menyelesaikan krisis Mali.

Selasa malam, Uni Afrika mendukung rencana untuk mengirim pasukan asing ke Mali untuk membantu menghalau militan Islamis yang menguasai bagian utara.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook