Selasa, 18 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 20:13

Berita / Dunia / Timur Tengah

Kecelakaan Kereta dan Bis Sekolah di Mesir, 40 Anak Sekolah Tewas

Sebuah kecelakaan bis sekolah dan kereta di dekat desa Manfalut, provinsi Assiut, Mesir, menewaskan sedikitnya 40 anak-anak, Sabtu (17/11).

Keluarga para korban mengamati bis sekolah yang hancur setelah bertabrakan dengan kereta api di Manfalut dekat kota Assiut, 500 kilometer selatan Kairo (17/11). Lebih dari 40 anak-anak tewas dalam kecelakaan tersebut.
Keluarga para korban mengamati bis sekolah yang hancur setelah bertabrakan dengan kereta api di Manfalut dekat kota Assiut, 500 kilometer selatan Kairo (17/11). Lebih dari 40 anak-anak tewas dalam kecelakaan tersebut.
UKURAN HURUF - +
Pejabat Mesir mengatakan sebuah kereta api bertabrakan dengan bis sekolah, menewaskan sekitar 40 anak-anak. Insiden ini dilaporkan terjadi sekitar 300 kilometer selatan Kairo dekat desa Manfalut di provinsi Assiut, Sabtu (17/11).

Bis yang berpenumpang 60 anak-anak usia empat hingga enam tahun tersebut dihantam kereta saat melintasi rel. Pejabat berwenang mengatakan sebanyak 47 korban tewas dan hampir semuanya anak-anak.

Presiden Mohamad Morsi memerintahkan menteri-menterinya untuk mmeberi bantuan kepada keluarga para korban.

Sistem kereta Mesir punya catatan keselamatan yang buruk.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Obama Dikecam Dunia Atas Program Mata-Mata - Liputan Berita VOA, 19 Juni 2013

Seiring pertemuan pemimpin negara-negara G-8 yang kini berlangsung di Irlandia Utara, muncul pembocoran informasi baru terkait program mata-mata yang dilakukan pemerintah Obama, atas metadata email dan panggilan telpon. Program yang dilakukan untuk mencegah aksi terror ini dikecam karena dianggap melanggar hak privasi warga dunia. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA dari Washington DC.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang tentara NATO berjalan dengan kaki palsu menuju helikopter, setelah upacara serah terima keamanan dari pasukan NATO kepada pasukan Afghanistan di luar ibukota Kabul.
  • Seorang anak Bangladesh melemparkan seekor kambing dari sebuah perahu di Sungai Buriganga di Dhaka.
  • Seorang gadis mengatur boneka animasi di sebuah lapangan di Lingen, Jerman timur, menjelang upaya memecahkan rekor baru yang akan dilakukan bersama dengan sekitar 600 murid sekolah.
  • Seorang polisi militer menggunakan semprotan merica ke arah seorang pengunjuk rasa selama demonstrasi soal kondisi ekonomi di Rio de Janeiro, Brazil.
  • PM Shinzo Abe Jepang (kiri belakang) menyentuh tangan Presiden Rusia Vladimir Putin saat mereka berjalan bersama Kanselir Jerman Angela Merkel dalam acara KTT G-8 di resor Lough Erne di Enniskillen, Irlandia Utara.
  • Seorang pria membaca koran di Lapangan Royal Enclosure pada hari pertama menjelang festival balap kuda di kota Ascot, Inggris selatan.
  • Foto udara dari Paris Air Show ke-50, di bandara Le Bourget dekat Paris, Perancis.
  • Para pemain kelompok sirkus Eoloh melakukan latihan yang terbuka untuk media di gedung Nuevo Teatro Alcala di Madrid, Spanyol.
  • Para seniman melakukan atraksi pada festival api tahunan di Kyiv, Ukraina.
Lainnya