Rabu, 22 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 13:54

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Kecelakaan pada Festival Gangga di India Tewaskan Lebih dari 30 Orang

Sedikitnya 36 orang tewas karena terinjak-injak dalam kepanikan menyusul rubuhnya jembatan di India utara, tempat warga merayakan festival keagamaan.

Ribuan warga India menunggu kereta api yang akan membawa mereka pulang dari festival Maha Kumbh Mela di Allahabad, India (10/2). (AP/Saurabh Das)
Ribuan warga India menunggu kereta api yang akan membawa mereka pulang dari festival Maha Kumbh Mela di Allahabad, India (10/2). (AP/Saurabh Das)

Multimedia

UKURAN HURUF - +
Pejabat-pejabat India mengatakan setidaknya 36 orang tewas akibat terinjak-injak Minggu (10/2) ketika peziarah hendak pulang setelah festival yang menarik jutaan orang di kota Allahabad, India utara.

Pihak berwenang mengatakan kepanikan terjadi setelah jembatan di stasiun kereta api kota itu runtuh akibat kelebihan beban peziarah yang menggunakan kereta api. Sejumlah saksi mata menuduh polisi menggunakan pentungan memukuli massa sebelum kepanikan terjadi.

Para pejabat memperkirakan puluhan orang luka-luka dalam insiden itu.

Lebih dari 30 juta orang berkumpul untuk mandi di muara tempat bertemunya Sungai Gangga dan Sungai Yamuna di India. Ini adalah hari yang dianggap paling membawa keberuntungan dalam festival Hindu, Maha Kumbh Mela, yang diadakan setiap 12 tahun.

Penganut Hindu percaya ritual mandi di sungai-sungai keramat itu akan membersihkan mereka dari dosa dan membebaskan mereka dari siklus reinkarnasi.

Sekitar 100 juta peziarah diperkirakan ikut mandi ke sungai-sungai itu dalam festival selama 55 hari yang dimulai bulan lalu. Festival itu diyakini sudah dimulai sejak 2.000 tahun lalu. Festival di Allahabad dipercaya sebagai yang paling suci dan paling banyak menarik massa.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Diaspora Indonesia Selamat dari Tornado - Liputan Berita VOA

Amerika kembali dilanda bencana. Hari Senin kemarin, Amerika, tepatnya dekat Oklahoma city, negara bagian Oklahoma, diserang angin tornado yang menyapu bersih berbagai bangunan yang dilalui. Angin topan yang berkekuatan 320 km per jam itu menyebabkan 24 tewas termasuk termasuk anak-anak, bagaimana dengan warga Indonesia di wilayah itu? Selengkapnya ikuti laporan tim VOA berikut ini.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya