Rabu, 22 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 15:53

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Kakek 102 Tahun Selesaikan Maraton di Hong Kong

Seorang kakek berusia 102 tahun menyelesaikan maraton di Hong Kong sejauh 10 kilometer dengan catatan waktu 1 jam 32 menit 28 detik.

Pelari Inggris berusia 102 tahun, Fauja Singh, saat berpartisipasi dalam maraton di Mumbai, India (20/21). (AP/Rafiq Maqbool)
Pelari Inggris berusia 102 tahun, Fauja Singh, saat berpartisipasi dalam maraton di Mumbai, India (20/21). (AP/Rafiq Maqbool)
UKURAN HURUF - +
Dengan mengenakan sorban berwarna kuning dan janggut panjang yang sudah memutih, Fauja Singh yang berumur 102 tahun menyelesaikan Maraton Hong Kong berjarak 10 kilometer, menjadikanya pelari maraton tertua di dunia.

Dengan nama julukan ‘torpedo bersorban’, atlet kelahiran India itu menempuh jarak tersebut dalam waktu 1 jam 32 menit 28 detik. Selesai berlomba, Singh mengatakan sekarang ia akan menggantung sepatu larinya, alias pensiun.

Singh menjadi peserta tertua dalam maraton di Toronto, Kanada, pada 2011. Namun prestasinya ini tidak diakui oleh Guinness World Records sebab ia tidak memiliki surat kelahiran untuk membuktikan umurnya.

Singh yang memegang paspor Inggris dan di situ tertera tanggal lahirnya 1 April 1911. Meskipun pensiun dari maraton, katanya, ia masih berharap diundang untuk ikut dalam tiap pertandingan maraton, dan ia berharap orang tidak melupakannya.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Diaspora Indonesia Selamat dari Tornado - Liputan Berita VOA

Amerika kembali dilanda bencana. Hari Senin kemarin, Amerika, tepatnya dekat Oklahoma city, negara bagian Oklahoma, diserang angin tornado yang menyapu bersih berbagai bangunan yang dilalui. Angin topan yang berkekuatan 320 km per jam itu menyebabkan 24 tewas termasuk termasuk anak-anak, bagaimana dengan warga Indonesia di wilayah itu? Selengkapnya ikuti laporan tim VOA berikut ini.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya